Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Membuka Segel


__ADS_3

“Lebih baik kita diam dan perhatikan mereka saja mulai sekarang,” lanjutnya menyarankan, sebab dia sudah terbiasa di abaikan oleh Ansel dan Jayden kalau sudah mengenai hal ghaib.


“Ta-tapi, _....”


“Sudahlah, percaya saja dengan kata-kataku,” potong Kaison ketika Vernon mencoba untuk memprotesnya lagi.


“Aku akan mencoba menghancurkan segelnya dengan kekuatan pedangku,” ujar Jayden yang sebenarnya merasa tidak yakin, melihat segelnya itu yang cukup kuat dan besar.


“Apa kau yakin bisa mengatasinya, Jay?” tanya Ansel memastikan.


“Setidaknya kita harus mencobanya, Ans!” jawab Jayden.


Dan benar saja, keberadaan mereka di abaikan oleh keduanya. Ansel pun merasa tidak yakin kalau Jayden bisa membuka segelnya kali ini melihat kekuatan segel tersebut yang begitu besar dari sebelumnya.


Tanpa memperdulikan Kaison dan Vernon yang sangat penasaran dengan apa yang mereka lihat saat ini, Jayden pun bersiap mengeluarkan pedangnya.


“Kalian menjauhlah sedikit dariku!” perintah Jayden yang mulai bersiap untuk mengeluarkan pedangnya dan mengumpulkan semua kekuatan yang dia miliki saat ini.


Ansel pun menuruti apa perkataan Jayden, begitu juga Kaison yang langsung menarik paksa Vernon untuk mundur menjauhi Jayden.


Seperti biasa tak perlu menunggu lama sebuah pedang dengan cahaya biru keemasan sudah muncul di tangan Jayden.


Pada saat yang bersamaan Ansel dan Kaison dapat melihat wujud segelnya dengan sangat jelas, begitu juga dengan Vernon yang terlihat sangat terkejut dan shock dengan apa yang baru di lihat olehnya.


Tanpa memperdulikan reaksi heboh Vernon, Jayden mulai mengayunkan pedangnya ke arah segel itu berada. Namun, setelah mencobanya berkali-kali segel tersebut masih tidak bisa di hancurkan oleh pedang Jayden.


Melihat Jayden yang sepertinya sudah kelelahan, Ansel pun menghampirinya untuk meminta Jayden berhenti sejenak.


Karena untuk menghancurkan segel itu sepertinya mustahil di lakukan dengan kekuatan Jayden yang sekarang


“Jay, sudah hentikan saja dulu! Kita coba mencari cara lain saja untuk menghancurkan segel itu,” saran Ansel yang kini sedang memegang tangan Jayden untuk menghentikannya.


“Tidak, aku akan terus mencobanya sampai segel ini hancur!” tolak Jayden yang langsung saja mengayunkan pedangnya lagi dan tanpa sengaja pedangnya malah melukai tangan Ansel hingga mengeluarkan darah.


“Auwhhh, ….” pekik Ansel yang merasakan perih pada lukanya.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Kaison yang langsung berlari menghampiri Ansel untuk memeriksa lukanya apakah cukup parah atau tidak, di ikuti Vernon di belakangnya.


“Astaga Dragon! Seharusnya kau lebih berhati-hati lagi saat memegang barang berbahaya,” ujar Vernon mengingatkan.


“M-maafkan aku, ... Akuu, _…” ucap Jayden yang sangat terkejut, karena tanpa sengaja telah melukai Ansel sahabat baiknya.

__ADS_1


“Tidak, Jay! Lihatlah pedangmu sekarang!” seru Ansel yang malah terus melihat pedang di tangan Jayden.


Awalnya pedang itu hanya bercahaya sekarang menjadi kobaran api yang cukup besar masih dengan warna biru keemasan yang menjadi ciri khasnya. Dan perubahan itu terjadi setelah pedangnya tak sengaja mengenai darah Ansel.


“A-apa yang terjadi?” tanya Jayden yang menjadi tergagap saking terkejutnya melihat perubahan pada pedangnya.


“Coba dengan darahku juga, Jay!” ujar Kaison yang ikut menawarkan dirinya, siap tahu dengan menggunakan darahnya juga berhasil.


“Apa kau yakin?” tanya Jayden yang masih merasa ragu kalau ini akan berhasil.


“Tentu saja,” jawab Kaison penuh percaya diri.


Lalu, tanpa aba-aba Kaison langsung menggenggam ujung pedang Jayden sehingga darah segar Kaison menetes pada pedang tersebut.


Jayden terkejut melihat aksi nekad dari Kaison, tapi lebih terkejut lagi melihat api di pedangnya semakin berkobar setelah mengenai darahnya.


“Hay, … Kau sudah gila ‘yah!” seru Vernon yang langsung menarik tangan Kaison menjauh dari pedang itu.


“Ini aneh? Tanganku tidak merasakan panas sama sekali, malah sebaliknya,” ujar Kaison.


Dan lebih anehnya lagi, Kaison tidak merasakan panas api yang di keluarkan pedang Jayden melainkan perasaan sejuk dan menenangkan pada hati dan pikirannya.


“Benarkah? Jadi, kau tidak apa-apa?” tanya Vernon yang sedikit meragukannya.


“Kalau begitu bukankah aku juga harus mencobanya!”


Melihat darah Kaison yang juga bereaksi pada pedang Jayden, tanpa ragu Vernon pun melakukan hal yang sama seperti Kaison.


Sesuai dengan dugaannya, darah Vernon juga bereaksi pada pedang jayden. Sehingga kobaran api berwarna biru keemasan yang ada pada pedang Jayden.


Kini bahkan semakin membesar hingga membuat tubuh Jayden juga mengeluarkan warna api yang sama seperti pedangnya.


“Waah, … Ini sungguh beneran berhasil!” seru Vernon yang semakin di buat takjub dengan pemandangan yang ada di depannya saat itu.


“Jay, cobalah sekali lagi!” ujar Ansel yang penuh keyakinan bahwa kali ini akan berhasil menghancurkan segel tersebut.


Jayden hanya menganggukkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dia siap untuk mencobanya sekali lagi.


Mendapat isyarat dari Jayden, Ansel dan yang lainnya kembali mundur menjauhi. Sementara Jayden sudah bersiap mengayunkan pedangnya pada segel yang berada tepat di depannya.


Karena mereka yakin dampak dari hancurnya segel itu pasti cukup berbahaya, jika mereka berdiri terlalu dekat.

__ADS_1


Saat kekuatan pada pedang Jayden mulai saling berbenturan dengan kekutan segel berbentuk kunci itu. Sebuah cahaya yang bercampur antara hitam dan keemasan terpancar ke seluruh penjuru.


Cahaya itu bahkan memaksa Ansel dan yang lainnya untuk menutup mata, karena terlalu menyilaukan.


Seketika Jayden dan yang lainnya hannya bisa menahan nafas mereka masing-masing sampai pancaran cahaya itu perlahan mulai menghilang.


Tampak jelas segel yang terpasang di tempat itu mulai retak dan detik berikutnya hancur menjadi serpihan debu yang melayang di udara.


Bahkan setelah segel itu telah hancur, mereka masih saja sulit untuk bernafas kerena menyaksikan pemandangan yang begitu mengerikan yang tersembunyi di balik segel yang sangat kuat itu.


“Apa ini semua?” ujar Vernon yang sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


“Terlihat seperti pemakaman masal,” sahut Kaison.


“Tidak, ini lebih tepatnya seperti tempat pembuangan mayat,” ujar Ansel.


Terlihat dimana-mana terdapat banyak sekali kerangka manusia yang kebanyakan adalah wanita, tapi sayangnya sangat sulit identitasnya untuk bisa dikenali.


Dan bau busuk yang sudah tercium dari kejauhan, ternyata berasal dari mayat-mayat itu yang sudah hampir menyatu dengan tanah.


“Oohh, ... ****! Apakah sekarang kita sudah sampai di neraka?” seru Kai dengan tatapan penuh tidak percaya dan berharap apa yang di lihatnya sekarang semuanya hanya ‘lah mimpi.


“Gila! Ini kuburan masal atau pembantaian masal?”


Ansel mulai merasakan mual yang luar biasa, karena bentrokan energi yang ada di sana. Aura yang begitu gelap mengelilingi tempat itu, tapi Ansel mencoba untuk menetralkan aura yang ada di sekitar tubuhnya dan teman-temannya saja.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2