
Karena mereka bertiga sudah sepakat untuk membicarakan terkait mimpi mereka. Akhirnya mereka meminta polisi itu untuk mengantar ke kediaman Felix. Selesai mengantar ketiganya, polisi itu segera pergi setelah menyapa Jhon Felix sebentar.
“Ouh, … Kakek sudah pulang?” tanya Jayden yang begitu turn dari mobil polisi itu langsung di sambut oleh kakeknya.
“Hallo, Kakek!”
Spontan Kai dan Ansel langsung membungkuk memberi hormat kepada Kakek Jhon. Begitu juga dengan polisi yang mengantar mereka mengingat Kakek Jhon memiliki status yang cukup tinggi di daerah tempatnya bertugas.
“Apa kabar, Tuan Jhon?” sapa polisi itu yang menanyakan kabar Kakek Jhon sebagai formalitas belaka.
“Aku baik!” jawab Kakek Jhon singkat.
“Aku dengar ketiga bocah ini menemukan tempat yang sangat menggemparkan?” sambungnya yang ingin memastikan sendiri informasi yang dia dapatkan dari orang suruhannya.
“Benar, Tuan Jhon! Kami sangat berterima kasih kepada cucu anda dan kedua temannya ini yang berhasil membantu kami memecahkan beberapa kasus orang hilang,” jelas polisi itu.
“Ouh, … Jadi, kali ini mereka bertiga tidak mengacau?” tanya Kakek Jhon memastikan kembali.
“Benar, Tuan Jhon! Maaf, saya harus ijin pergi sekarang! Karena saya harus kembali bertugas,” pamit polisi itu.
“Baiklah! Terima kasih sudah mengantar cucuku dan kedua temannya ini,” ucap Kakek Jhon yang mengerti situasi polisi itu.
“Kalau begitu saya ijin undur diri!” ujar polisi itu.
Kemudian, polisi itu langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Felix.
Setelah kepergian polisi itu, Kakek Jhon pun menyuruh Jayden dan temannya untuk masuk ke dalam karena ada beberapa hal yang perlu dia tanyakan.
Kini, mereka semua sudah duduk di ruang tamu. Kakek Jhon masih tetap diam, sampai para pelayan selesai menyiapkan teh beserta camilannya.
Melihat kakeknya yang tetap diam, Jayden dan kedua temannya pun tidak berani bersuara sedikitpun. Mereka takut bahwa kejadian hari itu di artikan bahwa mereka membuat masalah yang sangat besar.
“Jay!” panggil Kakek Jhon yang mulai buka suara.
“Iya, Kakek!” sahut Jayden sedikit mendongakkan wajahnya menatap wajah Kakeknya.
“Bagaimana kau bisa mengetahui rencana pembunuhan itu?” tanya Kakek Jhon yang terkesan seperti sedang menginterogasi Jayden dan kedua temannya.
“Melalui mimpi, Kek! Sama seperti pembunuhan yang terjadi pada Carol Liona, aku mengetahui mengenai rencana pembunuhan Jackson Wang dan Lee Suga juga melalui mimpi,” jelas Jayden yang tidak peduli Kakeknya akan mempercayai ucapannya atau tidak.
__ADS_1
“Apakah kau mengalami mimpi itu, sejak kekuatan dan pedangmu terbangkitkan?” Kakek Jhon memastikan.
“Benar, Kakek! Setiap aku bermimpi, aku selalu bertemu dengan pria yang sama! Dia selalu mengenakan jubah hitam yang menutupi wajahnya. Aku bahkan pernah bermimpi tentang asal mula pedang ini dan Lucifer.” Jayden kembali menceritakan apa yang selama ini di alami.
“Apa kau tidak mengenali pria berjubah hitam itu sama sekali?” Kakek Jhon kembali memastikan.
“Tidak, Kakek!” jawab Jayden.
“Kakek, kami bertiga juga bertemu dengan Tuan Hades dan Malaikat Maut!” seru Kai yang ikut bersuara.
“Kalian juga bertemu mahluk seperti mereka?”
Terlihat Kakek Jhon sangat terkejut begitu mengetahui bahwa Jayden bahkan berhubungan dengan dunia setelah kematian.
Hal itu membuat Kakek Jhon semakin penasaran, sebenarnya siapa cucunya itu dan bagaimana asal usulnya. Sebab Putra dan menantunya tidak mengatakan apapun terkait tentang asal usul Jayden.
“Iya, Kek! Kami bahkan di ajak mengunjungi dunia bawah oleh Tuan Hades.” Kai langsung membenarkan.
“Apa yang Tuan Hades bicarakan dengan kalian?” Kakek Jhon semakin penasaran.
“Dia hanya memberitahu tentang asal usul pedang Jayden dan cara untuk membangkitkan ketujuh mata pedangnya. Dan beberapa memberi nasehat yang terdengar seperti sebuah peringat agar aku tidak tersesat dalam hasutan iblis,” jelas Jayden.
“Hantu Aira? Siapa lagi itu?” Kakek Jhon semakin tidak mengerti apa yang telah terjadi.
“Kami juga tidak tahu, Kek! Tapi hantu Aira terus bersikeras untuk mengikuti Jayden,” jelas Kai.
“Hantu Aira?” Kakek Jhon tampak bingung, karena dia tidak melihat apapun yang mengikuti cucunya.
“Iya, Kek! Dia hantu cantik yang manis, karena Jayden melarangnya. Makanya dia sudah tidak mengikuti kami lagi,” ujar Kai.
Kakek Jhon terdiam, dia sedang mencerna dan memahami apa yang anak-anak itu ceritakan kepadanya.
Dia memang tidak mengetahui apapun tentang hantu Aira, tapi sepertinya Kakek Jhon menyadari bahwa mimpi yang di ceritakan Jayden bukanlah sebuah mimpi biasa melainkan sebuah petunjuk.
“Jay, apakah sampai sekarang kau masih bermimpi seperti itu?” tanya Kakek Jhon kembali memastikan.
“Iya, Kek! Baru saja aku bermimpi pria yang mengenakan jubah itu lagi! Namun, kali ini bukan hanya aku saja yang bermimpi seperti itu, Kai dan Ansel juga berada mimpi yang sama,” jelas Jayden yang merasa Kakeknya mengetahui sesuatu.
“Apa yang ada di dalam mimpi kalian?” tanya Kakek Jhon yang mulai penasaran.
__ADS_1
“Kecelakaan yang sangat besar dan tragis, karena ulah salah satu anak buahnya.” Kaison menjawabnya dengan cepat.
“Tapi sebelum kami melihat kecelakaan itu, kami seperti berada di mimpi yang berbeda. Benarkan, Jay?” ujar Ansel menambahkan.
“Benar sekali! Apakah kedua mimpi itu saling berhubungan, Kek?” tanya Jayden menanyakan pendapat dari Kakeknya.
“Kakek tidak tahu! Tapi yang bisa Kakek simpulkan dari cerita kalian. Itu bukanlah mimpi biasa, melainkan petunjuk untuk kalian agar bisa menghentikan kejadian tragis itu,"
"Sedangkan bagi pria berjubah itu, hanya berniat mempermainkan kalian. Sebab mereka percaya kau tidak akan bisa menghentikan apa yang akan mereka lakukan,” ujar Kakek Jhon.
“Jika kau ingin menghentikan kejadian itu, maka kuatkan yang ada di sini!” tambah Kakek Jhon menunjuk pada dada tempat hatinya berada.
“Kau tidak akan pernah bisa menjadi kuat, tidak akan bisa menghentikan kekejaman mereka. Jika hatimu masih penuh dengan keraguan. Hatimu belum menerima identitasmu yang sekarang, maka kekuatan pada pedangmu tidak akan pernah menyatu dengan kekuatan yang ada pada tubuhmu,” sambung Kakek Jhon yang membuat Jayden langsung terdiam, begitu juga Kai dan Ansel.
Dari perkataan sang Kakek, Jayden menyadari bahwa selama ini hatinya belum bisa menerima dirinya yang sekarang. Jayden yang memiliki kekuatan dan misi khusus untuk menyelamatkan kebaikan yang ada di dunia ini.
Dari perkataan Kakek Jhon juga, Kai dan Ansel menyadari bahwa selama ini dia menemani Jayden bukan karena mengikuti kata hati mereka.
Akan tetapi mengikuti pikiran mereka yang mengatakan bahwa jika bersama dengan Jayden akan sangat menyenangkan.
Itulah penyebab utama mereka tidak bisa menyelamatkan Jackson Wang dari pembunuhan itu. Segala sesuatu yang di putuskan dan di lakukan tanpa mengikuti kata hati, maka hasil yang tersisa adalah sia-sia.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...