
Dari mulai proses evakuasi sampai di bawa ke rumah sakit dan berakhir di rumah duka. Jayden dan kedua sahabatnya yang melakukannya, meski rasa kesedihan dan kehilangan terlihat jelas di raut wajahnya.
Kabar mengenai kecelakaan dak kematian Jhon Felix dalam sekejap tersebar di seluruh penjuru. Para pelayat pun mulai berdatangan ke rumah duka untuk memberi penghormatan terakhir kepada Kakek Jhon sebelum di makamkan.
Mulai dari pejabat penting pemerintahan, rekan bisnis dan para sahabat serta orang-orang yang mengenalnya silih berganti memberikan penghormatan terakhir untuk Kakek Jhon.
Dan tidak lupa mengucapkan rasa bela sungkawa kepada Jayden sebagai satu-satunya keluarga Felix yang tersisa.
Keluarga dari Kai dan Ansel juga langsung datang begitu mendengar kabar kematian Kakek Jhon.
Selain untuk mengucapkan bela sungkawa dan memberi penghormatan terakhir, keluarga Kai dan Ansel juga datang untuk membantu Jayden yang jelas kewalahan menghadapi para pelayat yang terus berdatangan.
“Jay, sebaiknya kau makan dulu! Sejak saat itu kau belum makan sama sekali, bukan?” bujuk Ansel yang mengkhawatirkan kondisi Jayden yang terlihat semakin pucat.
“Aku tidak ingin makan, Ans!” Jayden menjawabnya dengan suara lirih.
“Kau harus tetap makan, Jay! Membiarkan perutmu kosong sampai sakit tidak akan pernah mengubah keadaan seperti sebelumnya,” ujar Kai yang sedikit memaksa kepada Jayden.
“Aku akan mengambilkan makanan dan minuman untukmu! Kau harus harus memakannya, mengerti!” sambung Kai yang segera beranjak dari duduknya untuk mengambil makanan untuk Jayden.
Jayden tidak menanggapinya sama sekali, dia tetap diam dengan tatapan kosongnya menatap foto Kakek Jhon yang sedang tersenyum dengan cerahnya. Senyuman yang sudah pasti akan Jayden rindukan sela sisanya hidupnya.
Hingga Ansel membuyarkan lamunannya dengan berkata, “Apa yang akan kau lakukan setelah pemakaman Kakek berlalu, Jay?”
“Seperti yang Kakek pesankan untukku! Aku harus menyelesaikan tugasku sebagai pemilik tujah mata pedang ini,” jawab Jayden yang menoleh pada Ansel.
“Kami akan selalu ada di sisimu, Jay! Kita selesaikan tugas ini bersama,” ujar Ansel menyakinkan sahabatnya bahwa dia tidak sendirian.
“Benar! Ada kami bertiga sebagai ksatria pelindungmu!” imbuh Kai yang sudah datang membawa sebuah nampan berisi makanan beserta air minumnya.
“Nah, … Cepat habiskan! Akan kau memliki banyak tenaga untuk menghajar Luzark, iblis tidak diri itu!” lanjut Kai yang menyerahkan makanan itu pada Jayden untuk segera di makan.
“Tentang Luzark, apakah aku sudah memberitahu kalian tentang ini?” ujar Ansel yang terlihat akan membicarakan hal serius.
“Memangnya tentang apa?” tanya Kai yang menjadi sangat penasaran.
“Sebenarnya Lee Suga adalah Luzark, aku baru mengetahui hal itu sebelum kecelakaan Kakek Jhon terjadi. Maaf, … Aku tidak bisa memberitahu kalian saat itu, karena kekuatan mereka menekanku,” jelas Ansel yang merasakan perasaan bersalah pada Jayden, karena baru sempat memberitahunya sekarang.
__ADS_1
“Jadi, karena itulah kau mendapatkan luka-luka di tubuhmu itu?” tanya Kai memastikan.
“Benar, aku terpaksa harus meloncat kelua dari mobilnya yang sedang melaju kencang agar bisa menghubungi kalian. Namun sayangnya, ponselku malah rusak akibat terjatuh dan terlindas ban mobilnya.”
Ansel membenarkan dan menceritakan apa yang terjadi saat itu tanpa terlewat sedikitpun.
“Tidak apa-apa! Ini mungkin sudah menjadi bagian dari takdir yang harus Kakek alami dan aku terima,” ujar Jayden yang memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
“Jika dia adalah Luzark, kenapa Jayden tidak bisa merasakan aura iblis darinya! Bahkan Ansel yang sudah terbiasa melihat aura seseorang juga tidak menyadarinya?”
Sebuah pertanyaan Kai lontarkan yang membuat ketiganya langsung berpikir keras.
“Karena dia adalah manusia setengah iblis! Sebagian darinya adalah manusia biasa seperti kalian, tapi setengahnya lagi dia tukar menjadi memiliki kekuatan iblis.”
Sebuah suara yang tidak asing langsung mengalihkan perhatian ketiganya. Benar saja, suara itu berasal dari Tuan Hades yang sedang menyamar sebagai menusia untuk menemui Jayden dan kedua bocah di sampingnya.
Tuan Hades tidak datang sendirian, melainkan dia datang bersama dengan malaikat maut yang kini berdiri di sampingnya.
“Tuan Hades, _....”
“Hust, … Jangan memanggil kami seperti itu saat sedang menyamar sebagai manusia. Panggil dia Ryeo dan aku Dylan, saat penampilan kami seperti manusia biasa.”
Ketiganya pun hanya mengangguk patuh dengan permintaan Malaikat maut dan Tuan Hades.
“Bagaimana keadaan Kakekku di sana?” tanya Jayden yang langsung menanyakan kabar Kakeknya.
“Dia sudah melalui dunia bawah dan melewati kehidupan kematian dengan baik. Mungkin sebentar lagi, Kakekmu akan bereinkarnasi kembali,” jawab Tuan Hades.
“Bisakah di kehidupan Kakek yang selanjutnya, aku bisa menjadi cucunya lagi?” Jayden kembali bertanya dengan tatapan penuh harap.
“Selama benar takdir di antara kalian belum terputus, maka kemungkinan itu besar akan terjadi.” Kali ini Malaikat maut yang menjawabnya.
“Lalu kenapa kalian berdua datang kemari?” tanya Kai dengan tatapan menyelidik.
“Aish, … Kau manusia menyebalkan yang pernah aku temui! Aku jadi penasaran bagaimana sikapmu nanti ketika kematian sudah menghampirimu,” ujar Malaikat Maut seraya mendengus kesal dengan kelakuan Kai yang tidak ada takut-takutnya mengajak berdebat sang Malaikat maut dan Tuan Hades.
“Aku hanya bertanya saja, tapi kenapa kau malah kesal seperti itu.” Kai mencoba membela diri.
__ADS_1
“Kai, jangan membuat keributan di hari pemakaman Kakek!” Ansel mengingatkan Kai.
“Selesaikan dulu upacara pemakaman Tuan Jhon, setelah itu kalian bisa menemui kami untuk membicarakan soal tadi!” ujar Tuan Hades menyarankan.
“Kakekmu sudah berada di tempat yang lebih nyaman dan indah dari dunia fana ini. jadi, kau tidak perlu berlama-lama menahan jasad Kakekmu di sini,” imbuh Malaikat maut.
“Baiklah, terima kasih sudah mau datang untuk memberitahuku tentang keadaan Kakek!”
Jayden membungkuk memberi hormat sebagai tanda terima kasihnya. Ansel dan Kai pun mengikuti Jayden, hingga membuat beberapa orang yang sedang memperhatikan mereka saling bergosip dan berbisik satu sama lain.
Setelah itu, Tuan Hades dan Malaikat maut langsung pergi dari rumah duka itu. Selepas kepergian mereka, Jayden pun langsung melakukan pemakaman untuk jasad sang Kakek tercinta.
Pemakaman Kakek Jhon berjalan lancar tanpa masalah sedikitpun. Akan tetapi, ketika semua orang tengah berjalan pulang.
Baik Jayden, Kai dan Ansel sama-sama melihat keberadaan sekelompok orang yang memiliki aura kegelapan yang menyelimuti mereka.
“Apa kalian juga melihat apa yang aku lihat sekarang?” tanya Kai memastikan kepada kedua sahabatnya.
“Emm, … Aku juga melihatnya, bahkan sangat jelas dari jarak sejauh ini!” sahut Ansel menjawab pertanyaan Kai, sedangkan Jayden hanya diam dan terus memperhatikan orang-orang itu yang tengah berjalan meninggalkan area pemakaman.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...