Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Menjadi Kenyataan


__ADS_3

“Baiklah, kau juga harus berhati-hati,” pesan Ansel sebelum pergi.


“Tentu saja,” sahut Jayden.


Sebenarnya Jayden merasa sedikit trauma dengan yang namanya hutan, sebab mengingatkannya pada pertemuan pertamanya dengan sosok Lucifer.


Namun, tak butuh waktu lama Jayden sudah bisa menangani traumanya demi untuk mengawasi keselamatan nyawa Suga.


“Hay, … Ternyata kau mengawasinya dari sini!” seru Vernon sambil menepuk pundak Jayden dari belakang saat melihatnya sedang mengawasi Suga dengan serius. Dan sontak saja membuat Jayden melompat saking kagetnya berfikir bahwa hantu dengan wajah menyeramkan yang sedang mengganggunya.


“Astaga naga! Aku pikir kau setan tahu!”


Jayden setengah berteriak saat menyadari bahwa itu Vernon bukanlah sosok hantu yang seperti Jayden bayangkan sejak dia memasuki hutan.


“Beraninya kau mengatai seorang polisi sebagai setan! Apa kau ingin masuk ke kantor polisi lagi, Hah!” ujar Vernon yang tidak terima di katai setan oleh Jayden yang masih seorang mahasiswa saja sambil menarik telinga kiri Jayden.


“Iya, … Iya, … Lepaskan dulu telingaku sakit tahu!” pinta Jayden yang meringis kesakitan sambil memegangi tangan Vernon yang sedang menarik telinganya cukup kuat.


“Baiklah, aku akan memaafkan-mu kali ini.”


Vernon langsung melepaskan telinga Jayden sambil tersenyum puas melihat raut wajahnya yang kesakitan dan terlihat seperti anak kecil yang sangat menggemaskan.


Sementara, Jayden hanya bisa meringis kesakitan sembari memegangi telinganya yang memerah.


“Ukhhh, … Sakitnya,” gumam Jayden yang masih memegangi telinganya yang terlihat masih memerah karena ulah Vernon.


“Apa kau sedang mengawasinya sendirian?” tanya Vernon yang sudah memperhatikan sekeliling Jayden tapi tidak menemukan orang lain lagi.


Lebih tepatnya mencari keberadaan Ansel dan Kaison yang pasti selalu berada di samping Jayden seperti tiga serangkai.


“Tidak, aku bersama Ansel dan Kaison tadi,” jawab Jayden yang masih fokus mengawasi Suga dan Jackson yang sedang melakukan syuting adegan perkelahian di tengah hutan.


“Lalu dimana mereka sekarang?” tanya Vernon yang tidak melihat keberadaan Ansel dan Kaison dari tadi.


“Hay, lihatlah ini!” seru Jayden yang tak memperdulikan pertanyaan Vernon tentang Ansel dan Kaison, dia menunjukan sesuatu yang aneh di lokasi syuting sekarang.


“Ada apa?” tanya Vernon yang langsung mendekat karena penasaran dengan apa yang jayden lihat saat ini.


“Coba kau perhatikan orang yang berperan sebagai pemberontak itu, lebih tepatnya orang yang berada di belakang yang sedang berdiri dengan sebuah pedang di tangannya!” jelas Jayden menunjuk orang yang dia maksud agar Vernon juga bisa melihatnya dengan seksama.


“Sialan…. Itu adalah pedang asli!” seru Vernon yang segera berlari untuk menghentikan pembunuhan itu.

__ADS_1


“Hay, kalian semua menjauh dari orang itu!” teriak Jayden yang memberitahu semua orang di lokasi syuting.


Mengetahui bahwa sang pembunuh sudah mulai beraksi, Jayden juga segera berlari sambil berteriak memberitahu semua orang yang berada dekat dengan sang pembunuh untuk berhati-hati dan segera menghindar dari tempat itu.


Mendengar bahwa mereka semua sedang berada dalam bahaya, para pemeran pengganti yang memiliki keahlian bela diri berusaha untuk menghentikan sang pembunuh dan melindungi pemeran utama yaitu Suga dan Jackson.


“Aish, … Sial! Kenapa dia cepat sekali menyadari keberadaan ku,” umpat orang itu yang ternyata adalah Lucas.


Namun, keahlian mereka tetap tidak bisa menghentikan aksi sang pembunuh yang terlihat sangat ahli dalam penggunaan pedangnya.


Pada akhirnya mereka mengalami luka yang cukup parah akibat sabetan pedang dari sang pembunuh yang sedang menargetkan Suga.


Sementara itu, saat Vernon dan Jayden yang masih berlari karena tempatnya cukup jauh dari tempat pengawasan mereka tadi. Akibatnya orang yang berusaha menahan Lucas mendapat beberapa luka yang cukup fatal.


Kini sang pembunuh sudah berdiri tepat di depan Suga dengan pedang yang sudah berlumuran darah ditangannya.


“Apa yang sudah terjadi di sini?” tanya Ansel yang terkejut melihat keadaan sudah sangat kacau.


“Aish, … Kita kecolongan, Ans!” sahut Kaison.


“Kau tunggu di sini! Aku akan mencoba menghentikan bajingan gila itu,” lanjutnya yang melihat Suga sedang dalam bahaya.


Ansel dan Kaison yang baru saja kembali dari buang air kecil sangat terkejut melihat banyak orang yang tergeletak di tanah dengan luka yang cukup parah.


Kaison langsung berlari sambil tangannya mengambil sebuah pedang asli yang hanya di gunakan untuk pajangan saja di dalam pembuatan film.


Tapi sayang Kaison sedikit terlambat, pembunuh itu sudah mengayunkan pedangnya. Beruntung, Suga bisa sedikit menghindar sehingga luka tusukan pedang itu tidak terlalu dalam menembus perutnya.


Dan dengan gerakan cepat Kaison langsung menyerang sang pembunuh yang membuat pembunuh itu langsung menarik pedangnya kembali dari perut Suga.


Setibanya Jayden dan Vernon, mereka langsung memeriksa keadaan Suga. Sementara Kaison yang sedang beradu pedang dengan sang pembunuh, Jayden dan Vernon sadar bahwa mereka kehilangan Jackson.


“Apa kau masih bisa bertahan?” tanya Jayden pada Suga.


“Se-sepertinya,” jawab Suga sembari menahan rasa sakit di perutnya.


“Syukurlah, luka tusukannya tidak terlalu dalam,” ujar Vernon yang telah melihat lukanya secara sekilas.


“Apa yang terjadi selama aku dan Kaison pergi?” tanya Ansel yang ikut menghampiri Suga.


“Seperti yang kau lihat,” sahut Vernon.

__ADS_1


“Tunggu dulu, dimana Jackson sekarang?” tanya Jayden yang menyadari bahwa dia tidak melihat keberadaan Jackson di area syuting.


“Gawat! Kita harus menemukannya secepat mungkin,” ujar Vernon yang juga baru menyadarinya, dia pun segera pergi untuk mencari keberadaan Jackson.


“Ans, urus semuanya di sini!” perintah Jayden yang segera menyusul Vernon.


Mereka pun langsung berlari masuk kedalam hutan, dengan jarak yang cukup jauh dari tempat Jayden dan Vernon berdiri terlihat jelas tubuh Jackson yang sudah tergeletak di tanah dengan leher yang hampir putus.


“Kita terlambat,” ujar Vernon dengan lemas.


“Dia membunuhnya sama persis dengan mimpiku,” gumam Jayden yang juga sangat terkejut dengan pembunuhan tragis itu.


“Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Mungkin ini sudah menjadi salah satu bagian dari takdir hidupnya,” ucap Vernon yang mencoba sedikit menghibur Jayden.


“Dia berhasil mengecohku,” ujar Jayden yang teringat dengan penyamaran Lucifer.


“Siapa?” tanya Vernon yang merasa penasaran siapa yang tengah di maksud oleh Jayden.


“Aku harus menjadi lebih kuat untuk bisa melawannya,” gumam Jayden yang membulatkan tekad.


Melihat posisi Jackson terbunuh saat ini, Jayden baru menyadari bahwa dia melupakan sesuatu yang sangat penting dalam mimpinya yaitu lokasi dan juga bagaimana pembunuhan itu di lakukan.


Jayden melupakan semua itu karena kemunculan Lucifer yang menyamar sebagai manusia yang mendekati Suga yang memang rencana untuk membuat Jayden tidak bisa fokus sehingga mudah terkecoh seperti sekarang.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2