Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Semuanya Sudah Terlambat


__ADS_3

Jayden, Ansel dan Kai pun segera turun dari mobil mereka tidak peduli pakaian mereka bahas karena derasnya air hujan saat itu. Vernon pun segera menarik tangan Jayden untuk mengikutinya, sedangkan Ansel dan Kai langsung mengikuti keduanya.


“Aku sudah berada di sini selama beberapa menit yang lalu tapi pintu ini tidak bisa terbuka bahkan aku tidak bisa melewati batas ini,” terang Vernon yang berdiri tepat di depan pintu bangunan tua itu, bahkan tidak sampai menyentuh lantai betonnya.


Jayden dan Ansel pun segera mengerti, sebab keduanya bisa melihat ada aura jahat yang kembali menyegel bangunan itu. Tanpa buang waktu, Jayden segera mengeluarkan pedangnya dan mematahkan segel tersebut hanya dalam sekali tebasan.


Sebuah dentuman keras langsung terdengar dari dalam bangunan itu. Semua orang yang berada di dalam sana seketika panik, saat menyadari bahwa ada yang berhasil mematahkan segel yang terpasang di luar bangunan itu untuk pertama kalinya.


“Jangan takut! Pergilah dari tempat ini dengan tenang, kami yang akan mengurus para pengacau itu!” ucap Luzark dengan seringai yang masih terpatri di bibirnya.


Hanya dengan gerakan tangan Lunar, pintu belakang yang terdapat di bangunan itu terbuka dengan mudahnya. Setelah itu Luzark, Lunar dan Lucas menghilang begitu saja untuk menyambut kedatangan tamu yang tidak di undang yaitu Jayden dan para ksatria pelindungnya.


“Sudah aku duga, kalau ini adalah perbuatan kalian!” ujar Luzark yang muncul bersama dengan Lucas dan Lunar di belakangnya.


“Kau, _... Bagaimana kau bisa, _...”


Kai yang langsung merespon ketika melihat kehadiaran Luzark di depannya bahkan tanpa terluka sedikitpun. Padahal pertemuan terakhir mereka melihat dengan jelas bahwa Jayden melukai Luzark dengan pedangnya.


Jayden, Ansel dan Vernon sesaat saling melempar pandangan satu sama lain. Terlebih Jayden dan Ansel bisa merasakan bahwa kekuatan ketiganya semakin bertambah di banding sebelumnya.


“Baguslah, kalian datang dengan sendiri di saat yang tepat pula! Maka sudah saatnya untuk membalas apa yang kalian lakukan padaku sebelumnya,” ujar Luzark yang langsung melesat dan menyerang Jayden secara membabi buta.


Jayden yang tidak siap menghadapi serangan tersebut, tentunya langsung di pukul mundur sampai beberapa meter.


Sedangkan Lunar dan Lucas juga ikut menyerang Vernon dan kedua sahabat Jayden. Saat itu, gerhana bulan masih terus berlangsung dimana bayangan matahari sudah setengahnya melewati cahaya bulan.

__ADS_1


Beberapa kali, Jayden dan ketiga sahabatnya terkena pukulan telak baik dari kekuatan sihir ataupun langsung dari tangan Luzark dan kedua anak buahnya.


Pertarungan itu sangat sengit sampai tidak ada yang menyadari bahwa sejak tadi ada hantu Aira yang melihat pertarungan itu dari kejauhan.


“Aku tidak bisa tinggal diam saja! Aku harus memberikan kekuatan untuk Jayden,” gumam hantu Aira dengan raut wajah takut bercampur cemas.


Perlahan hantu Aira pun meraih sebuah hiasan yang selama ini terpasang di rambutnya. Disaat yang bersamaan tubuh Jayden terdorong sampai di tempat hantu Aira bersembunyi selama ini.


Mata Jayden dan hantu Aira langsung bertemu. Begitu juga dengan mata Luzark yang seketika membola saat melihat melihat sosok hantu Aira kini berdiri tepat di depannya.


“Maaf, Kak! Tapi aku tidak ingin kau melukai orang selama ini berusaha aku lindungi dengan nyawaku,” ucap hantu Aira yang langsung saja menusukan hiasan rambutnya pada tangannya.


Jayden hanya bisa tercengang ketika darah segar mengalir dari luka di tangan hantu Aira. Bahkan sampai hantu Aira berjalan mendekat menghampiri dan memegang pedangnya, Jayden masih terpaku pada pikirannya sendiri.


Namun, Jayden segera tersadar ketika tangan hantu Aira yang berdarah menyentuh wajahnya dengan tatapan penuh kerinduan dan kasih sayang.


Tiba-tiba pedang di tangan Jayden kembali bersinar dengan sangat terang bahkan melebihi sebelumnya. Cahaya pedang itu seolah mentransfer kekuatannya pada tubuh Jayden dan kedua temannya.


Luzark yang masih larut dalam pikirannya segera tersadar, bahwa gerhana bulannya telah usia dan kekuatan Jayden bertambah berkali lipatnya. Begitu pula dengan badai angina, hujan dan petirnya yang sudah berhenti.


“Lucas! Lunar, sebaiknya kita pergi!” ujar Luzark pada kedua anak buahnya ketiganya pun langsung menghilang sebelum Jayden dan yang lainnya bereaksi.


Jayden, Ansel, Kai dan Vernon yang masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi pada mereka seketika menatap hantu Aira yang masih terdiam di tempatnya. Namun, tak lama kemudian tubuh hantu Aira ambruk begitu saja beruntung Jayden menangkapnya tepat waktu.


“Hay, apa kalian bisa menjelaskan apa yang telah terjadi?” tanya Kai yang tidak bisa melihat situasi, sehingga pertanyaannya di abaikan begitu saja oleh yang lainnya.

__ADS_1


“Jay, sebaiknya kau bawa tubuhnya ke mobilku!” ujar Vernon menyadarkan Jayden yang tengah melamun dengan tubuh hantu Aira di dekapannya dan Jayden langsung mengangguk, lalu meletakkan tubuh hantu Aira di dalam mobil Vernon.


Mereka belum sempat untuk berpikir mengapa kali ini tubuh hantu Aira bisa mereka sentuh. Padahal sebelumnya mereka bisa menembus tubuh hantu Aira, jangankan memeluknya seperti Jayden sekarang mereka bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali.


“Bisakah aku bertanya sekarang?” tanya Kai lagi pada Jayden dan yang lainnya.


“Tidak! Ada hal yang perlu kita pastikan,” tolak Vernon dengan tegas.


“Tapi aku memiliki banyak pertanyaan di kepalaku sekarang!” rengek Kai seperti anak kecil.


“Kita semua memiliki banyak pertanyaan, tapi sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukannya,” ujar Ansel dengan tegas membuat Kai menyadari sikapnya.


“Kita cek di dalam bangunan itu! Firasatku mengatakan ada sesuatu yang terjadi di dalam sana!”


Kata Vernon yang langsung di tanggapi anggukan kepala oleh ketiganya, pertanda mereka setuju untuk melihat situasi di dalam bangunan itu.


“Tunggu sebentar! Aku harus membuat segel pelindung untuknya sebelum kita pergi memeriksa,” ujar Jayden yang kembali mengeluarkan pedangnya untuk memasang segel pelindung di mobil Vernon dimana hantu Aira di dalamnya.


Setelah selesai memberikan segel pelindung, mereka pun berjalan masuk ke dalam bangunan tersebut. Sangat gelap, itulah yang mereka lihat begitu memasuki bangunan tua itu.


Namun, hanya dengan gerakan tangan Ansel yang sedikit menyalurkan auranya lilin-lilin yang ada di sana pun mulai menyala kembali.


“Hay, bagaimana caranya kau melakukan itu?” tanya Kai yang menatap takjub dengan kemampuan baru Ansel.


Namun, seketika mata mereka menangkap pemandangan yang begitu mengerikan dan sangat menyesakan dada mereka. Air mata Jayden dan yang lainnya mengalir begitu saja melihat roh anak-anak yang tidak berdosa tengah menangis menatap ke arah mereka dengan penuh kepedihan, sedangkan tubuh mereka tergeletak dengan bersimbah darah di lantai.

__ADS_1


Bersambung, .....



__ADS_2