Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Ending


__ADS_3

“K-kau, … Uhuk, … Rahasia pedang itu ada, … Uhukk, … Ada di dalam dirimu! Uhukk, … Uhukk, … Keselamatan mereka dan dunia ini hanya ada dalam dirimu, Anakku!”


Selesai membisikkan kalimat itu perlahan tubuh hantu Aira berubah menjadi serpihan cahaya yang menyala dengan terang di tengah gelapnya dunia, karena ada gerhana matahari total dan kekuatan iblis yang berkuasa.


Siapa sangka ketika Jayden yang lainnya sedang lengah, Luzark dan rekan-rekannya malah menyerang mereka tanpa ampun.


Terlihat Ansel, Kai, Vernon, Chary dan Ligen mengalami luka yang cukup serius karena serangan dadakan yang membuat mereka tidak siap untuk menghindari ataupun menangkisnya.


“Kau, … Beraninya kau membunuh Ibuku tepat di depan mataku!” geram Jayden yang berhasil menangkis serangan Luzark dengan pedangnya.


“Kau membunuhnya untuk ke berapa kalinya, Hah?” bentak Jayden yang menatap tajam pada Luzark.


Lucifer pun memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh Jayden. Akan tetapi, Jayden bisa menangkis serangannya meski tubuhnya harus terdorong kuat sampai menabrak salah satu bangunan yang ada di sana.


“K-kau, … Uhuk, … Rahasia pedang itu ada, … Uhukk, … Ada di dalam dirimu! Uhukk, … Uhukk, … Keselamatan mereka dan dunia ini hanya ada dalam dirimu, Anakku!”


Sekilas perkataan terakhir yang hantu Aira bisikan terus terngiang di kepala Jayden. Seolah perkataan itu menuntunnya untuk menemukan sebuah jawaban yang sedang dia cari selama ini.


Jayden sejenak memejamkan matanya, dan tak lama kemudian dia berkata, “Rahasia kekuatan tujuh mata pedang sejak awal hanya ada di dalam diriku!”


“Benar, tujuan hidupku adalah untuk membuktikan kebenaran ramalan itu,” lanjutnya yang menatap tajam pada sosok Lucifer dan antek-anteknya.


“Pergilah, ambil apa yang menjadi bagianmu dan setelah itu aku akan menyerahkan jiwaku padamu!” ucap Jayden pada pedangnya..


Dalam sekejap mata pedang yang awalnya masih berada di tangan Zein seketika melesat menembus tubuh Luzark serta iblis kepercayaan Lucifer yang lainnya.


Bahkan ksatria pelindung Jayden juga turut dalam kegilaan pedang itu. Alhasil, semuanya pun terkapar hanya menyisakan Lucifer dan Jayden saja yang masih berdiri saling berhadapan.


Kemudian pedang itu kembali pada genggaman tangan Jayden dengan menunjukan tujuh aura yang berbeda dalam satu pedang itu. Saat itu juga Lucifer menyadari bahwa Jayden telah berhasil menemukan cara untuk membangkitkan kekuatan pedang itu sepenuhnya.


Sebelum gerhana mataharinya benar-benar selesai Lucifer harus membunuh Jayden bagaimanapun caranya.


Tanpa buang waktu Lucifer kembali melontarkan serangannya, tetapi Jayden sama sekali tidak menghindar ataupun menangkis serangannya. Bahkan Jayden malah menahan pedang milik Lucifer untuk tetap menembus perutnya. Dan detik berikutnya Jayden menusukkan pedang miliknya tepat di dada Lucifer.


“Ugh, … Uhukkk, … Apa yang kau lakukan?” Semburan dari mulut Lucifer mengenai pegangan pedang Jayden dan miliknya sendiri.


“Mengakhiri kesombonganmu dan memulai kehidupan ini tanpa adanya kekuasaanmu. Sesuai ramalan aku sendiri yang akan menyeretmu dan menguncimu di neraka,” ujar Jayden penuh penekanan.


Perlahan sebuah rantai mulai mengunci pada kedua tangan, kaki dan leher Lucifer. Bertepatan dengan kembalinya muncul sinar matahari, tubuh Lucifer mulai terbakar dan menghilang bersama asap hitam yang membawanya.

__ADS_1


Teriakan penuh kemarahan dan rasa tidak terima terus Lucifer lontarkan bahkan suara itu masih terdengar jelas meski sosoknya kini sudah benar-benar menghilang.


Kini hanya tersisa Jayden yang menatap pada sekelilingnya sambil menangis. Dia terlambat menyadari semuanya, sehingga dunia menjadi sangat kacau. Mayat manusia tergeletak di mana-mana, termasuk mayat para sahabatnya.


“Kenapa aku harus terlambat menyadari rahasia dirimu?” tanya Jayden pada tujuh mata pedang yang kini telah sempurna.


“Aku hanya ingin menjadi Jayden Felix, anak yatim piatu yang hanya tinggal bersama kakeknya. Anak nakal yang selalu suka bermain-main bersama Ansel dan Kai,”


“Jika aku bisa memilih aku ingin menjadi anak biasa! Bukan Jayden Felix, sang manusia terpilih!”


“Aku ingin hidupku yang dulu sebelum semua ini terjadi,” pinta Jayden sebelum menutup kedua matanya.


Tubuh Jayden ambruk begitu saja karena tidak kuat menahan berat tubuhnya. Pedang milik Lucifer masih menancap di perutnya dan perlahan kesadaran Jayden mulai menghilang.


Mungkin saat itulah Jayden menghembuskan napas terakhirnya untuk menemui semua orang yang mati dalam pertarungan melawan pasukan iblis yang di pimpin oleh Lucifer.


Benar saja, jiwa Jayden keluar dari tubuhnya. Akan tetapi, sosoknya sangat berbeda dengan Jayden yang kita kenal selama ini.


Rupa dan fisiknya memang sangat mirip, tetapi karakternya sangat berbeda. Jiwa Jayden yang baru keluar dari tubuhnya, terlihat sangat dingin, tegas dan tidak menunjukan senyuman sedikitpun.


Di saat yang bersamaan Tuan Hades dan Pemimpin dari para Malaikat maut tiba untuk menemui sosok Jayden yang baru kita lihat itu.


“Kembalikan semua seperti yang dia minta! Biar ini menjadi hadiah atas keberhasilannya mengunci Lucifer kembali di neraka,” sambungnya yang seketika menghilang begitu saja.


“Baik, Tuanku!” sahut Tuan Hades dan Para Malaikat maut lainnya.


Setelah menghilangnya sosok lain Jayden, Tuan Hades dan Para malaikat maut mulai melakukan tugas mereka. Menyampaikan hadiah untuk Jayden sesuai yang di perintahkan. Dunia itu benar-benar kacau karena keserakahan sang penguasa.


Kesombongan manusia, sikap iri hatinya, kerakusan dalam segala hal, hawa nafsu manusia akan gemerlapnya dunia, kemalasan dan kemurkaan manusia menjadikan dunia itu menjadi hancur tak tersisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................


...----------------...


...****************...

__ADS_1


......................


Perlahan Jayden mulai membuka matanya, dia merasa telah tertidur sangat lama dan mengalami mimpi yang mengerikan seolah mimpi itu tiada akhirnya sebelum kematian dirinya.


Namun sayangnya Jayden tidak terbangun di surge maupun neraka. Dia terbangun di atas ranjang rumah sakit dengan sebuah jarum infus yang terpasang di tangan kanannya.


“Apa yang terjadi?” tanya Jayden kebingungan melihat dirinya yang kini terbaring di ranjang rumah sakit.


“Syukurlah kau sudah sadar?” Suara bass yang tidak asing membuat Jayden mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang dia dengar.


“Kakek?” lirih Jayden yang tidak percaya bisa melihat Kakeknya lagi, sebab Jayden seolah pernah melihat pemakaman kakeknya di dalam mimpi panjangnya.


“Hay, kenapa kau menangis? Kakek bahkan belum memarahimu dan teman-temanmu itu, karena bolos kuliah dan berakhir seperti ini. Manjadi salah satu korban selamat atas terorisme yang terjadi si pusat kota,” cecar Kakek Jhon yann membuat Jayden cukup terkejut mendengarnya.


“Bukankah dunia ini hancur karena aku bertarung dengan raja iblis Lucifer,” ujar Jayden dengan polosnya.


“Apa kau baru saja bermimpi sebagai pahlawan yang menyelamatkan dunia ini! Kita itu hampir mati, karena ledakan bom. Dasar Jayden bodoh,” celetuk Kai yang berjalan masuk bersama Ansel menghampiri Jayden yang masih kebingungan sendiri.


“Kalian berdua masih hidup? Bukankah kalian sudah mati karena pedangku!” seru Jayden tak percaya dengan apa yang sedang dia lihat sekarang.


“Sudah waktunya bangun dari mimpi, Jay!” ujar Ansel sembari menjitak kepala Jayden dengan pelan.


“Jadi, semua ini hanya mimpi?” tanya Jayden memastikan.


“Tentu saja, aku juga mengalami mimpi yang cukup panjang dan menegangkan,” ujar Vernon yang ikut masuk ke dalam ruangan rawat Jayden dan di benarkan oleh semua orang yang ada di sana.


Akan tetapi, tiba-tiba Jayden merasakan ada sesuatu di lehernya dan dia pun menyentuhnya secara perlahan. Sebuah kalung berbentuk pedang yang memiliki tujuh warna, melekat indah di lehernya.


Jayden ingin menanyakan tentang kalung tersebut, tetapi seketika dia mendengar suara yang berkata, “Kalung itu adalah hadiah special, karena kau telah berhasil menyelesaikan tugasmu dengan sangat baik.”


Benar, bagi Jayden dan teman-temannya semua kejadian mengerikan itu adalah sebuah mimpi. Namun sesungguhnya kejadian itu benar-benar nyata, hanya saja Tuhan belum mengijinkan dunia ini untuk hancur sepenuhnya.


Sehingga dia menjadikan peperangan itu sebagai bagian dari mimpi yang panjang atau musibah yang di alami oleh sebagian manusia. Setelah rangkaian kejadian yang Jayden dan teman-temannya hadapi yang bagaikan sebuah mimpi buruk yang panjang.


Kini Jayden menjalani hidupnya seperti semula, seperti keinginannya yang dia utarakan begitu dia berhasil mengunci sosok Lucifer kembali di tempat yang seharusnya.


...~END~...


__ADS_1


__ADS_2