
Dengan menggunakan teleportasi Jayden segera menyelamatkan hantu Aira dengan menangkis serangan yang Luzark tunjukan.
Meski Jayden masih merasa kesal karena hantu Aira masih menyembunyikan sesuatu yang sangat penting darinya. Entah mengapa Jayden tidak bisa membiarkannya terluka begitu saja.
“Lawanmu adalah aku! Mengapa kau mengincar sosok yang lebih lemah darimu,” ujar Jayden sembari tersenyum meremehkan pada Luzark.
“Lemah katamu? Apakah dia belum memberitahu identitasnya yang sebenarnya?” Tampak Luzark mengernyitkan keningnya dan menatap pada hantu Aira dengan bingung.
“Sejak kapan adikku ini pintar menyimpan sebuah rahasia? Apalagi rahasia yang sangat besar seperti ini!” ujar Luzark yang menunjukan senyuman penuh arti pada hantu Aira yang hanya diam menatapnya.
Jayden tampak bingung dengan pembicaraan keduanya, apalagi ketika Luzark menyebutkan hantu Aira sebagai adiknya. Jujur saja, kini ada perasaan ragu di hati Jayden untuk mempercayai hantu Aira setelah apa yang dia dengar secara langsung dan tiada penolakan atau sanggahan dari hantu Aira sendiri.
“Aku sangat menyayangimu sebagai adikku, bahkan melakukan banyak hal gila agar bisa mempertahankan hidupmu. Namun, apa balasanmu padaku, _....”
“Aku tidak pernah memintanya! Bahkan menjadi adikmu pun aku tidak pernah memintanya. Jika memang bisa aku memilihnya, aku tidak akan pernah mau memiliki Kakak yang bersekutu dengan iblis!” potong hantu Aira dengan deraian airmata.
“Sialan! Benar yang dikatakan oleh Tuanku, jika aku tidak membunuhmu sekarang maka aku akan menyesalinya suatu hari nanti,” umpat Luzark yang kembali bersiap untuk membunuh hantu Aira.
Sontak Jayden tanpa sadar kembali menangkis serangan tersebut. Entah apa alasannya, Jayden sendiri tidak menemukan jawabannya. Hanya saja Jayden tidak bisa melihat hantu Aira terluka sedikitpun. Luzark yang tidak ingin membuang waktu lagi menggunakan segala cara untuk dapat menyentuh hantu Aira.
Namun siapa sangka Jayden begitu melindungi hantu Aira dengan segenap kemampuannya. Hingga pertarungan sengit terus terjadi antara Jayden dan Luzark.
Kemampuan bertarung Jayden pun semakin meningkat di tambah dengan kekuatan pedangnya yang kini bisa memiliki empat mata pedang sekaligus.
“Kenapa kau masih saja melindungi? Bukankah dia menyimpan banyak rahasia darimu?” ujar Luzark yang mencoba memprovokasi Jayden.
“Bukan urusanmu!” sentak Jayden yang tidak mudah terkecoh.
__ADS_1
“Hahahaa, … Mau aku beritahu salah satu rahasia besar yang dia sembunyikan darimu?”
Namun Luzark tidak menyerah begitu saja dan terus mencoba memprovokasi Jayden agar berhenti melindungi hantu Aira.
“Sudah aku katakan bahwa itu bukan urusanmu! Bukankah kau berhutang sebuah nyawa padamu, maka aku hanya perlu menagih yang satu itu,” ujar Jayden yang dengan mudah mengembalikan keadaan.
Benar, Jayden tidak akan pernah siapa pembunuh sang Kakek tercintanya. Apalagi sekarang pembunuh sang Kakek masih dalam keadaan baik-baik saja berdiri tepat di sebelahnya seolah tidak merasa bersalah sedikitpun.
Kini Jayden sudah tidak lagi menangkis serangan Luzark yang berusaha membunuh hantu Aira. Akan tetapi, Jayden yang balik menyerang Luzark hingga lawannya itu tampak sangat terintimidasi. Namun Jayden tidak peduli, jika [pun Luzark mati di tangannya hari ini dia malah akan merasa sangat lega.
Semakin perasaan tidak terima itu muncul, maka semakin meningkat pula kemampuan bertarung Jayden serta kekuatan pedangnya.
Dalam hitungan detik, Jayden terus menyerang Luzark dengan terus mengganti mata pedangnya. Hal itu sontak membuat Luzark kesulitan untuk menahannya.
Hal yang sama harus di rasakan oleh Lunar dan Lucas, dimana keduanya tidak menyangka bahwa ksatria pelindung Jayden memiliki kemampuan bertarung yang sangat tinggi.
Ansel dengan menggunakan taktik dari otak cerdasnya. Sedangkan Kai yang gunakan otot tubuhnya yang selalu dia latih setiap harinya.
“Kenapa kau diam sekarang?” ejek Jayden.
“Apa kau terkejut sekarang? Ingatlah, ini hanya permulaannya saja! Apa kalian pikir aku masih bisa diam saja dengan apa yang telah kalian perbuat?” sambung Jayden dengan penuh penekanan tanpa menghentikan serangannya pada Luzark.
“Hah? Memang apa yang kami lakukan?” tantang Luzark.
“Kami hanya memberikan apa yang para manusia bodoh itu inginkan dan sebagai balasannya kami meminta sebuah pengorbanan. Bukankah yang bersalah di sini adalah manusianya, bukan kami bangsa iblis,” Lanjut Luzark yang membalas ejekan Jayden.
“Sepertinya kau sedikit lupa diri? Kau juga salah satu dari manusia bodoh itu dengan mengorbankan jiwamu sendiri kepada iblis!” seru Jayden, hingga membuat Luzark seketika terdiam dan pertarungan di antara keduanya sejenak langsung terhenti.
__ADS_1
“Karena kebodohanmu, apakah kau ingat sudah berapa banyak manusia tak bersalah yang telah kau korbankan?” cecar Jayden menatap lekat penuh waspada pada Luzark.
Melihat pertarungan antara Luzark dan Jayden terhenti yang lainnya pun ikut terhenti. Jayden merasa ada yang aneh dengan sikap Luzark langsung saja memang pagar pelindung pada hantu Aira. Namun, ketika Jayden hendak memasang pagar pelindung juga untuk orang-orang yang ingin dia selamatkan.
Tiba-tiba saja Luzark menyerangnya dan serang itu hampir saja berhasil mengenai Jayden, jika saja Ansel tidak mengorbankan dirinya untuk melindungi Jayden.
“Akh, … Uhuuk, …”
Darah segar Ansel muntahkan bersamaan dengan rintihannya yang menahan sakit pada bagian dadanya yang terkena serangan tersebut. Sontak Kai dan Jayden pun terkejut melihat aksi nekat sahabatnya itu.
Jayden segera bergegas untuk menghampiri tubuh Ansel yang sudah tergeletak lemas di tanah. Kai juga berniat untuk menghampirinya, akan tetapi Jayden tidak mengizinkannya dan menyuruh Kai untuk tetap melindungi orang-orang itu.
“Kai tetap di tempatmu dan lindungi mereka!” seru Jayden ketika melihat Kai berniat menghampirinya.
“Kenapa suka sekali ikut campur urusan orang lain, tetapi jika urusanmu yang kami ganggu kau tidak terima!”
Luzark kembali mengejek Jayden melalui kata-katanya, tapi Jayden tidak menggubrisnya sama sekali. Jayden malah mengisyaratkan kepada Hantu Aira untuk mendekat padanya.
Dan tanpa buang waktu, hantu Aira langsung berlari menghampiri Jayden dan Ansel. Detik itu juga Jayden kembali memasang pagar pelindung yang lebih kuat dari sebelumnya.
“Tetap di sini dan jaga Ansel dengan baik!” pesan Jayden yang terpaksa harus mempercayakan Ansel pada hantu Aira.
Kemudian, Jayden kembali bangkit dan berjalan mendekati Kai dan orang-orang yang menjadi pengikut Lucifer. Jayden pun memasangkan kabar pelindung pada mereka, hingga membuat Luzark tentunya tidak akan tinggal diam saja melihatnya.
Saat itu juga Luzark, Lunar dan Lucas kembali melakukan penyerangan secara bersamaan. Jayden dan Kai akhirnya harus bekerjasama untuk menghadapi ketiga iblis dari kepercayaan Lucifer itu mengingat Ansel yang kini sudah terluka.
“Orang yang paling berkuasa di negeri ini! Dia ‘lah pengikut setia Lucifer yang sebenarnya!” seru Austin yang membuat perhatian Jayden dan Kai sedikit teralihkan.
__ADS_1
Bersambung, ....