Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Pertemuan Hantu Aira & Jayden


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, Vernon dan hantu Aira akhirnya tiba di hutan sebelumnya.


Mereka langsung mencari keberadaan Jayden dan kedua temannya yang ternyata sedang menyantap makanan yang di siapkan oleh anak buah Vernon.


“Yaakh, … Kalian bertiga dari mana saja, Hah! Aku sangat cemas begitu mengetahui kalian menghilang tanpa jejak di dalam hutan penuh mayat itu!” cecar Vernon yang menghampiri ketiga bocah itu sambil menghela napas lega.


“Kami di culik Tuan Hades ke dunianya,” jawab Kaison sekenanya.


“Jadi, kalian bertiga benar-benar di bawa oleh Tuan Hades?” Vernon mencoba memastikan.


“Kau bertanya seolah kau sudah tahu kami pergi ke dunia bawah,” ujar Ansel yang mencurigai perkataan Vernon.


“Hantu Aira yang memberitahuku bahwa kalian mengikuti Tuan Hades ke dunianya. Awalnya aku tidak percaya, tapi melihat kalian yang kembali dengan selamat sepertinya itu benar,"


"Di tambah lagi Kaison juga mengatakan hal sama,” jelas Vernon yang membuat Jayden dan Ansel saling melempar pandangan bingungnya dengan hantu yang di maksud oleh Vernon.


“Sebenarnya aku tidak mau ikut, tapi Jayden yang menyeretku masuk melewati portal,” celetuk Kaison dengan mulut penuh makanan.


“Tunggu dulu! Siapa Hantu Aira? Apakah ada korban lain lagi?” tanya Jayden yang memang belum bertemu dengan sosok hantu Aira itu.


“Benar, bukankah semua roh yang tersegel di rumah kuno itu telah di amankan semua oleh Malaikat maut. Kami berdua menyaksikannya sendiri saat itu.”


Begitu juga dengan Ansel yang merasa janggal dengan keberadaan hantu lain itu.


“Kalian tidak bertemu hantu Aira?” tanya Kaison yang akhirnya ikut penasaran.


“Tidak! Kami memang melihat banyak roh yang tersegel, tetapi tidak tahu bahwa ada roh yang bernama Aira,” jawab Jayden sejujurnya.


“Benar, begitu segelnya terlepas. Semua roh itu langsung di bawa pergi oleh malaikat maut,” imbuh Ansel.


“Ada satu roh bernama Aira! Dia roh yang sangat cantik, bahkan sulit di bedakan dengan manusia bisa. Benarkan Pak Pol?” ujar Kaison bersikeras.


“Benar, dia bahkan mengikutiku terus sampai ke rumah sakit.”


Vernon membenarkan, lalu kemudian dia tersadar bahwa hantu Aira kembali menghilang. Padahal tadi sangat jelas bahwa hantu Aira masih mengikutinya dan mengatakan ingin bertemu dengan Jayden.


“Sungguh ada hantu cantik yang bernama Aira!” Vernon kembali menyakinkan Jayden dan Ansel.


“Benar, saat aku menemui kalian di ruangan itu sebenarnya aku ingin mengingatkan Jayden bahwa ada hantu cantik yang menyukaimu,” ujar Kaison membantu Vernon menyakinkan kedua temannya itu.


“Lalu dimana hantu yang kalian maksud sekarang?” desak Ansel yang ingin memastikan keberadaan hantu itu.

__ADS_1


“Dia tadi masih bersama denganku! Sungguh, dia tadi juga mengatakan ingin menemuimu, Jay!” ujar Vernon yang memperhatikan sekelilingnya untuk mencari sosok hantu Aira.


“Sudahlah, jangan di perdebatkan lagi! Kalau hantu itu memang ingin menemuiku, maka dia pasti akan datang dengan sendirinya.”


Menyadari bahwa perdebatan itu tidak akan selesai dengan mudah, Jayden pun menengahi semuanya untuk berhenti membahas soal hantu cantik itu.


Mereka pun terdiam, seperti yang di katakan Jayden percuma saja jika mereka mencoba mencarinya. Karena hantu akan datang dan pergi sesuka hatinya.


“Kemarilah! Kau juga belum makan, bukan?” Jayden menawarkan beberapa makanan yang ada di depannya kepada Vernon.


Vernon pun duduk di sebelah Jayden dan mulai menyantap makanan itu. Jayden, Ansel dan Kaison pun kembali melanjutkan acara makan mereka.


Awalnya mereka masih diam memikirkan tentang kebenaran adanya hantu Aira, hingga Jayden membuka pembicaraan.


“Apakah sudah ada mayat yang bisa di identifikasi?”


“Benar, Ada beberapa yang sudah di ketahui identitasnya! Mayat itu yang masih dalam proses pembusukan dan kami bisa mengenali identitasnya dengan barang-barang yang mayat itu kenakan,” jelas Vernon.


“Sepertinya akan sulit mengindetifikasi para mayat yang sudah tersisa tulang belulangnya saja,” ujar Ansel hanya sekadar menebaknya saja.


“Tidak sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya,” jelas Vernon sembari menikmati makanannya.


“Tentu saja berbeda! Proses identifikasi akan sulit jika tidak mengetahui caranya dan tidak memiliki alatnya, tetapi kemajuan teknologi kita saat ini mempermudah segalanya. Sedangkan memerlukan waktu lebih lama, sebab kita harus berulang kali memastikan kebenarannya.”


Vernon menjelaskan secara garis besarnya saja perbedaan keduanya.


“Maaf, aku ‘kan bukan anggota detektif kepolisian! Makanya tidak tahu,” ucap Kaison mencoba mencari alasan.


“Makanya kalau tidak tahu jangan ‘sok tahu,” sindir Ansel pada Kaison.


“Ouhya, … Apa yang Tuan Hades bicarakan denganmu? Apakah itu berkaitan dengan kekuatan pada pedangmu?” tanya Vernon yang juga penasaran apa yang terjadi pada Jayden selama berada di dunia bawah.


“Emm, … Seperti itulah! Kayaknya aku akan di hadapkan dengan petualangan panjang yang penuh dengan perjuangan,” jawab Jayden sembari menghela napas berat.


“Tenang saja, kau tidak sendirian! Aku akan membantumu sebisaku,” ujar Vernon menyemangati Jayden.


“Benar, selain ada Pak Pol! Ada aku dan Ansel juga yang akan selalu ada untukmu, Jay!” sela Kaison.


“Aish, … Panggil aku Vernon saja! Jangan PakPol, seperti yang di lakukan temanmu yang gila itu,” ujar Vernon yang merasa tidak nyaman dengan panggilan yang di berikan Kaison.


“Bukankah benar kau itu Pak Polisi! Pak Pol ‘kan hanya singkatannya saja supaya lebih mudah,” ujar Kaison membela diri.

__ADS_1


“Tapi aku tidak menyukainya,” protes Vernon.


“Baiklah, aku akan memanggilmu ‘Brother’ mulai dari sekarang,” ujar Kaison dengan santainya.


“Lihatlah, temanmu yang satu ini memang benar-benar sudah gila akut,” bisik Vernon pada Jayden.


“Kalau itu sudah sejak lahir, makanya kadang kami berdua tertular gilanya! Maka dari itu kau jangan terlalu dekat dengannya, soalnya gilanya bisa menular,” bisik Jayden balik yang tentu saja Kaison bisa mendengarnya dengan jelas.


“Kurang ajar kau, Jay! Kau memang teman laknat! Kemarilah, biar aku pukul kepalamu agar kita sama-sama gilanya!” seru Kaison yang beranjak dari tempat duduknya dann bersiap memukul Jayden.


“Hahahaa, …”


Jayden dan Ansel hanya tertawa melihat reaksi Kaison. Jayden lalu segera berlari untuk menghindari pukulan Kaison, hingga terjadi aksi kejar-kejaran layaknya anak kecil.


Namun, siapa sangka saat sedang asyik berlarian tiba-tiba sosok hantu gadis cantik muncul tepat di hadapan Jayden.


Hingga membuat Jayden spontan berhenti mendadak sampai terjatuh di atas tanah akibatnya tubuhnya yang tidak seimbang.


Akhirnya hantu Aira menampakan dirinya di hadapan Jayden, tapi raut wajah hantu Aira terlihat sedih tidak ceria seperti biasanya.


“Aku tidak menyangka kau akan tumbuh hingga sebaik dan sebesar ini! Wajah tampanmu sangat mirip dengan ayahmu, tapi syukurlah hatimu sangat mirip dengan ibumu,” batin hantu Aira ketika berhadapan langsung dengan Jayden.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2