Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Hari Pertama Penuh Kejutan


__ADS_3

Jayden tidak pernah menyangka bahwa bukan hanya para karyawannya saja yang menyambut kedatangannya. Akan tetapi, kedua sahabatnya juga sudah berada di perusahaan dengan mengenakan setelan jas yang hampir senada dengannya.


“Kau sedikit terlambat, Jay!” ujar Kai begitu Jayden keluar dari mobilnya.


“Kalian?” Jayden hampir kehabisan kata-kata dengan kejutan yang di buat oleh kedua sahabatnya itu.


“Kenapa kalian bisa ada di sini? Bukankah seharusnya kalian sedang berada di kampus?” cecar Jayden yang menuntut penjelasan dari kedua sahabatnya itu.


“Kami baru saja di terima bekerja di perusahaan ini. Dan mulai hari ini adalah hari pertama kami bekerja,” ujar Ansel yang selalu di angguki kepala oleh Kai dengan penuh semangat.


“Hah?” Kembali, Jayden kehabisan kata-kata dengan pengakuan kedua sahabatnya itu.


“Selamat datang di perusahaan Tuan Jayden! Perkenalkan saya Dylan Reinaldo, Wakil Directur Executif di perusahaan ini! Mohon kerjasama yang baik untuk ke depannya,” ujar Pria tampan bernama Dylan itu memotong pembicaraan ketiganya.


Tidak lupa Dylan mengulurkan tangannya lebih dulu untuk mengajak Jayden berjabat tangan. Hanya dengan sekali lihat, Jayden sudah bisa langsung mengetahui karakter dari Dylan dengan melihat aura yang menyelimutinya yaitu aura seorang pemimpin yang adil dan bertanggung jawab.


“Aish, … Mengganggu saja!” gerutu Kai yang tidak senang dengan sikap Dylan.


“Terima kasih, seharusnya aku yang mengatakan itu! Mohon kerjasamanya Tuan Dylan,” balas Jayden yang langsung meraih uluran tangan itu.


“Hay, diamlah! Apa kau tidak melihat warna auranya?” bisik Ansel yang menyuruh Kai untuk menjaga sikapnya.


“Aku tahu,” sahut Kai yang masih saja tetap tidak suka dengan sikap Dylan.


“Silahkan, Tuan Jayden! Aku akan memperkenalkan semua tentang perusahaan ini satu persatu. Jika ada penjelasan saya yang tidak dapat anda mengerti, anda bisa langsung menanyakannya pada saya,” jelas Dylan memberi arahan kepada Jayden.


“Tentu, maaf jika di awal aku pasti akan merepotkan Tuan Dylan!” ujar Jayden.


“Namun, bukankah ini tugas Directur Executive yang harus menyambut Ceonya dan menjelaskan semua tentang perusahaan ini,” sambung Jayden yang langsung menyadari ada masalah yang tidak beres dengan perusahaan Kakeknya.


Meskipun Jayden tidak memiliki pengalaman secara langsung, tetapi dia telah mempelajari semuanya dari buku yang ada di ruang kerja kakeknya selama waktu luangnya. Di tambah lagi dengan reaksi Dylan dan karyawan lainnya yang terlihat gelisah membuat Jayden, Kai dan Ansel semakin merasa curiga.


“Mengenai Direktur Executive, _....”


“Astaga, Tuan muda Jayden! Ternyata anda masih berada di sini. Maaf, saya datang terlambat karena dia tidak memberitahu bahwa hari ini adalah hari pertama anda menggantikan mendiang Tuan Jhon. Sepertinya dia sengaja melakukan ini spaya terlihat baik di hadapanmu,” jelas seorang pria paruh baya yang baru saja tiba di perusahaan dengan mobil mewahnya.


Dia ‘lah Edwin Wilbert sang Directur Executive yang selama ini di percaya oleh Kakek Jhon. Terlihat jelas niat Edwin yang ingin menjatuhkan reputasi Dylan di mata Ceo baru mereka.

__ADS_1


Sedangkan Dylan hanya bisa menghela napas panjang dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain untuk meredakan emosinya akibat tuduhan palsu dari orang yang posisinya di atasnya itu. Sementara, karyawan lainnya hanya menunduk takut melihat kedatangan Edwin.


“Aura kegelapan,” batin Jayden, Kai dan Ansel yang bisa melihat aura itu dengan jelas.


“Tuan muda Jayden, sebaiknya kita masuk ke dalam sekarang! Saya akan menunjukan ruangan anda dan menjelaskan semua tentang perusahaan ini,” ujar Edwin yang dengan tidak tahu malunya langsung mengambil alih apa yang di katakan Dylan sebelumnya.


Jayden hanya bisa menurut seolah tidak mengetahui apapun. Sebab ini masih hari pertamanya sebagai seorang Ceo, sehingga dia tidak bisa bertindak gegabah. Namun sayangnya, apa yang keluar dari mulut Edwin adalah omong kosong belaka.


Sehingga Dylan harus mengulangi apa yang Edwin katakan, baru setelah itu Jayden dan kedua sahabatnya akan mengerti.


Alhasil, Jayden pun meminta untuk Dylan saja yang menunjukan segala tentang perusahaan dan memerintahkan Edwin untuk kembali bekerja.


Di mulai dari perkenalan dengan para karyawan, dimana Jayden baru mengetahui bahwa Ansel bekerja sebagai sekertaris pribadinya dan Kai sebagai pengawalnya.


Kemudian, ketiganya di tunjukan atau di perkenalkan dengan setiap sudut perusahaan mulai dari kantin toilet dan lain sebagainya.


Hingga terakhir, mereka di bawa untuk ke ruangan masing-masing. Dimana Ansel dan Kai memiliki ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Ceo atau ruangan yang akan di gunakan Jayden untuk bekerja.


“Silahkan masuk, Tuan Jayden! Ini adalah ruangan yang sebelumnya mendiang Tuan Jhon gunakan, sekarang ruangan ini akan menjadi ruangan anda. Jika ada yang ingin anda ubah, silahkan beritahu pada saya,” ujar Dylan yang kini menunjukan ruangan milik Jayden.


Jayden pun membuka pintu ruangan itu dengan ragu, di sampingnya masih ada Kai dan Ansel yang terus mengikutinya.


Dia tersenyum dan meraih sebuah figura foto yang terdapat potret dirinya dan sang Kakek ketika masih kecil. Ada pula foto ketika Jayden masih anak-anak, remaja dan hingga foto terakhir yang mereka ambil berdua.


“Tuan, apakah anda mau memeriksa data terakhir perusahaan?”


Ingatan tentang masa indah dengan sang Kakek harus terhenti, ketika Dylan menanyakan tentang apa yang ingin Jayden lakukan di hari pertama. Tindakan sama sekali tidak salah, sebab kedatangan Jayden ke perusahaan memang untuk bekerja bukan mengenang memori indah dengan sang Kakek di sana.


“Emm, … Tolong bawakan semuanya tanpa tertinggal satu pun. Aku akan mempelajari semuanya secara perlahan,” jawab Jayden.


“Baik, Tuan! Mohon tunggu sebentar, saya akan mengambilkannya untuk anda,” pamit Dylan sebelum meninggalkan ruangan itu, bahkan dia tidak segan membungkuk memberi hormat kepada atasannya yang usianya lebih muda darinya.


“Aku tidak menyangka, kini kau terlihat lebih dewasa dengan mengenakan setelan jas itu!” ujar Kai antara memuji dan menggoda Jayden dengan tujuan sedikit menghibur sahabatnya yang saat ini pasti sedang mengingat tentang Kakeknya.


“Aku juga tidak menyangka sekarang kedua sahabatku ini menjadi sekertaris dan pengawal pribadiku,” balas Jayden yang tidak mau kalah.


“Kau pasti sangat bahagia, karena mendapat pengawal setampan dan sekeren diriku ini!” ujar Kai dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


“Tentu saja, apalagi sekertaris yang genius seperti Ansel Brown!” sahut Ansel yang tak mau kalah dengan Kai untuk menunjukan kehebatannya.


“Kalian percaya diri sekali!” gerutu Jayden.


“Ouhya, … Apa kalian tadi melihatnya?” seru Jayden yang teringat dengan aura kegelapan yang menyelimuti Edwin.


“Melihat apa?” tanya Kai dan Ansel bersamaan, keduanya sama-sama tidak mengerti apa yang sedang Jayden tanyakan.


Ilustrasi Visual Jayden, ....



Ilustrasi Visual Ansel, ....



Ilustrasi Visual Kaison, ....



^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2