Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Cukup Membantu


__ADS_3

Namun, belum sempat pedang Jayden mengenai pria berjubah itu. Mereka lagi-lagi terbangun tidurnya ketika secara spontan pria berjubah itu memperlihatkan kekuatannya yang sebenarnya. Bahkan ternyata mereka sudah terbangun di keesokan harinya.


“Apa yang terjadi?”


Kai dan Ansel bertanya bersamaan, begitu membuka mereka berdua langsung memposisikan dirinya duduk.


Sedangkan Jayden masih berbaring sambil mengusap sisa air matanya. Ketiganya sama-sama bingung dengan situasi yang terjadi.


“Jay!” Ansel memastikan Jayden sudah ikut terbangun seperti mereka.


“Emm, … Sepertinya sudah pagi! Lebih baik kita bersiap sekarang, kita tidak punya banyak waktu untuk memikirkan apa yang terjadi dengan mimpi kita!” ujar Jayden yang segera bangkit dan beranjak dari menuju kamar mandi.


Kai dan Ansel pun hanya terdiam, keduanya masih teringat jelas bahwa Jayden menangis tanpa sebab.


Bahkan tadi Ansel juga sempat melihat bahwa Jayden masih meneteskan air matanya begitu terbangun.


Kai dan Ansel pun menyadari ada sesuatu yang aneh dalam mimpi, tapi mereka tidak memperkirakan apa yang terjadi.


“Apa yang terjadi dengan Jay?” tanya Kai pada Ansel siapa tahu dia mengetahui apa yang terjadi pada Jayden.


“Kau pikir aku mengetahui dia kenapa?” tanya Ansel balik.


“Sudahlah, sebaiknya kita juga bersiap pergi sekarang!” sambungnya yang tidak akan memikirkannya lebih jauh lagi, lebih dia menanyakannya langsung saja pada orangnya.


Setelah selesai bersiap dan sarapan bersama dengan Kakek Jhon. Jayden, Kai dan Ansel pun segera mencari keberadaan Vernon untuk membahas soal memimpi yang di alami mereka bertiga.


Beberapa kali Jayden mencoba menghubungi Vernon, tetapi sama sekali tidak ada tanggapan dari Vernon.


Alhasil, Jayden dan kedua sahabatnya itu langsung saja pergi menemuinya di kantor kepolisian dimana Vernon di tugaskan. Karena penemuan banyak mayat saat di hutan, kantor polisi itu menjadi sangat ramai jauh berbeda dari yang sebelumnya.


Jayden, Kai dan Ansel mencoba menanyakan keberadaan Vernon pada polisi yang terus berlalu lalang di depan mereka. Namun, karena kesibukan mereka mengatasi kasus penemuan mayat terbanyak itu keberadaan dan pertanyaan dari ketiganya di abaikan begitu saja.


“Tunggu, dimana Vernon?” tanya Ansel yang berhasil menghentikan satu orang polisi.


“Cari saja sendiri! Aku sedang sibuk, jangan mengganggu di sini!” seru polisi itu.


“Aish, … Kalian bahkan baru saja bekerja setelah kita yang menemukan mayat-mayat itu. Bukannya berterima kasih dan menyanjung jasa kita, mereka malah mengabaikan kita seperti ini,” celetuk Kai yang sedikit kesal dengan sikap para polisi itu.


“Sebaiknya kita memang jangan mengganggu mereka yang sedang bekerja,” ujar Jayden yang tidak ingin membuat masalah di kantor polisi itu.

__ADS_1


“Lalu kita harus bagaimana? Vernon bahkan tidak menjawab pesan maupun panggilan dari kita?” ujar Ansel yang bingung harus berbuat apa di kantor polisi itu, jika mereka gagal menemui Vernon.


...****************...


Di tengah rasa putus asa mereka, tiba-tiba sosok hantu Aira kembali muncul dan mengejutkan ketiganya. Awalnya Jayden, Kai dan Ansel mengabaikan keberadaannya begitu saja dan berpura-pura tidak melihatnya.


“Hay, kita akhirnya bertemu lagi!”


Sapa hantu Aira pada Jayden dan kedua temannya. Namun, baik Jayden, Kai dan Ansel berpura-pura tidak mendengar dan melihat hantu Aira yang menyapa mereka.


Hantu Aira pun tidak menyerah begitu saja, dia berusaha membuat ketiga bocah itu menyadari keberadaannya di sana.


“Punya ide untuk mencarinya?” tanya Jayden pada Kai dan Ansel.


“Bagaimana kalau kita berpencar saja?” usul Ansel.


“Tidak! Kita malah akan di tangkap lagi sebagai seorang mata-mata!” tolak Kai yang trauma dengan yang namanya di tangkap dan di tahan di kantor polisi.


“Yakh, … Kenapa kalian bertiga mengabaikan aku seperti ini!” seru hantu Aira yang menyadari bahwa ketiga bocah itu hanya berpura-pura tidak melihat dan mendengarnya.


“Aku sebenarnya ingin menunjukan keberadaan Vernon di mana, tapi melihat kalian yang bersikap seperti ini sebaiknya aku pergi saja!” ujar hantu Aira yang berjalan pergi meninggalkan ketiganya dengan wajah cemberut.


“Tunggu! Beritahu kami dimana Vernon sekarang!” seru Kai yang tidak bisa membiarkan hantu Aira pergi begitu saja sebelum membantu mereka menemukan keberadaan Vernon.


“Kenapa? Ini lebih baik dari pada kita mencarinya sendiri,” ujar Kai dengan santainya.


“Apa kau benar-benar tahu dimana Vernon sekarang?” tanya Ansel memastikan bahwa hantu Aira sedang tidak membohonginya.


“Emm, … Dia sedang tertidur di sana! Ayo, biar aku tunjukan tempatnya,” jawab hantu Aira yang menunjuk entah kemana.


Sehingga Jayden, Kai dan Ansel langsung saja mengikutinya. Hingga mereka tiba di sebuah ruangan, hantu Aira langsung masuk dengan cara menembus pintu itu.


Kai pun langsung membuka pintu itu, saat melihat Jayden dan Ansel ragu untuk membukanya.


“Lihatlah, dia benar baru saja tidur tiga jam yang lalu!” ujar hantu Aira yang memang tidak membohongi mereka.


“Emm, … Terima kasih sudah membantu kami menemukannya,” ucap Jayden, meskipun Aira adalah sosok hantu.


“Tidak masalah! Aku malah senang bisa membantu kalian seperti ini!” balas hantu Aira yang tersenyum manis pada Jayden.

__ADS_1


Lagi-lagi Jayden merasakan perasaan yang aneh ketika berhadapan dengan hantu Aira. Namun, dia segera menepiskan perasaan itu dan mengalihkan perhatiannya menatap kedua sahabatnya yang sedang membangunkan Vernon.


“Hay, cepat bangun tukang tidur!” seru Kai dengan suara yang cukup keras hingga berhasil membuat Vernon membuka matanya.


“Aish, … Kenapa kalian mengganggu sekali! Aku baru saja tidur beberapa jam saja,” protes Vernon yang merasa tidur indahnya di ganggu dengan keberadaan ketiga bocah itu.


“Memang apa yang kau lakukan semalaman sampai tidak tidur dengan baik?” tanya Kai yang sebenarnya tidak peduli juga.


“Apa kau semalam mengindentifikasi semua identitas mayat yang di temukan itu?”


Jayden memperhatikan sekumpulan berkas yang berserakan di atas meja kerja Vernon. Dimana dia melihat banyak sekali daftar gadis hilang selama sampai dua puluh tahun silam.


Ansel pun ikut melihat semua data yang ada di sana. Dan hampir semua mayat itu, Vernon bisa menemukan identitasnya.


“Emm, … Begitulah! Tapi itu masih sebagiannya saja, karena masih ada sebagian lagi yang belum aku pastikan,” jawab Vernon seraya meregangkan otot tubuhnya yang terasa sangat kaku akibat begadang semalaman penuh.


“Kau sendirian mengindentifikasi semua identitas ini dengan mayat yang di temukan hanya dengan satu malam saja?” tanya Ansel tak percaya.


“Aku tidak sendirian! Tentu saja ada yang membantu untuk melakukannya,” jawab Vernon.


“Siapa?” Kali ini Kai yang bertanya.


“Hantu Aira, dia yang menunjukkan dan memberitahuku identitas dari mayat para gadis itu,” jelas Vernon yang tersenyum manis pada hantu Aira.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...

__ADS_1


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2