
Ketiganya pun perlahan mulai mendekati orang tersebut. Setelah beberapa langkah mulai mendekati orang itu, mereka baru menyadari bahwa orang yang sedang di perhatikan oleh mereka adalah sosok seorang wanita.
Terlihat jelas wanita itu mengenakan gaun putih layaknya seorang pengantin, rambutnya terurai dengan pita besar sebagai aksesoris rambut dan warnanya senada dengan gaun yang dia pakai.
Tubuhnya kecil dengan kulit putih mulus, tapi sayangnya mereka tidak bisa melihat wajahnya sama sekali. Sebab wanita itu membelakangi mereka.
Wanita itu di kelilingi beberapa pelayan yang terlihat sedang membantu untuk mempersiapkan wanita. Baik Jayden maupun Ansel merasa tidak asing dengan sosok wanita itu. Hingga celetukan Kaison langsung menjawab perasaan asing keduanya.
“Entah kenapa aku merasa tidak asing dengannya,” gumam Ansel yang masih terus memperhatikan sosok wanita yang mengenakan gaun pengantin itu.
“Benar, aku bahkan merasa pernah bertemu dengannya.” Jayden membenarkan perkataan Ansel, sebab dia juga merasakan hal yang sama.
“Bukankah wanita itu terlihat mirip dengan Hantu Aira?” celetuk Kai.
“Ouh, … Benar sekali! Wanita itu terlihat seperti hantu Aira, tapi sayang kita tidak bisa melihat wajahnya jika melihat dari sini,” ujar Ansel yang akhirnya teringat dengan sosok hantu Aira.
“Atau jangan-jangan kita memasuki masa lalu dari hantu Aira?” Kai kembali berceloteh, tapi sepertinya yang dia katakan memang benar.
“Kalau begitu, kita lihat dari tempat lain saja,” ujar Jayden menyarankan.
Jayden pun memimpin jalan untuk mencari tempat yang lebih nyaman sekaligus bisa melihat wajah wanita itu, sedangkan Kai dan Ansel selalu setia mengekorinya.
Namun, ketika Jayden sudah hampir bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas. Tiba-tiba kakinya masuk ke dalam sebuah lubang besar.
Saat itu Jayden tidak langsung jatuh dan berusaha untuk menyeimbangkan tubuhnya. Akan tetapi, Kai dan Ansel yang jalannya dengan mata jelalatan kemana-mana. Keduanya tidak menyadari bahwa Jayden telah berhenti dan langsung menabrak tubuh Jayden.
“Yakh, … Berhenti bodoh!” seru Jayden memperingati Kai dan Ansel, tapi dia terlambat tubuh keduanya sudah menabraknya terlebih dahulu.
“Aaaaahhh, …” Secara serentak ketiganya berteriak kencang.
Alhasil, ketiganya pun masuk ke dalam lubang besar itu karena Jayden segera meraih baju kedua temannya itu agar jatuh bersama menemaninya.
Entah mengapa, lubang itu sepertinya tidak memiliki dasar, hingga tubuh ketiganya tidak kunjung menyentuh tanah.
Bruuk, … Bruuk, … Brukk, ….
Tubuh mereka pun mendarat tepat di atas tanah yang di tumbuhi rerumputan satu persatu. Dengan posisi Jayden yang berada di paling bawah, Kaison di tengah dan Ansel yang berada di posisi paling atas. Mereka merasa seperti telah melintasi sebuah ruang dan waktu yang cukup panjang.
“Yakh, … Cepat singkirkan tubuh kalian!” seru Jayden yang sudah hampir tidak bisa bernapas karena tubuhnya tertindih tubuh besar Kai dan Ansel.
“Ans, cepat menyingkir! Jay sudah hampir mati ‘nih!” Kai itu berseru.
__ADS_1
“Auwh, … Punggungku sakit sekali.”
Sedangkan Ansel malah terus mengeluh sembari memegangi punggungnya. Dia berusaha bangkit setelah mendengar seruan kedua temannya.
Ketiganya sama-sama mengeluh sakit, terlebih lagi Jayden yang di tindih dua tubuh besar sekaligus.
“Aish, … Kenapa terasa sakit sekali! Padahal ini hanya sebuah mimpi saja,” gerutu Kai.
“Hay! Hay, kita dimana sekarang?” tanya Ansel yang menyadari bahwa mereka sudah berada di beda tempat dan waktu dari mimpi yang sebelumnya.
“Kita berada di area jalan tol,” jawab Jayden yang juga merasa bingung, kenapa mereka bisa berada di sana.
“Apa kita sudah kembali ke dunia nyata?”
Kai ingin memastikan dengan mencubit lengannya sendiri. Tapi dia sadar bahwa dia juga masih merasa sakit akibat jatuh dari lubang tadi.
Akhirnya, dia pun mengurungkan niatnya dan memperhatikan sekitarnya seperti yang di lakukan Jayden dan Ansel.
“Kalian mencari ku?”
Hingga sebuah suara mengejutkan mereka. Entah dari mana asalnya tiga pria yang menutupi wajahnya dengan jubah hitam. Padahal tadi tidak ada siapapun selain mereka bertiga.
Tidak berhenti di situ saja, tiba-tiba jalan tol itu menjadi ramai banyak kendaraan yang berlalu lalang seperti jalan tol pada umumnya.
“Apa kau yang membunuh Jackson?” tanya Jayden dengan nada dinginnya.
“Bukankah aku sudah memberimu peringatan dan kini tersisa satu hal lagi yang aku janjikan padamu,” ujar pria berjubah itu lagi.
“Apa maksudmu?” tanya Ansel yang bingung dengan maksud ucapan pria itu.
“Tunggulah hadiah special dari kami! Aku yakin kau pasti sangat menyukainya.”
Tanpa memperdulikan pertanyaan Ansel, pria berjubah itu mendatangi Jayden dalam alam mimpi hanya ingin memberi peringatan sekaligus tantangan kepada Jayden.
Mendengar kata ‘hadiah special’, Jayden bisa langsung memahami bahwa akan ada kasus pembunuhan lagi yang di lakukan oleh ketiga pria itu.
“Lihatlah hadiahmu, Jayden!”
Pria itu lalu menatap ke arah jalanan yang tengah ramai mobil berlalu lalang. Tiba-tiba kedua pria berjubah hitam yang lainnya, langsung teleportasi ke tengah jalan dann membalikkan sebuah mobil mewah dengan menggunakan kekuatan sihir hitamnya.
Mobil itu pun seketika terbang dan berbalik beberapa kali, hingga menyebabkan kecelakaan yang sangat parah.
__ADS_1
Jayden, Kaison dan Ansel tentu saja sangat terkejut dengan kecelakaan sebesar itu yang bisa di pastikan korbannya bukan satu atau dua orang saja.
“Apa kau gila!” Jayden berteriak keras pada pria berjubah hitam yang ada di hadapannya.
“Apa kau belum puas membunuh banyak orang dan membiarkan saja mayatnya di hutan itu!” lanjut Jayden yang mulai terpancing kemarahannya.
“Iblis sepertiku tidak akan merasa puas! Kami akan terus membunuh dan menghasut para menusia untuk mengikuti kami,” ujar Pria berjubah itu yang tampak menyeringai licik.
“Lihatlah dengan baik hadiah special yang aku berikan untukmu!” imbuh pria berjubah itu yang kemudian langsung menghilang bersama dua pria berjubah hitam yang lainnya.
Saat itu Jayden dan kedua temannya sama sekali tidak menyadari bahwa ada maksud tersembunyi di balik perkataan pria berjubah hitam itu.
Jayden tidak menyadari bahwa adda orang yang paling penting dalam hidupnya menjadi salah satu korban kecelakaan itu.
Jayden dan kedua temannya terpaku, karena mereka akan menghadapi hal yang lebih besar lagi. Tak lama kemudian, mereka juga kembali terbangun dari alam mimpinya. Ketiganya saling menatap bingung satu sama lainnya.
“Kita bicarakan tentang ini di rumah saja!” ujar Jayden menyarankan kepada kedua temannya.
“Baiklah!” sahut Kai dan Ansel yang hanya menurut.
Polisi yang mengantar ketiganya pun hanya memperhatikan dari kaca belakang mobil kelakuan tiga pemuda itu. ketiga pemuda itu terlihat aneh setelah bangun dari tidurnya masing-masing.
Namun, dia tidak peduli sejak awal ketiga memang sudah aneh dan kelakuannya sangat konyol.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...