
Setelah itu, sambungan video itu seketika terputus. Jayden dan Kai segera memutuskan untuk kembali dan menemui Vernon. Tapi sayangnya, begitu berbalik Jayden dan Kai sudah di kepung oleh mahluk penghuni hutan itu. Sosoknya menyerupai manusia, tapi wajahnya sangat aneh dan mengerikan.
“Tuan kami tidak mengijinkan kalian untuk meninggalkan hutan ini,” ujar salah satu mahluk yang kulitnya berwarna hitam pekat dengan tanduk di keningnya.
“Siapa Tuan kalian?” tanya Jayden memastikan.
“Haish, … Siapa lagi kalau bukan Lucifer. Bukankah dia rajanya para iblis ini,” ujar Kai yang bersembunyi di belakang Jayden.
“Benar sekali! Tuan kami hanya Tuan Lucifer, tetapi yang memerintah kami untuk tidak membiarkan kalian meninggalkan hutan ini adalah Tuan Luzark sang kepercayaan dari Tuan Lucifer,” ujar iblis itu membenarkan perkataan Kai.
“Luzark?”
“Siapa lagi dia?”
“Seharusnya sebagai iblis yang baik dan tahu sopan santun, dia memperkenalkan dirinya secara langsung pada kami. Bukan hanya mengiring para cecunguknya ini,” cecar Kai yang mecoba membodohi para iblis itu.
“Hay, memangnya di dunia ini ada iblis yang baik dan mengerti sopan santun?” tanya Jayden yang menganggap serius perkataan Kai.
“Aish, … Bisa saja ada yang seperti itu! Manusia saja ada yang jahat dan baik, mengapa iblis tidak?” ujar Kai sekenanya.
“Ish, … Kau ini masih saja sempat-sempatnya bercanda di saat seperti ini! Lebih baik kita mencari cara untuk secepatnya keluar dari hutan ini dan menemui Vernon!” protes Jayden dengan kelakuan temannya yang satu itu.
“Ya sudah!” ujar Kai singkat sembari berjalan mundur menjaga jarak dari Jayden.
“Apa?” tanya Jayden yang kebingungan dengan maksud perkataan Kai.
“Apalagi memangnya? Cepat kau kalahkan mereka, dengan begitu kita bisa secepatnya keluar dari hutan ini untuk menemui Vernon,” jelas Kai yang malah menyarankan Jayden untuk bertarung saja.
“Hah? Kau ingin aku melawan mereka semua sendirian, begitu?” ujar Jayden dengan tatapan tak percaya dengan solusi yang di berikan oleh Kai.
“Tentu saja! Hanya kau memiliki senjata sakti di sini! Jadi, biarkan kali ini aku yang menjadi penontonnya saja.” Dengan santainya Kai melimpahkan para pasukan iblis itu pada Jayden.
“Awas saja kau, Kai! Tidak akan aku biarkan kau hanya menonton saja di sini,” gumam Jayden yang menyiratkan sesuatu melalui tatapan matanya pada Kai.
Tanpa buang waktu lagi, Jayden segera mengeluarkan pedangnya. Seketika itu juga tubuh Kai ikut bereaksi, seakan dia juga merasakan kekuatan yang aneh di dalam tubuhnya.
Tubuh Jayden dan Ansel sama-sama mengeluarkan aura, dimana itulah adalah kekuatan sihir mereka yang terhubung dengan kekuatan dari pedangnya.
“Jay, apa yang terjadi?” tanya Kai yang menyadari perubahan energi di dalam tubuhnya.
__ADS_1
“Cepat serang mereka!” seru pemimpin pada pasukan iblis itu.
“Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Kita bereskan ini dulu!” ujar Jayden yang harus focus menghadapi para iblis itu agar dia bisa secepatnya meninggalkan hutan dan menuju ke lokasi Vernon dan hantu Aira berada sekarang.
...****************...
Kita beralih sebentar pada Ansel yang sudah bersiap mengawal Suga menuju ke kediaman sang actor terkenal itu. Ansel pun memberitahu Vernon dan Jayden bahwa mereka saat ini sudah berada dalam perjalanan.
Namun sayangnya, hanya Vernon yang menanggapi pesannya itu. bahkan Vernon mengatakan bahwa Jayden dan Kai belum tiba di tempat Vernon hingga sekarang.
“Kami sudah berada di perjalanan! Bagaimana dengan Jay dan Kai? Apakah mereka sudah berada di tempatmu?” tanya Ansel melalui sambungan teleponnya dengan Vernon.
“Tidak! Mereka sama sekali belum sampai di sini, bahkan anak buahku yang bertugas di hutan juga kehilangan jejak mereka di dalam hutan,” jelas Vernon yang terdengar jelas dari suaranya bahwa dia sangat khawatir pada Jayden dan Kai.
“Aku sudah mencoba menghubungi keduanya berkali-kali, tapi tidak ada tanggapan dari mereka. Apa mungkin telah terjadi hal buruk pada mereka berdua?” ujar Ansel yang tidak bisa tenang.
Baik ponsel milik Jayden dan Kai juga tidak bisa di hubungi membuat, Ansel serta Vernon menjadi khawatir dengan keadaannya. Hantu Aira yang mendengar bahwa Jayden dan Kai tidak ada kabar, dia pun segera memeriksanya ke dalam hutan dengan teleportasi.
“Aku akan pergi untuk memeriksanya!” seru hantu Aira pada Vernon.
“Apa kau bisa menemukan mereka?” tanya Vernon memastikan.
“Baiklah, tapi kau juga harus berhati-hati!” ujar Vernon dengan terpaksa dia setuju dengan ide hantu Aira.
“Tentu saja!” sahut Hantu Aira yang langsung menghilang begitu saja.
“Hay, apa kau sedang berbicara dengan hantu Aira?” tanya Ansel memastikan tebakannya.
“Benar! Hantu Aira sudah pergi untuk memeriksa keadaan Jayden dan Kai di dalam hutan.” Vernon membenarkan tebakan Ansel.
“Segera kabari aku, jika kau sudah mengetahui keadaan mereka berdua!” ujar Ansel.
“Baiklah!” sahut Vernon. Setelah itu sambungan telepon keduanya pun terputus.
...****************...
Keadaan di dalam hutan, ….
Sesuai perkiraan, Kai bisa menempatkan kekuatan sihir yang terhubung dengan pedang Jayden kepada tinjunya. Kai akhirnya tidak hanya menonton, dia bahkan ikut bertarung bersama Jayden dengan sekuat tenaganya sesuai kemampuan yang dia miliki.
__ADS_1
Pertarungan Jayden bersama dengan Kai melawan pasukan iblis tingkat rendah terjadi dengan begitu sengit.
Mengingat dua anak manusia melawan puluhan iblis kelas rendah, dimana posisi Jayden dan Kai tidak begitu di untungkan karena hanya satu kekuatan dari ketujuh mata pedang yang baru bisa mereka bangkitkan.
“Jay, kita butuh rencana untuk mengalahkan mereka!” ujar Kai di tengah pertarungan yang membuat keduanya semakin terdesak.
“Kai, jadilah sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian mereka! Sisanya aku yang akan mengurusnya,” perintah Jayden yang memiliki sebuah rencana di kepalanya.
“Okay, aku akan mempercayakan hidup dan mati ku padamu!” sahut Kai yang hanya bisa mempercayai rencana Jayden, jika tidak ingin mati sia-sia di dalam hutan itu.
Rencana pun di terapkan, Kai memposisikan dirinya menyerang lebih dulu di depan Jayden. Di saat waktu yang tepat, Kai mengindari lawannya yang akan langsung di tebas oleh pedang Jayden.
Satu persatu para iblis itu terbakar, lalu menghilang begitu saja setelah terkena tebasan dari pedang Jayden.
“Kerja bagus, Jay! Tersisa sedikit lagi, ayo kita ubah strategi dan bereskan mereka sekaligus,” ujar Kai yang sudah kehilangan banyak tenaganya. Ternyata sebagai umpan sangat melelahkan dan menghabiskan banyak energinya.
“Caranya?” tanya Jayden.
“Kau tahu ‘kan cara kerja boomerang? Kita gunakan cara itu untuk membereskan semuanya sekaligus,” ujar Kai sedikit menjelaskan.
“Ide bagus!” sahut Jayden yang menerima ide itu penuh antusias.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...