Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Penemuan Menggemparkan


__ADS_3

“Ini tidak mungkin!” gumam Vernon yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihat oleh kedua matanya.


Sementara Jayden masih terpaku di tempatnya, dia yang pada dasarnya memang sangat penakut terus saja di hadapkan dengan hal-hal yang selama ini dia hindari dan tidak percayai. Banyak hal mengerikan yang harus dia lihat dan lalui semenjak kekuatannya di bangkitkan.


Di antara tumpukan banyaknya kerangka dan mayat manusia, terlihat sebuah rumah yang cukup besar dan sepertinya sudah sangat tua dan sepertinya bisa hancur kapan saja.


Bulu kuduk mereka sudah berdiri dengan tegaknya, tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takut mereka.


Jayden tanpa sadar hendak berjalan masuk ke rumah yang terlihat sangat angker itu, tapi Vernon langsung menghentikannya.


“Tunggu disini dulu!” ujar Vernon pada Jayden.


Dia kemudian mengambil walkie talkie dari dalam kantong jaket yang dia gunakan agar bisa menghubungi bawahannya.


Dan meminta bantuan dari kantor pusat mengenai penemuan banyak mayat itu. Sebagai salah satu anggota kepolisian tidak boleh bertindak gegabah.


Jayden hanya menatap diam pada Vernon yang sedang berusaha meminta bantuan kepada teman-temannya. Sementara, Kai dan Ansel juga tetap diam ditempat menuruti perkataan Vernon yang merupakan seorang detektif polisi.


“Lapor! Tim satu masuk!” ujar Vernon melalui walkie talkienya.


Vernon menghubungi orang-orang yang sedang memantau mereka dari tempat peristirahatan dengan menggunakan satu tangan, karena tangan yang satunya masih setia menggenggam tangan Jayden agar mencegahnya berbuat semaunya.


“Ya, silahkan masuk!”


Tim pemantau pun segera menjawabnya, dia segera mempersilahkan Vernon untuk segera melapor apa yang terjadi di lokasi.


“Segera minta bantuan kantor pusat untuk mengirim lebih banyak lagi pasukan berseta tim forensic yang lengkap. Perintahkan untuk segera masuk ke dalam hutan ikuti alat pelacak milikku. Kami telah menemukan banyak kerangka dan mayat manusia dengan jumlah yang mencapai puluhan. Tolong kirimkan bantuan secepatnya.”


Vernon pun menjelaskan situasinya secara singkat, sekaligus memberi perintah untuk segera menyusul dengan mengandalkan alat pelacak yang dia bawa.


“Baik, Pak! Akan segera kami laksanakan.” sahut tim pemantau dengan cepat.


Mereka pun langsung menghubungi kantor pusat untuk meminta bantuan seperti yang di perintahkan oleh Vernon. Mendengar bahwa banyak kerangka dan mayat manusia yang ditemukan mereka pun mengirim pasukan dalam jumlah yang sangat besar.


“Lebih baik kita menunggu sampai bantuan tiba.”


Vernon menyarankan, jika mereka memang ingin tetap memasuki rumah yang tampak sangat menyeramkan itu.


“Aku tidak ingin semua orang mengetahui tentang kekuatanku. Jadi, aku harap kau akan merahasiakan apa yang kau lihat hari ini. Oleh sebab itu, agar tidak membuat anak buahmu berada dalam bahaya aku harus memastikan situasinya terlebih dahulu,” jelas Jayden yang secara tidak langsung menolak saran dari Vernon.

__ADS_1


“Jika kau memang takut, tunggulah di sini sampai kami kembali. Itulah yang ingin Jayden katakan padamu,” ujar Kaison yang secara halus mengejek Vernon sebagai seorang penakut.


“Sepertinya aku yang ketakutan di sini, Kai!” sahut Ansel yang langsung bergelayut manja pada Kaison sembari menunjukan raut wajah imutnya.


“Yakh, … Ans, lepaskan aku sekarang!” seru Kaison yang berusaha menjauhkan dirinya dari Ansel.


“Kenapa? Aku sedang ketakutan sekarang?” tanya Ansel yang berpura-pura polos.


“Aku tidak mau ‘yah kalau sampai gossip seperti kemarin-kemarin tersebar lagi, hanya karena kelakuanmu yang seperti ini!” seru Kaison yang sedikit menaikan nada bicaranya.


“Hanya gossip murahan saja, memang apa pengaruhnya untukmu,” sahut Ansel yang menanggapinya dengan santai.


“Aish, … Kau ini, _....”


“Kenapa kalian berdua masih saja sempat bermain-main di tempat seperti ini!” bentak Jayden yang pusing melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.


“Baiklah! Aku akan merahasiakan semua kejadian tadi, tapi dengan satu syarat,” ujar Vernon yang tak bisa melepaskan kelemahan Jayden begitu saja.


“Katakan apa syaratnya?” tanya Jayden yang sangat tidak menyukai yang namanya ancaman.


“Selalu beritahu aku terlebih dahulu, apapun yang muncul di dalam mimpimu! Ceritakan semua yang akan kau rencanakan dan juga selalu libatkan aku dalam semua rencanamu. Itulah syarat dariku,” ujar Vernon yang tidak mau ketinggalan petualangan Jayden dan kedua sahabatnya itu.


“Bagaimana? Apakah kau setuju?” lanjut Vernon memastikan jawaban Jayden.


“Tentu, itu bukan masalah besar untukku semenjak aku memutuskan ingin menjadi polisi,” sahut Vernon penuh percaya diri.


“Kalau begitu, ayo kita masuk dan memeriksa rumah itu,” ujar Jayden yang memimpin perjalanan menuju ke rumah menyeramkan itu.


Vernon, Ansel dan Kaison pun mulai melangkahkan kaki mengikuti Jayden. Mereka terus melangkah dengan sangat berhati-hati agar tidak menginjak kerangka manusia yang berserakan tepat di sekitarnya.


Langkah kaki mereka terasa sangat berat, pasalnya bukan hanya harus berhati-hati dengan semua kerangka manusia itu.


Akan tetapi, mereka juga harus menahan bau busuk yang sangat menyengat hidung mereka. Di sisi lain, tekanan dari aura kegelapan yang memenuhi tempat itu juga sangat pekat.


Ketika hampir sampai di depan pintu rumah tersebut, mereka di kejutkan dengan kemunculan sosok seorang pria. Satu berpakaian serba hitam dengan rambutnya yang panjang, wajahnya terlihat sangat tampan bahkan terkesan manis dan baik hati.


“Siapa kalian?” Sebuah suara mengejutkan Jayden dan ketiga temannya.


“Aaakh, …” teriak Vernon spontan, karena terkejut sekaligus ketakutan.

__ADS_1


Brukk, …


Saking terkejutnya, Vernon bahkan sampai terjatuh di tumpukan mayat yang ada di sana. Beruntung, Vernon jatuh di tumpukan mayat yang hanya tinggal kerangkanya saja.


Bayangkan kalau dia sampai terjatuh di atas mayat yang sedang dalam proses pembusukan, tumpukan mayat yang penuh dengan lender dan juga belatung.


“Aduhhh, … Bokongku!” rintih Vernon sembari memegangi pantatnya yang terasa sedikit ngilu, karena tidak sengaja menduduki salah satu kerangka yang ada di sana.


“Bwahahaaa, …”


Kaison dan Ansel yang melihat Vernon terjatuh, bukannya membantunya berdiri mereka malah menertawakannya saja. mereka bahkan mengabaikan keberadaan dua sosok pria misterius itu.


Beruntungnya, Jayden tidak seperti kedua sahabatnya itu. Dia pun membantu Vernon berdiri dan menanyakan keadaannya.


“Kau baik-baik saja?” tanya Jayden sembari memeriksa kondisi tubuh Vernon.


“Terima kasih, sepertinya aku tidak apa-apa,” jawab Vernon seraya sedikit membersihkan tubuhnya.


“Kalian berdua bukannya membantu malah hanya menertawakan ku saja!” ketus Vernon pada Ansel dan Kaison yang masih tidak berhenti tertawa.


“Habisnya kau ternyata lebih penakut dariku,” ejek Kaison yang merasa sangat bahagia, karena bukan dia saja yang ternyata seorang penakut.


“Kalian berhentilah,” perintah Jayden penuh penekanan.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2