
“Benar! Aku juga memilikinya,” imbuh Vernon yang mencoba mencari sesuatu di dalam tasnya, sedangkan Jayden dan kedua sahabatnya itu masih diam memperhatikan apa yang sedang berusaha Vernon cari.
Tak lama kemudian, Vernon kembali berseru, “Ini dia! Aku menemukannya di lokasi pembunuhan anak-anak itu terjadi! Sepertinya benda aneh ini milik salah satu pembunuh yang saat itu ada di sana!”
“Mereka adalah manusia para pengikut Lucifer! Jika pengikutnya saja berasal dari orang-orang terpandang, maka akan lebih memudahkan para iblis itu untuk mencari lebih banyak pengikut, _....”
“Dan secara tidak langsung akan membuat pihak mereka semakin kuat! Sebab kepercayaan adalah kekuatan terbesar yang ada di dunia ini,” potong Vernon yang menyadari arah pemikiran Jayden saat itu.
“Kita harus segera menghentikan para pengikutnya sebelum terlambat,” imbuh Jayden membenarkan perkataan Vernon.
“Untuk saat ini kita abaikan saja masalah giok ini! Kita focus untuk mengungkap kebusukan mereka kepada semua orang,” ujar Ansel.
“Benar! Untuk sekarang itu lebih baik!” sahut Kai sependapat.
Mereka pun kembali melakukan tugas masing-masing. Dimana Jayden dan Ansel memilah dokumen penting yang mencakup kerakusan seorang kepala sekolah dan kemalasan seorang Menteri dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Sedangkan Vernon dan Kai focus meretas semua data yang ada dalam laptop dan Komputer. Siapa sangka bukti kejahatan mereka tertera jelas secara digital di bandingkan dengan dokumen yang ada.
Dimana masih ada pesan tentang persembahan yang melibatkan kematian anak-anak tidak berdosa malam itu dan transaksi lainnya.
...****************...
Disisi lain, ternyata hantu Aira kini berada di taman yang masih berada dalam wilayah kediaman Felix. Dia sengaja melakukan itu agar bisa berbicara dengan kumpulan para hantu yang menurut Kai sedang berdemo.
Namun, kenyataannya para hantu itu merupakan sosok yang selalu setia melayani Aira sejak mereka masih hidup sebagai manusia hingga kini berubah menjadi hantu.
“Kenapa kalian harus menemui ku lagi! Jika mereka menemukan jiwa kalian masih tertahan di sini, maka kalian akan langsung di seret ke neraka,” ujar hantu Aira pada para hantu yang kini berlutut di hadapannya.
__ADS_1
“Nyonya, anda merupakan sosok yang harus kami layani semasa hidup maupun kematian kami! Meski Tuan Hades dan Malaikat maut mengetahui keberadaan kami di sini, mereka tidak bisa berbuat apapun. Karena jiwa masih terikat dengan anda,” jelas seorang hatu wanita paruh baya yang tepat berlutut di depan hantu Aira.
“Maaf, karena kesetiaan kalian padaku! Akhirnya kalian tidak bisa pergi ke tempat yang lebih baik dan tertahan di dunia ini bagaikan butiran debu,” ucap hantu Aira penuh penyesalan.
“Tidak, Nyonya! Anda dan Tuan muda yang pada akhirnya akan membersihkan dunia ini dari butiran debu seperti kami dan memusnahkan segala bentuk kejahatan yang di bawa oleh Tuan Lucifer. Kami tidak pernah sekalipun menyesalinya, kami bahkan beruntung memiliki anda sebagai Nyonya kami,” terang sosok wanita paruh baya itu.
“Martha, Kakak sudah menemukanku! Hanya tinggal menunggu waktu sampai Kakak bisa menangkapku kembali seperti dulu,” ujar hantu Aira dengan lelehan air mata yang membasahi wajahnya.
“Tuan Luzark telah menemukan anda? Bagaimana itu bisa terjadi, Nyonya?”
Sosok hantu bernama Martha dan yang lainnya menatap terkejut dengan penuturan dari Nyonya mereka. Seakan kabar itu merupakan kabar buruk yang seharusnya mereka hindari sejak awal. Apalagi melihat raut ketakutan dari wajah pucat para hantu yang mengaku sebagai pengikut setia hantu Aira.
“Kakak kembali ingin membunuhnya seperti dulu, hingga aku terpaksa menampakan diri di hadapannya untuk melindunginya,” jelas hantu Aira masih menangis.
“Ba-bagaimana dengan Tuan Lucif, _....”
“Dia belum melihatku lagi! Namun, sepertinya dia mengetahui bahwa selama ini aku mengikuti anak-anak itu,” potong hantu Aira yang tidak ingin mendengar nama Lucifer di sebutkan kembali.
“Benar, dia tumbuh menjadi anak yang begitu tampan, pintar dan sangat pemberani! Dua manusia itu sungguh menepati janjinya, sepertinya aku lebih banyak berhutang budi pada keduanya,” balas hantu Aira sedikit menyunggingkan senyumannya.
“Kami juga akan selalu melindungi anda dan Tuan muda Yang Agung sebisa dan semampu kami,” ujar sosok Martha di benarkan oleh sosok yang lainnya.
“Benar, Nyonya! Kami akan berusaha melindungi Anda dan Tuan Muda yang Agung!” seru semua sosok hantu itu layaknya seorang ksatria.
“Terima kasih!” ucap hantu Aira dengan setulus hatinya.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di salah satu ruangan yang berada dalam istana kegelapan milik Lucifer. Luzark tengah memberikan sebuah perintah kepada anak buahnya untuk menemukan sosok hantu Aira yang sempat dia lihat sebelum menghindari serangan yang akan Jayden layangkan kepadanya.
“Cepat kalian temukan jiwa adikku! Kemana pun itu aku tidak peduli asal kalian bisa membawanya kembali padaku!” perintah Luzark penuh penegasan dan penekanan.
“Dia tidak akan pernah kembali padamu! Bahkan menganggap mu sebagai Kakaknya juga sepertinya dia tidak akan sudi lagi.”
Tiba-tiba terdengar suara Lucifer yang ternyata datang bersama dengan Lunar dan Lucas di sisi belakang kanan dan kirinya. Luzark yang sadar posisi segera berlutut untuk menyambut kedatangan raja kegelapan yang dia layani seperti pengikut yang lainnya.
“Tidak aku sangka kalian akan bertemu secepat ini, sepertinya penglihatan ku memang tidak pernah salah!” ujar Lucifer dengan seringainya.
“Maksud Yang Mulia?” tanya Luzark yang tampak bingung.
“Tubuhnya kini sudah menghilang, karena telah tersentuh pedang milik bocah itu! Bahkan jika kau mendapatkan jiwanya kembali, kau tetap tidak akan bisa menjadikan dia manusia seperti dulu lagi!” jawab Lucifer dengan santainya.
“Apakah adikku saat ini sedang bersama dengan anak pemilik pedang itu?” tanya Luzark memastikan.
“Mau aku tunjukan sebuah penglihatan masa depan untukmu? Kau pasti akan terkejut dengan apa yang terjadi antara dirimu dengan adik kesayanganmu itu.”
Bukannya menjawab, Lucifer malah terlihat asyik bermain kata dengan salah satu manusia yang mengikutinya dengan setia itu.
“Apakah aku akan mati di tangan adikku sendiri?” Luzark kembali memastikan.
“Tidak! Kalian berdua, _....” Lucifer tidak melanjutkan ucapannya.
“Lupakan saja! Biarkan itu menjadi kejutan untukmu di masa depan,” lanjutnya dan tiba-tiba sorot matanya seketika berubah menajam ketika menatap Luzark.
“Jika saja saat itu kau berkata jujur padaku, maka semua ini tidak akan terjadi! Jika bukan karena keserakahan mu, maka sejak dulu kegelapan bisa menyelimuti dunia ini dengan mudah! Kekuasaanku akan memimpin dunia ini!” bentak Lucifer dengan nada bicaranya yang begitu tinggi hingga menggema sampai di ruangan sebelah dan Lorong yang ada di sana.
__ADS_1
Bersambung, .....