
Ocehan panjang di lontarkan oleh hantu Aira pada Vernon membuat polisi tampan itu kehabisan kata-kata untuk membalasnya.
Karena memang benar apa yang di katakan oleh hantu Aira.Hingga tanpa sadar aksinya itu membuat lalu lintas di belakangnya menjadi macet parah.
Tinnn, … Tinnn, … Tiiiinnnn, ….
Suara klakson mobil yang saling bersahutan menyadarkan Vernon dan hantu Aira bahwa mereka sedang menyebabkan kemacetan parah di jalan tersebut. Vernon pun segera kembali melajukan mobilnya dan perdebatan itu pun selesai begitu saja.
“Huh, … Perdebatan kita belum selesai,” ketus Vernon pada hantu Aira.
“Siapa takut!” sahut hantu Aira yang juga menunjukan raut wajah ketusnya.
Vernon juga sudah bisa mengabaikan para hantu yang terus bermunculan di sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit.
Mungkin setelah ini Vernon akan menemui Jayden mengapa para hantu bergentayangan tidak di bawa ke dunia bawah maupun malaikat maut.
“Yaa Tuhan, … Kenapa aku sekarang bisa melihat dan berbicara dengan hantu seperti ini. apalagi harus berurusan dengan hantu yang berada di sebelahku ini,” batin Vernon yang sebenarnya merasa frustasi dengan kemampuan barunya.
“Dan kenapa juga banyak hantu yang masih berkeliaran seperti ini. Lalu apa gunanya keberadaan para malaikat maut itu dan dunia bawah tempat penampungan para roh setelah mati milik Tuan Hades?”
Entah kenapa tiba-tiba saja di kepala Vernon muncul berbagai pertanyaan seperti itu.
“Sepertinya aku harus menuntut penjelasan dari Jayden, sebab semua ini bermula ketika darahku bereaksi pada pedang miliknya,” lanjut Vernon masih berbicara di dalam hatinya sendiri.
...****************...
Setelah cukup lama melakukan perjalanan. Akhirnya rumah sakit yang akan menjadi tujuan mereka terlihat jelas di depan mata.
Akan tetapi, raut wajah hantu Aira yang tadinya ceria dan bahagia menikmati pemandangan terpampang sepanjang jalan tiba-tiba berubah panik.
Namun, Vernon yang menyadari perubahan itu tidak mau ambil pusing dan tetap melajukan mobilnya masuk ke dalam area rumah sakit itu. Vernon mencari tempat kosong untuk memarkirkan mobilnya.
Selesai memarkirkan mobil dinasnya dengan sempurna Vernon pun segera turun dari mobilnya.
Akan tetapi, tidak ada pergerakan maupun tanda-tanda hantu Aira akan mengikutinya seperti tadi.
Hal itu tentu saja mengundang pertanyaan di benak Vernon dengan perubahan hantu Aira yang dalam sekejap menjadi pendiam.
“Hay, kau tidak akan mengikutiku seperti sebelumnya?” tanya Vernon yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
“Tidak! Kali ini aku akan menunggumu di sini saja,” jawab hantu Aira seraya tersenyum tipis pada Vernon.
__ADS_1
“Ya sudah, terserah kau saja! bukankah hantu memang suka berbuat seenaknya sendiri,” gumam Vernon yang lagi-lagi mengabaikan hantu Aira begitu saja.
Setelah itu, dia pun berjalan masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai di mana Suga sedang di rawat.
...****************...
Setibanya di lantai yang dia tuju, Vernon langsung menanyakan keberadaan kamar Suga pada salah satu perawat yang di temuinya.
Dengan memperkenalkan identitasnya sebagai detektif kepolisian, Vernon malah langsung di antarkan ke ruangan sang artis terkenal itu di rawat.
“Permisi, saya dari detektif kepolisian yang menangani kasus dari Arsuga Lee! Bisakah saya menemuinya?” tanya Vernon sembari menunjukan identitas pengenalnya.
“Ouh, … Tentu! Mari saya antarkan anda langsung ke ruangannya,” jawab perawat tersebut yang menawarkan diri untuk langsung mengantar Vernon.
Vernon pun mengikuti perawat itu membawanya pada sebuah ruang perawatan VVIP yang memang di peruntukan untuk orang-orang ber uang. Di sana ternyata sudah ada beberapa anak buahnya yang berjaga di depan kamar pasien.
“Selamat datang, Pak!” sambut para anak buah Vernon yang langsung memberi hormat ketika melihat kehadirannya.
“Bagus, kalian bekerja dengan keras! Jadi, jangan lupa untuk makan agar bisa bekerja lebih baik lagi,’ ujar Vernon pada anak buahnya.
Kemudian, Vernon pun langsung masuk di dampingi perawat tadi. Terlihat Arsuga sedang menjalani pemeriksaan lanjutan dari dokter yang menanganinya. Vernon pun menunggu sampai dokter tersebut melakukan tugasnya.
“Beruntung, luka tusukan di perut bagian atasnya tidak terlalu dalam. Sehingga tidak ada yang perlu di khawatirkan, selain itu kami juga tidak menemukan luka lainnya lagi,” jelas sang dokter sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dia lakukan.
“Bagaimana dengan keadaan mentalnya? Apakah kami bisa meminta kesaksiannya?” tanya Vernon memastikan segalanya sebelum dia melakukan tugasnya.
“Tidak apa-apa! Tidak ada trauma maupun gangguan mental lainnya, ada bisa meminta kesaksian pasien seperti biasa,” jelas sang dokter lagi.
“Kalau begitu terima kasih, Dok!” ucap Vernon pada dokter itu yang harus pergi untuk memeriksa pasien lain.
Selepas kepergian sang Dokter, Vernon mendekati Arsuga yang masih terbaring lemah dengan selang infus di tangannya.
Saat itu, Arsuga tengah di temani managernya selaku orang yang bertanggung jawab atas setiap keadaan artisnya itu.
“Permisi, bolehkan aku meminta beberapa kesaksian dari anda?” pinta Vernon seramah mungkin.
“Tentu, silahkan tanyakan apapun agar pembunuh itu bisa secepatnya di tangkap,” ujar Suga mempersilahkan Vernon bertanya padanya.
“Baik, bisa kita mulai sekarang?” tanya Vernon lagi yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepala saja oleh Suga.
“Apakah pada saat kejadian itu berlangsung anda bisa melihat wajah sang pelaku?” Vernon mulai dengan pertanyaan pertama.
__ADS_1
“Tidak, wajahnya tertutup masker hitam,” jawab Suga.
“Apakah kau merasa mengenal pelakunya atau mungkin kau mengenali sang pelaku sebagai salah satu kru syuting pada saat itu?” Vernon melontarkan pertanyaan keduanya.
“Tidak, hampir semua kru syuting aku bisa mengenalinya dengan baik. Tapi pembunuh itu sama sekali bukan dari bagian kru yang ikut syuting pada saat itu,” jelas Suga.
Pertanyaan demi pertanyaan Vernon lontarkan untuk mengumpulkan semua informasi yang dia butuhkan.
Hingga membuat waktunya tersita cukup lama hanya untuk mengambil kesaksian dari saksi korban selamat pembunuhan itu.
...****************...
Disisi lain, lebih tepatnya di dalam mobil dinas Vernon. Hantu Aira masih menunggu kedatangan Vernon yang tak kunjung kembali dengan penuh ketakutan.
Ternyata hantu Aira melihat aura jahat yang sangat dia kenali berada di salah satu kamar rumah sakit tersebut.
“Bagaimana ini? Kenapa aura dia ada dalam rumah sakit ini? Apakah dia tahu kalau aku akan datang ke tempat ini?” gumam hantu Aira yang terus terlihat gelisah.
“Atau jangan-jangan orang itu hanya ingin mempermainkan Jayden dan teman-temannya,” lanjutnya.
Bahkan hantu Aira sama sekali tidak berani keluar dari dalam mobil dinas Vernon, sebab takut di tangkap lagi oleh sang pemilik aura jahat.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1