Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Jayden, Ceo Muda Nan Menawan


__ADS_3

“Kai, kau menemukannya!” seru Jayden begitu mengerti apa yang sebenarnya sedang kau berusaha tunjukan kepada mereka.


“Emm, … Aku menemukan ini!” jawab Kai yang memperlihatkan sebuah profil seseorang yang mengenakan seragam kepolisian dengan pangkat jenderal bintang dua yang menjelaskan bahwa pria itu adalah salah satu orang penting.


“Bukankah dia yang ada di makam Kakek?”


Ansel langsung mengingatnya, tapi dia perlu kepastian dari kedua sahabatnya itu.


“Emm, … Benar sekali! Dia salah satu orang yang memiliki aura kegelapan yang mengelilinginya.” Jayden langsung membenarkan.


“Apa masih ingat bahwa aku sempat mengatakan kalau aku sepertinya mengenal salah seorang lagi di antara mereka,” ujar Kai.


“Benar, kau sempat mengatakan itu! Lalu bagaimana bisa kau mengenalnya?” tanya Ansel yang penasaran bagaimana seorang Kai bisa memiliki koneksi orang sehebat itu.


“Aku tidak mengenalnya, tapi aku pernah melihatnya sekilas ketika kita di tangkap dan di bawa ke kantor polisi oleh Vernon karena mendatangi apartemen Liona tanpa ijin. Saat itulah aku tidak sengaja melihatnya sedang bicara dengan Vernon dan sempat menyapa Kakek Jhon,” jelas Kai.


“Bukankah ini sangat aneh dan mencurigakan?” lanjut Kai menanyakan pendapat dari kedua temannya.


“Benar, melihat dari bagaimana proses dia menempati posisinya saat ini. Begitu juga dengan Menteri keuangan itu dan aura kegelapan yang mengelilingi mereka, sepertinya ini ada hubungannya dengan Lucifer dan pengikutnya.” Jayden sependapat dengan Kai.


“Kalian benar sekali! Pasti ini ada hubungannya dengan Seven Deadly Sins!” seru Ansel yang seketika bisa menyimpulkan semua pembicaraan itu.


“Kai, apakah kau bisa mencari tahu identitas yang lainnya?” tanya Jayden.


“Kau tahu sendiri, Jay! Aku tidak begitu ahli dalam hal itu, sebaiknya kau cari orang lain saja untuk melakukannya,” tolak Kai yang sadar diri akan kemampuannya.


“Sepertinya kita harus meminta bantuan Vernon untuk ini, Jay!” Ansel mengusulkan sebuah solusi.


“Dia sedang di sibukan dengan berbagai kasus yang ada beberapa hari ini. Apakah kalian yakin dia akan bersedia untuk membantu kita?” Jayden tampak ragu untuk meminta bantuan orang sibuk seperti Vernon.


“Apa salahnya mencoba menanyakannya lebih dulu!” ujar Kai yang sangat setuju dengan usulan dari Ansel.


“Baiklah! Aku akan mencoba menanyakannya lebih dulu,” sahut Jayden yang segera mengirim pesan kepada Vernon.


Beberapa menit ketiganya menunggu balasan atas pesan yang Jayden kirimkan. Akan tetapi, sama sekali tidak ada tanda-tanda pesan itu akan di balas, bahkan pesannya sama sekali belum di buka oleh Vernon.


Dalam pikiran ketiganya hanya ada satu kemungkinan, Vernon pasti saat ini sedang sibuk dengan kasus penemuan mayat di hutan, terbunuh Jackson dan kecelakaan Kakek Jhon.


“Sudahlah, dia tidak akan membalas pesannya malam ini. Sebaiknya aku istirahat saja, karena besok hari pertamaku menggantikan posisi Kakek di perusahaan,” ujar Jayden yang kembali membaringkan tubuhnya di ranjang hangatnya.


“Kau yakin akan mengambil alih posisi Ceo di perusahaan?” tanya Ansel memastikan keputusan Jayden.

__ADS_1


“Mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin membiarkan hasil kerja keras Kakek selama ini hancur begitu saja,” jawab Jayden sambil menutup matanya.


“Lalu bagaimana dengan kuliahmu yang belum selesai?” Kali ini Kai yang menanyakannya.


“Aku akan berhenti!” jawab Jayden yang terdengar keraguan di dalamnya.


“Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan akhirnya! Semoga kau menjadi Ceo terbaik di dunia ini,” ujar Kai yang segera mengalihkan topik pembicaraan.


“Emm, … Sebaiknya kalian juga istirahat sekarang! Bukankah besok kalian harus pergi kuliah lagi?” ujar Jayden mengingatkan kedua sahabatnya gar tidak begadang lagi.


“Emm, … Kami akan menyusul nanti! Kau tidur duluan saja,” sahut Ansel.


“Baiklah, selamat malam!” ucap Jayden.


“Emm, … Selamat malam juga untukmu!” balas Ansel.


“Semoga bermimpi indah, Jay!” imbuh Kai yang membuat sebuah senyuman indah terukir di sudut bibir Jayden.


...****************...


Jayden perlahan mulai terlelap dalam tidurnya. Siapa sangka perkataan Kai menjadi kenyataan untuk malam itu. Jayden kembali bermimpi, tetapi bukan mimpi buruk seperti yang sebelum-sebelumnya. Kali ini Jayden memasuki alam mimpi yang begitu indah.


“Ternyata memang mimpi indah!” gumam Jayden yang kembali tersenyum tipis begitu teringat dengan perkataan Kai sebelum dia terlelap.


“Suara merdu siapa ini?” Jayden mulai bertanya-tanya.


Tanpa sadar langkah kaki Jayden mengikuti sumber suara yang sangat merdu itu. Hingga Jayden sampai di depan sebuah rumah mewah, dia baru mengetahui bahwa nyanyian merdu itu berasal dari seorang wanita bangsawan yang tengah duduk di balkon lantai dua.


“Sangat indah dan membuat hatiku merasa nyaman,” gumam Jayden yang menatap takjub pada pemandangan yang di lihatnya saat itu.


Gaun biru wanita bangsawan itu terlihat sangat berkilau, rambut panjangnya yang terurai dengan aksesoris bunga mawar biru yang semakin menambah keindahan pemandangan itu. Namun sayang, Jayden tidak bisa melihat wajahnya sama sekali.


Tanpa sadar Jayden terus terpaku menatap wanita bangsawan itu sembari menikmati nyanyian merduanya. Hingga wanita itu tiba-tiba berdiri yang memperlihatkan perut besarnya. Benar, wanita cantik itu sepertinya sedang mengandung.


“Nak, jadilah anak yang membawa cahaya bagi umat manusia. Jangan pernah menjadi seperti ayahmu,” ujar wanita itu pada janin yang ada di perutnya.


Degh, ….


Saat mendengar itu, tiba-tiba jantung Jayden terasa terhenti. Napasnya sangat sesak dan air matanya terjatuh begitu saja.


Entah apa yang terjadi sebuah cahaya yang sangat menyilaukan memaksa Jayden untuk menutup matanya.

__ADS_1


Begitu dia membuka mata, Jayden sudah kembali ke dunianya. Benar, hari sudah berganti dan kini pagi sudah menyambutnya.


“Astaga, mimpi apa yang aku alami barusan?”


Jayden kembali bertanya-tanya, bahkan air mata itu adalah nyata. Dia benar-benar menangis di dalam tidurnya.


“Tunggu, dimana Kai dan Ansel? Apakah mereka sudah pergi kuliah?”


Jayden mulai menyadari bahwa kedua sahabatnya sudah tidak ada di dalam kamarnya.


“Sudahlah, sebaiknya aku bersiap untuk pergi ke perusahaan sekarang!” lanjut Jayden.


Dia pun mulai bersiap, biasanya Jayden hanya akan mengenakan hodie kesayangannya. Sekarang Jayden harus mengenakan setelan jas mahal dengan dasi yang membuatnya merasa sesak hanya sekadar untuk bernapas.


Jayden bahkan melewatkan sarapan paginya mengingat waktu yang dia miliki tidak banyak untuk sampai di perusahaan tepat waktu.


Dengan di antar oleh supir pribadinya, Jayden pun memulai harinya sebagai seorang Ceo. Begitu tiba di perusahaan, semua karyawannya sudah berjajar rapi untuk menyambut Ceo baru mereka.


Sang supir pun membukakan pintu mobilnya dan keluarlah sosok Jayden yang terlihat tampan, gagah dan menawan.


“Kau sedikit terlambat, Jay!”


“Kalian?”


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2