Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Antara Nesehat dan Peringatan


__ADS_3

“Apalagi yang akan dia lakukan?”


“Belum cukupkah dia membunuh ratusan nyawa yang tak berdosa? Hiks, …”


“Aku tidak menginginkan apapun! Aku ingin pergi dari dunia ini. Tolong biarkan aku pergi, relakan ‘lah kepergianku! Hiks, … Hiks, ….”


Awalnya yang hanya merasa ketakutan, kini hantu Aira malah menangis terisak di dalam mobil.


Sudah pasti dia sangat mengenali pemilik aura kegelapan itu. Bahkan mungkin hubungan mereka pernah sangat dekat.


...****************...


Sementara di dunia bawah, Jayden dan kedua temannya sudah puas mendapatkan informasi penting dari Tuan Hades.


Kini mereka akan kembali ke dunia manusia lagi, tapi belum sempat Tuan Hades melakukan teleportasi pada Jayden dan kedua temannya.


“Apa kalian sudah cukup dengan semua pertanyaan itu?” tanya Tuan Hades yang bersiap mengantar tiga pemuda itu kembali ke dunianya.


“Jika ada pertanyaan lagi, kami pasti akan mengunjungi anda lagi,” ujar Kaison.


“Aish, … Kecuali kalau kau mati, maka kau bisa mengunjungi tempat ini lagi!” celetuk Ansel yang kesal sendiri dengan kelakuan Kaison.


“Terima kasih sudah menjelaskan pada kami tentang dunia yang nantinya akan kami hadapi ke depannya,” ucap Jayden yang mengabaikan kedua temannya yang gila itu.


Jayden lalu membungkuk memberi hormat pada Tuan Hades tanda terima kasihnya, Ansel dan Kaison yang langsung mengikutinya.


“Aku cukup merasa lega, karena kau sudah mulai bisa menerima takdirmu yang sekarang,” ujar Tuan Hades yang tersenyum tipis pada Jayden dan kedua temannya itu.


“Menolaknya pun tidak akan bisa! Yang bisa aku lakukan hanya menerima dan menjalaninya dengan baik saja,” sahut Jayden.


“Baiklah, sekarang aku akan mengantar kembali ke dunia kalian.”


Tuan Hades mulai menggerakkan tangannya, tapi terhenti karena tiba-tiba mereka kedatangan tamu tak terduga.


Malaikat maut tiba-tiba datang dan menghentikan mereka dan meminta Jayden serta kedua temannya itu untuk menemaninya minum teh terlebih dulu.


“Tunggu! Kenapa kalian pergi begitu cepat?” ujar Malaikat maut yang datang melalui portal.


“Malaikat Maut!” seru Kaison dan Ansel secara spontan.

__ADS_1


“Kenapa kau ada di sini? Aku bahkan sampai menyempatkan diri untuk datang ke sini. Bagaimana kalau kalian menemaniku berbincang sebentar di sini sambil minum teh?”


Malaikat maut terdengar sedikit memaksa ketiganya untuk tinggal di sana lebih lama lagi. Begitu juga dengan Tuan Hades yang menyadari bahwa ada yang ingin di sampaikan oleh Malaikat maut kepada ketiga pria itu terutama pada Jayden.


Akhirnya Jayden, Kaison dan Ansel kembali duduk di pavilion itu. Beberapa pelayan Tuan Hades kembali datang untuk memberikan seteko teh beserta camilan pendampingnya.


Tanpa membuang kesempatan, Ansel dan Kaison yang sudah kelaparan sejak tadi langsung saja melahap camilan itu.


“Kalian berdua sepertinya menyukai sekali makanan dunia bawah yang berasal dari bangkai tubuh manusia.”


“Huweek, … Uweeek, ….”


Candaan dari Malaikat maut yang membuat Ansel dan Kaison spontan memuntahkan makanan yang masih berada di dalam mulutnya. Lalu mereka juga segera meminum teh yang tersedia di hadapan mereka sampai tak tersisa.


Namun, lagi-lagi Malaikat maut mengerjainya dengan berkata, “Apa kalian tahu? Air apa yang baru saja kalian minum itu?”


“Memangnya apalagi ini?” tanya Kaison dengan raut wajahnya yang sudah terlihat panik.


“Yang kalian berdua minum barusan adalah air mata dan keringat para manusia yang di siksa di sini,” jawab Malaikat maut yang seketika membuat Kaison dan Ansel kembali merasakan mual yang luar biasa.


“Huweek, … Uweeek, ….”


“Hahahahaaa, … Kalian berdua mudah sekali di kerjai! Hahahaa, …”


Sang Malaikat maut tertawa puas melihat kedua pemuda itu berusaha mengeluarkan semua makanan yang baru saja masuk ke dalam perut mereka.


Ternyata memang semudah itu mengerjai manusia, pantas saja para iblis sangat suka melakukan pekerjaannya yaitu menggoda dan menyesatkan manusia.


“Aish, … Mana ada sosok Malaikat yang mengerjai manusia biasa!” protes Kaison dengan raut wajah kesalnya.


“Anda pasti bukan Malaikat, melainkan iblis yang menyamar sebagai malaikat,” imbuh Ansel yang tak kalah kesalnya dengan Kaison.


“Tolong hentikan candaan anda sekarang! Karena kami sudah terlalu lama di dunia bawah dan kami harus segera kembali ke dunia kami secepatnya,” ujar Jayden yang teringat tentang Vernon yang menangani penemuan semua mayat itu sendirian.


“Benar, mereka bertiga sudah menghilang terlalu lama. Pasti orang yang berseragam polisi itu khawatir karena tidak menemukan keberadaan mereka di mana pun.” Tuan Hades membenarkan ucapan Jayden.


“Baiklah, aku hanya ingin menyampaikan beberapa peringatan sekaligus nasehat kepadamu,” ujar Malaikat maut yang mulai bicara serius.


“Peringatan tentang apa?” tanya Jayden bingung.

__ADS_1


“Seperti yang ketahui dan mungkin Tuan Hades telah menjelaskan tentang awal mula terbentuknya pedang yang kau miliki saat ini,” ujar Malaikat maut.


“Kau harus selalu ingat bahwa bukan hanya iblis yang melakukan tujuh dosa besar. Namun, mereka juga akan mengajak manusia yang bermental lemah untuk turut melakukan ketujuh dosa tersebut,"


"Selain berhadapan dengan para iblis, kau juga akan berhadapan dengan manusia pengikut iblis,” sambung Malaikat maut menekankan di setiap kalimat yang dia ucapkan.


“Benar sekali! Aku lupa menyampaikan hal penting ini kepadamu!” Tuan Hades menyela pembicaraan.


“Iblis adalah mahluk yang penuh dengan siasat untuk mengajak para manusia menjadi pengikutnya. Entah itu dalam bentuk kesenangan, kesedihan, atau bahkan dengan menjanjikan sesuatu,"


"Mungkin kau tidak akan mengerti sekarang, tapi harap kau selalu mengutamakan akal dan kesabaran hatimu dalam menghadapi apapun,” nasehat dari Tuan Hades seolah menyiratkan sesuatu.


“Ingatlah, segala hal yang terjadi di dunia ini adalah takdir yang telah di tentukan sejak manusia itu lahir. Jadi, apapun yang terjadi ke depannya kau harus rela dan bersabar dalam menghadapinya. Dengan begitu hidupmu tidak akan goyah oleh hasutan iblis.”


Kali ini Malaikat maut yang memberikan nasehat untuk Jayden.


Jayden hanya diam, dia menyadari ada sesuatu yang di sembunyikan oleh kedua mahluk di hadapannya itu.


Semua perkataan itu bukan lagi peringatan maupun nasehat, melainkan petunjuk bahwa tidak lama lagi dia akan menghadapi kejadian besar yang kemungkinan akan membuat jiwanya goyah.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2