
Seketika sebuah cahaya yang begitu terang dan sangat menyilaukan keluar dari tubuh Jayden. Dan lebih mengejutkan lagi, cahaya itu bukan berasal dari tubuh Jayden saja melainkan keenam ksatria pelindungnya juga memancarkan sebuah cahaya sesuai aura masing-masingnya.
Perlahan cahaya itu membentuk sebuah baju zirah yang menyiratkan aura sang pemiliknya. Di saat yang bersamaan kabut hitam itu menghilang menampilkan sebuah pemandangan yang sangat mengerikan.
Dimana para manusia yang berniat untuk menyaksikan gerhana matahari secara langsung, malah di bunuh secara masal oleh manusia lainnya dan juga para iblis.
“Woah, …”
“Jangan terbuai akan apapun! Jayden sedang berusaha melindungi kita dengan membagi kekuatannya. Jadi, kita juga harus melindungi orang-orang yang bisa kita lindungi,” ujar Ansel mengingatkan kepada Kai yang selalu saja seperti itu.
“Baiklah, _....”
Namun, ketika para ksatria pelindung Jayden ingin membantu menyelamatkan para manusia. Mereka langsung di hadang oleh iblis kepercayaan Lucifer. Mereka semua di hadang bersamaan, seolah tidak peduli berapa banyak manusia yang terbunuh akibat kejadian itu.
Langit kini sudah mulai gelap, gerhana matahari sudah terjadi setengahnya. Darah para manusia yang sudah menjadi korban mulai menyatu pada satu titik yang sudah di tentukan. Disaat itu juga Lucifer mulai menampakan dirinya beserta sikap sombongnya.
Menyadari kemunculan Tuannya, Luzark dan yang lainnya segera menghentikan pertarungan. Lalu segera memposisikan diri mereka menjadi iblis kepercayaan Lucifer. Jayden pun melakukan hal yang sama meminta teman-temannya untuk berkumpul termasuk hantu Aira.
“Apa anak kecil sepertinya sedang berusaha menghentikan aku?” tanya Lucifer dengan kesombongannya.
“Apa kau takut padaku?” ejek Jayden dengan santainya.
“Aah, … Sudah pasti kau sangat ketakutan sampai melakukan hal gila seperti ini! Kau pasti takut kalau anak yang berada ramalan benar-benar akan menghancurkan kekuasaanmu di dunia ini dan mengurungmu kembali ke neraka,” lanjut Jayden yang membuat Lucifer dan yang lainnya cukup terkejut.
“Hahahaaa, … Apakah wanita itu yang memberitahukan tentang ramalan itu padamu? Dan apa kau pikir kekuatan pedang yang belum sempurna itu bisa melakukannya sesuai ramalan yang ada?”
Setelah beberapa saat sempat terkejut Lucifer kemudian menertawakan kecemasannya sendiri yang sebenarnya tidak berarti. Sedangkan Jayden memilih diam, karena memang benar bahwa hantu Aira yang memberitahukan untuk pertama kali tentang ramalan itu.
“Lihatlah, kau begitu mempercayainya! Lalu apakah kau tahu bahwa wanita itu adalah adik dari pengikut setiaku ini,” ujar Lucifer yang menjadi semakin sombong karena merasa menang.
“Apa kau tidak takut kalau dia nantinya akan mengkhianatimu?” sambungnya dengan tatapan penuh mengejek.
__ADS_1
“Hahahaa, … Aku sangat percaya padanya! Dan soal persaudaraan mereka tentu saja aku mengetahuinya,” ujar Jayden yang menertawakan Lucifer sambil menatapnya dengan remeh.
“Beraninya kau meremehkan aku, _....”
“Tentu saja! Sebagai anak yang ada di dalam ramalan untuk apa aku merasa takut padamu. Seharusnya kau yang merasa takut akan keberadaan ku, bukan?” potong Jayden dengan santainya.
“Hahahaa, … Percaya diri sekali! Baiklah, mari kita buktikan apakah ramalan itu memang bisa menjadi kenyataan atau hanya omong kosong dari orang gila,” tantang Lucifer pada Jayden.
Dengan menggunakan kontak batin Jayden berkata, “Teman-teman, bisakah aku meminta sedikit darah kalian untuk mengaktifkan pedangku!”
“Tentu!” sahut semua yang masih menggunakan kontak batin.
“Tunggu isyarat dariku!” ujar Jayden.
“Tentu, kau tidak akan bisa lari dari ramalan itu.”
Jayden menyambut tantangan itu dengan senang hati. Disaat itu juga Jayden mengeluarkan pedangnya bersamaan dengan keenam ksatria pelindungnya yang langsung memegang mata pedang milik Jayden hingga darah mereka melekat.
Seketika kekuatan pedang itu menguar di sertai cahaya yang begitu menyilaukan tepat bersamaan dengan sempurnanya gerhana matahari total.
Lucifer yang menyadari bahwa Jayden berniat mengaktifkan kekuatan pedangnya, dia segera memerintahkan semua iblis kepercayaannya untuk menyerang Jayden dan para ksatrianya. Lucifer juga tidak tinggal diam saja, dia langsung menyerang Jayden secara membabi buta.
Tanpa buang waktu, mereka pun mulai bertarung dengan sangat sengit. Terlihat kekuatan pihak iblis semakin kuat di tengah gerhana matahari total yang tengah berlangsung.
Para manusia yang tidak mendengarkan peringatan Vernon dan Kai sebelumnya, kini sudah menjadi mayat yang tergeletak di di sembarang tempat.
Sedangkan manusia yang selamat dan bersembunyi di dalam rumah masing-masing terus berdoa kepada sang pencipta agar kejadian mengerikan itu cepat berakhir.
Langit yang sudah begitu gelap layaknya malam hari. Tiba-tiba datang badai besar dari berbagai penjuru membuat suasana semakin mencekam. Di tambah dengan pertarungan sengit yang terus berlangsung antara bangsa iblis dan pengikutnya dengan kaum yang masih mempercayai adanya Tuhan.
“Beraninya kau bermain-main denganku,” geram Lucifer yang terus menyerang Jayden tanpa henti.
__ADS_1
“Apa kau takut sekarang?” ejek Jayden dengan santainya sembari terus menangkis serangan Lucifer.
“Akan aku pastikan kau dan para ksatriamu mati hari ini di tanganku!” ujar Lucifer tanpa menjeda serangannya sedikitpun.
“Benarkah? Coba saja lakukan jika kau bisa melakukannya, Ayah!” ujar Jayden yang tiba-tiba menyebut Lucifer sebagai ayahnya.
Degh, …
Lucifer seketika terdiam, dia menggenggam erat pedang yang ada di tangannya. Sungguh Lucifer tidak pernah menyangka bahwa sebuah rahasia besar yang hanya di ketahui beberapa pihak saja, kini di ketahui oleh Jayden. Anak yang ada di dalam ramalan, anak yang lahir akan kesalahan Luzark.
“Bagaimana kau bisa, _....”
“Kenapa kau terkejut begitu, bukankah kau sudah mengetahui sejak awal? Bahkan mungkin ketika pertama kali kita bertemu, kau sudah mengenali aku, bukan?” ujar Jayden dengan santainya.
“Hahahaaa, … Aku akui kau memang cukup cerdas untuk menyadari semuanya. Namun, lihatlah baik-baik bagaimana terbunuhnya Ibumu dan juga teman-temanmu itu.”
Lucifer menyeringai jahat sekilas mengalihkan tatapannya pada Aira yang tengah bertarung sengit melawan Kakaknya sendiri. Begitu juga Ansel, Kai, Vernon dan yang lainnya yang berjuang mati-matian untuk bertahan dari gempuran para iblis itu.
“Tidak mungkin, … Seharusnya rencana ini berhasil, kekuatan pedangnya sudah sempurna tapi bagaimana bisa, _....”
“Bwahahaaa, … Sempurna katamu? Sepertinya kau melupakan hal yang terpenting dari rahasia tujuh mata pedang itu,” ujar Lucifer yang tertawa bahagia melihat Jayden yang mulai kehilangan arah.
“Jayden, jangan dengarkan dia!” seru Aira yang sedikit mengalihkan perhatiannya ketika mendengar suara tawa Lucifer yang begitu menggema.
“Uhuuuk, … Uhukk, …”
Seketika darah segar di muntahkan dari mulut Aira saat pedang Luzark menembus bagian dadanya dari belakang. Detik berikutnya Luzark menarik pedangnya dan Jayden hanya bisa membelalakkan matanya menyaksikan kejadian itu.
Tanpa pikir panjang Jayden langsung berteleportasi untuk menghampiri sosok hantu Aira. Sambil menangis terisak, Jayden mendekap tubuh hantu Aira dalam pelukannya.
“Maafkan aku, … Ibu! Hiks, …” ucap Jayden di sela isak tangisnya yang memilukan.
__ADS_1
Bersambung, .....