Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Di Tangkap Polisi Part. 2


__ADS_3

Dengan perlahan dan berhati-hati Vernon berjalan mendekati sumber kegaduhan tersebut sambil memegang senjata api di tangannya sebagai perlindungan dirinya, siapa tahu sang pelaku pembunuhan kembali untuk mengambil barang buktinya yang tertinggal.


“Angkat tangan kalian semua! Kalau tidak kami terpaksa menembak!” seru polisi yang bernama Vernon yang tiba-tiba saja muncul dengan menyodongkan senjata api ke arah Jayden dan temannya secara bergantian.


Baik Jayden, Kaison maupun Ansel pun sangat terkejut begitu mereka ketahuan menyelinap di lokasi pembunuhan itu.


Bahkan Jayden belum sempat menyimpan pedangnya, sebab dia malah terpaku melihat Vernon yang mengarahkan senjata api ke arahnya.


“Jay, pedangmu!” ujar Ansel menyadarkan Jayden dari rasa terkejutnya.


“Ouhya, …” sahut Jayden, seketika pedang itu pun menghilang.


Melihat senjata api yang sedang mengarah pada mereka bertiga. Sontak saja, Jayden dan temannya langsung menuruti apa yang polisi itu perintahkan kepada mereka kalau tidak bisa saja mereka yang akan jadi hantu menggantikan hantu Liona yang sudah menghilang.


“Ta-tapi, Pak! Kami bukanlah, ….” ujar Kaison yang berusaha menjelaskan situasi yang sebenarnya.


Namun, dia tidak bisa melanjutkan perkataanya karena polisi itu langsung mengarahkan pistol tersebut tepat di kepalanya dan menyuruhnya untuk diam.


“Diamlah! Angkat tangan kalian dan berlututlah sekarang juga!” perintah polisi Vernon lagi yang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Jayden karena dia bisa menanyakan saat sudah berada di kantor polisi.


“Kalian bertiga saya tangkap dengan tuduhan merusak lokasi kejadian pembunuhan. Dan bahkan kalian bertiga bisa menjadi tersangka atas pembunuhan itu sendiri,” ujar Vernon sembari memborgol Jayden, Kaison dan Ansel.


“T-tapi, _....” Kaison berusaha memberi penjelasan, tapi ucapannya langsung di potong oleh Vernon.


“Kalian bisa memberi penjelasan ketika sudah berada di kantor polisi. Kalian juga bisa memanggil pengacara untuk membantu,” ujar Vernon yang tak mau mendengarkan apapun dari ketiganya.


Jayden, Ansel dan Kaison hanya bisa menuruti apapun yang polisi itu perintahkan kepada mereka. Lalu mereka bertiga langsung di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan tentang keberadaan mereka yang tengah malam berada di lokasi pembunuhan yang masih di pasangi garis polisi.


...****************...


Sesampainya di kantor polisi, mereka bertiga langsung di bawa ke sebuah ruangan dan di interogasi secara bersamaan.


Dan tidak lupa mereka di minta untuk menghubungi salah satu keluarga mereka untuk memberikan jaminan agar mereka bisa di bebaskan dari penjara.


Dengan sangat terpaksa Jayden harus menghubungi kakeknya, karena dari awal semua ini adalahnya idenya. Sedangkan Ansel dan Kaison hanyalah ikut membantu dan menemaninya saja.


“Sebutkan nama kalian satu persatu!” perintah polisi yang yang bertugas menginterogasi Jayden dan temannya.

__ADS_1


Semenjak mereka masuk ke dalam kantor polisi, mereka bertiga tidak melihat lagi polisi Vernon yang tadi menangkap mereka.


“Jayden Felix!” jawab Jayden terlebih dahulu dengan menampakan raut wajah malasnya.


“Saya Ansel Alvaro!” ujar Ansel dengan wajah imutnya yang sengaja dibuat-buat, sehingga membuat polisi yang sedang menginterogasi mereka menjadi merinding sendiri saat melihat sikap Ansel.


“Kaison Andreas!” seru Kaison yang sedikit merasa kesal karena harus berurusan dengan polisi, hanya merusak nama baiknya saja.


“Kenapa tengah malam kalian berada di lokasi pembunuhan itu? Apa yang kalian ingin lakukan di sana?”


Pertanyaan selanjutnya yang di lontarkan pada Jayden dan kedua temannya sambil mengetik keterangan mereka di komputer sebagai bukti.


Mendapat pertanyaan seperti itu, mereka bertiga malah hanya saling bertukar pandangan saja tanpa ada salah satu yang berniat menjawabnya.


“Kami hanya iseng ingin membuat video horor saja, Pak!” jawab Kaison berbohong sebab baik Jayden maupun Ansel tidak ada yang berniat menjawabnya.


“Kalian tahukan bahwa tempat itu masih terpasang garis polisi yang artinya tempat itu masih dalam penyelidikan polisi. Dan orang yang tidak berkepentingan seperti kalian di larang keras memasuki tempat itu karena dapat merusak lokasi dan barang bukti lainnya!” jelas polisi itu yang sedikit menaikan nada bicaranya.


“Maafkan kami, Pak! Kami tahu, kami bertiga sudah membuat masalah,” ucap Ansel menggunakan wajah cute nya agar tidak membuat masalahnya dengan polisi semakin runyam saja, jika dia membiarkan Kaison terus berbicara.


Apalagi Ansel yang terus saja memperhatikan dirinya dengan mata genit andalannya.


“Apakah kalian sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan itu?” tanya Jayden yang tiba-tiba saja membuka mulutnya di saat polisi yang menginterogasinya hendak pergi meninggalkan mereka.


“Belum! Apakah kau menemukan petunjuk atau bukti lain di tempat itu? Atau jangan-jangan memang kalian bertiga pembunuhnya!”


Polisi itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Jayden dengan tatapan menyelidik. Bukan hanya Jayden saja, bahkan Ansel dan Kaison juga di tatap dnegan tatapan yang sama.


Begitu mendengar pertanyaan Jayden yang sedari tadi hanya diam saja, namun tiba-tiba saja menanyakan pelaku pembunuhannya.


“Waah, … Jangan asal menuduh tanpa adanya bukti, Pak! Kami bisa saja menuntut anda atas pencemaran nama baik!” seru Kaison yang tidak terima dengan tuduhan polisi tersebut.


“Benar, Pak! Anak bak dan manis seperti kami, mana mungkin bisa melakukan sekeji itu,” sahut Ansel menambahkan.


“Lalu bagaimana dengan temanmu? Kenapa dia bertanya tentang siapa pembunuhnya,” ujar polisi itu masih dengan tatapan yang sama.


“Memangnya pertanyaan itu baru pertama kali anda dengar? Apa salahnya kami merasa penasaran dengan siapa pembunuhnya? Apalagi kami bahkan sudah jauh-jauh sampai di sini, masa bertanya seperti itu saja langsung di anggap sebagai pembunuhnya!” cecar Kaison yang dengan beraninya berdebat dengan polisi.

__ADS_1


Namun, ketika Kaison sedang asyik beradu mulut dengan polisi itu. Kakek Jhon ternyata sudah datang bersama dengan seorang pengacara yang akan mengurus jaminan untuk Jayden dan kedua temannya itu.


Jayden, Ansel dan Kaison di suruh menunggu sampai pengacara itu selesai mengurus semuanya sampai pihak polisi mengijinkan mereka sudah boleh keluar.


...****************...


Di saat pengacara mengurusi jaminan, Kakek Jhon menemui Vernon secara pribadi untuk membicarakan hal penting sekaligus menawarkan bantuan untuk menyelesaikan kasus pembunuhan itu yang sekaligus untuk membantu melatih cucunya yang baru saja mendapatkan kekuatannya kembali.


“Silahkan duduk, Tuan Jhon!” Vernon pun langsung mengenali siapa Kakek Jhon, dia pun memperlakukan Kakek Jhon dengan sangat ramah.


“Terima kasih, kau sudah mau menemuiku secara pribadi,” ucap Kakek Jhon.


“Maaf, kami terpaksa memanggil anda untuk datang ke tempat kami larut begini. Sebab cucu anda yang bernama Jayden dengan dua orang temannya membuat malasah dengan mendatangi lokasi pembunuhan yang sedang kami selidiki,” jelas Vernon.


Ilustrasi Tokoh, .....



^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2