Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Menemukan Tempat Aneh


__ADS_3

“Aish, … Kau ini selalu saja mencari gara-gara denganku,” sungut Kaison yang menatap tajam pada Ansel yang sedang menertawakannya.


“Meskipun kau sangat takut dengan hantu, tapi kau terlihat sangat keren hari ini. Kau dengan gagah berani mengangkat pedang dan melawan pembunuh itu, bahkan sampai mengejarnya ke dalam hutan,” ujar Ansel yang kembali mengejek Kaison sekaligus memujinya.


“Kau itu sebenarnya berniat untuk mengejek atau memujiku ‘sih?” tanya Kaison yang membutuhkan kepastian.


“Aku mengatakan keduanya sekaligus, biar imbang!” sahut Ansel.


“Apa kau mau bergabung dengan anggota kepolisian?” lanjutnya sambil menawarkan hal yang sangat mustahil untuk di terima oleh seorang Kaison.


“Terima kasih atas pujianya, tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi seorang polisi.”


Kaison tentu saja menolak dengan gaya tengilnya, dia memang tidak bisa menyembunyikan rasa ketidak sukaannya terhadap sesuatu contohnya seperti dia tidak menyukai polisi yang menurutnya tidak bisa di andalkan.


Di sisi lain, dia sebenarnya masih trauma dengan kajian kemarin yang dimana dia di tuduh sebagai pelaku pembunuhan dan hampir saja di penjara.


“Kenapa? Bukankah bagus menjadi seorang polisi yang membela keadilan dan dapat menumpas kejahatan seperti sekarang,” jelas Vernon mengenai tugas mulia yang di lakukan polisi.


“Karena aku tidak menyukainya,” ujar Kaison yang berterus terang mengenai alasan dia menolak tawaran sebagai seorang polisi.


“Sudahlah lebih baik kita pulang saja sekarang, hari sudah mulai gelap,” ujar Ansel menghentikan perdebatan di antara Vernon dan Kaison karena dia sudah merasa sangat lelah dengan kejadian hari ini.


“Tunggu dulu!” seru Kaison yang menghentikan Ansel dan Jayden pergi dari sana.


“Aku sepertinya menemukan sebuah tempat yang hanya dapat dilihat dan dimasuki dengan kekuatanmu saja,” lanjut Kaison yang kembali teringat dengan tempat yang tidak bisa dia masuki itu saat mengejar sang pembunuhnya tadi.


“Besok saja, ini sudah mulai malam! Sangat berbahaya kalau kita menyusuri hutan di malam hari,” saran Vernon demi kebaikan dan keselamatan mereka, karena pada malam hari memang banyak binatang buas yang aktif untuk mencari makanan.


“Tidak, Jay! Sepertinya akan lebih baik kalau kita memastikan sekarang juga,” ujar Kaison yang berubah sangat serius saat mengatakannya.


“Baiklah, ayo kita pergi sekarang,” ujar Jayden yang memutuskan untuk pergi memastikan tempat yang di maksud Kaison itu.


“Ta-tapi, _....” Vernon mencoba menghentikan ketiganya.


“Tenang saja, kami tahu apa yang sedang kami lakukan! Kami juga akan pastikan tidak akan menimbulkan masalah lagi untukmu,” potong Ansel dengan penuh percaya diri.


“Lebih baik kalau dia juga ikut bersama kita, karena aku merasakan sesuatu yang sangat buruk di sana,” ujar Kaison yang merasa mereka pasti akan membutuhkan bantuan Vernon saat berada di sana.

__ADS_1


“Baiklah! Aku juga harus menjaga keselamatan kalian, bukan?”


Vernon pun langsung menyetujui saran Kaison. Vernon yang memiliki tanggung jawab tehadap keselamatan anak-anak itu, tidak bisa berdiam diri saja menunggu mereka kembali.


Sedangkan Ansel hanya tinggal mengikuti saja dengan keputusan yang di buat oleh teman-temanya itu.


Mereka berempat mulai memasuki ke dalam hutan di bekali dengan senter dan walkie talkie sebagai alat komunikasi satu sama lain, apabila terpencar saat berada didalam hutan.


Kaison berjalan di barisan paling depan untuk memimpin jalan menuju tempat yang dia temukan.


Saat mereka berjalan semakin dalam kedalam hutan, Jayden lebih sering mendapat gangguan dari bangsa jin, iblis dan juga setan yang menghuni hutan tersebut.


Begitu juga dengan Ansel yang dapat merasakan aura kegelapan yang semakin kuat, jika mereka semakin berjalan masuk ke dalam tempat yang akan mereka tuju.


Tidak dengan Kaison dan Vernon yang ketika berjalan semakin memasuki hutan semakin mereka mencium bau busuk yang begitu menyengat di hidung mereka.


Tidak berhenti sampai di situ saja gangguan yang mereka rasakan, bahkan koloni para nyamuk yang paling mendominasi di bandingkan gangguan lainnya.


“Hay, Kai! Apa kau yakin kita sedang berada di jalan yang benar?” tanya Ansel yang sudah merasa kelelahan.


“Kau tahu sendiri ‘kan? Aku menjadi yang terbaik dalam memimpin jalan, maka sudah pasti kita sedang berada di jalan yang benar,” jawab Kaison dengan sedikit menyombongkan dirinya.


“Sedikit lagi kita akan sampai di tempat yang aku maksud,” ujar Kaison.


Lalu tiba-tiba saja tubuh Kaison merasa menabrak sesuatu, dia pun berkata, “Kita sudah sampai di tempat yang aku maksud!”


Setelah cukup lama berjalan memasuki hutan, mereka akhirnya sampai juga di tempat yang Kaison maksud.


Hari yang semakin malam menampakan dengan jelas di mata Jayden sebuah segel dengan wujud sebuah kunci yang berada tepat di tempat itu.


“Ini, _....” gumam Jayden yang tercengang begitu melihatnya.


“Aura yang begitu pekat.”


Ansel pun ikut bergumam, sebab dia langsung bisa merasakan kekuatan yang begitu kuat di depannya ketika Kaison menabrak portal tersebut.


“Ada apa? Apa yang kalian berdua lihat? Bukankah itu hanya jalan kosong?” cecar Vernon yang bingung mengapa Kaison dan kedua temannya langsung berhenti.

__ADS_1


“Jadi, karena inilah Kaison tidak bisa melewati jalan ini,” gumam Jayden.


Jayden jadi mengerti mengapa Kaison tidak bisa melewati tempat itu. Karena di sebabkan oleh segel tersebut yang membuat batas menggunakan aura kegelapan yang begitu besar.


Sehingga Ansel saja sampai bergidik ngeri saat melihatnya. Ini pertama kalinya bagi ansel melihat aura kegelapan yang begitu besar dan kuat selama dia hidup di dunia ini.


“Ansel kau dapat merasakannya juga, bukan?” tanya Jayden memastikan.


Antara merasa sangat takjub dan terkejut ketika Jayden melihat pemandangan yang sangat luar biasa yang hanya bisa di lihat oleh dirinya saja.


Namun, Jayden juga menyadari bahwa Ansel dapat melihat dan merasakan aura kegelapan yang terpancar dari segel itu, meskipun Ansel tidak bisa melihat bentuk segelnya.


“Hmmm, … Aura kegelapan yang begitu kuat dan pekat, Jay!” jawab Ansel yang juga terlihat kagum menyetujui apa yang Jayden katakan padanya.


“Yahhh, … Setidaknya katakan padaku juga apa yang terjadi dan yang kalian lihat di sini!” protes Vernon yang tidak dapat melihat dan merasakan apapun seperti yang Jayden dan Ansel bicarakan sedari tadi.


Sementara Vernon hanya bisa terus mencium bau busuk yang begitu menyengat di area itu tapi tak melihat hal aneh apapun di sekitar mereka.


“Haist, … Ini sudah di luar kemampuan kita,” ujar Kaison yang langsung menarik Vernon untuk diam.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2