Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Adanya Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Ketika Vernon sedikit mengalihkan tatapannya, dia tidak sengaja melihat sebuah benda yang tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah darah. Mungkin cahaya itu hanya bisa terlihat di mata Vernon saja, menyadari bahwa tidak ada orang lain yang bisa melihatnya kecuali dirinya sendiri.


Vernon pun segera mengeluarkan sapu tangannya dan mengambil benda bercahaya merah darah itu. Sebab Vernon tidak ingin merusak sidik jari yang sebelumnya terdapat di benda tersebut.


Setelah di perhatikan oleh Vernon dengan seksama, ternyata benda itu adalah sebua giok merah dengan bentuk yang cukup menyeramkan. Giok yang sama yang Ansel curi sebelumnya dari ruangan Edwin.


“Benda apa ini? Mengapa terus mengeluarkan cahaya merah seperti darah?” gumam Vernon dengan penuh tanya.


“Sebaiknya aku tanyakan benda ini pada Jayden dan kedua temannya. Bukankah salah satu dari mereka memiliki sihir aura, dia pasti mengetahui jawabannya,” sambungnya yang segera menyembunyikan giok tersebut di balik saku jasnya.


Kembali pada Jayden dan kedua sahabatnya yang kini telah tiba di kediaman Felix. Jayden pun membantu memindahkan tubuh hantu Aira yang entah kenapa kini berubah seperti pada umumnya.


Hingga para pelayan yang memang sejak lama bekerja di kediaman tersebut, cukup terkejut dengan seorang gadis yang Tuan mudanya bawa setelah kepergian Kakeknya.


“Kau akan membaringkannya dimana, Jay?” tanya Ansel yang sigap akan membukakan pintu.


“Kamar tamu saja!” jawab Jayden.


Setelah membaringkan sosok hantu Aira di ranjang yang cukup besar di dalam kamar tamu. Jayden dan Ansel tampak saling melempar pandangan satu sama lain saat melihat tubuh hantu Aira kembali terlihat transparan.


“Apa yang terjadi, Jay?” tanya Ansel yang tentunya Jayden sendiri tidak dapat menjelaskannya.


“Ugh, … Apa yang terjadi padaku?” lirih hantu Aira yang perlahan mulai membuka matanya, kini tubuhnya kembali transparan seperti hantu biasanya.


“Seharusnya kami yang bertanya, apa yang terjadi dengan tubuhnya! Tiba-tiba seperti manusia biasa, lalu sekarang berubah lagi menjadi transparan,” cecar Ansel yang tidak dapat menahan rasa penasarannya.


“Siapa kau sebenarnya? Mengapa pedang itu bereaksi kuat pada darahmu? Dan mengapa kau tiba-tiba memiliki wujud seperti manusia biasa? Sebenarnya kau itu apa?” Kali ini Jayden yang mencecar dengan berbagai pertanyaan.


Suasana di kamar itu seketika menegang, tapi semua tidak tidak bertahan lama karena kemunculan Kai dengan hebohnya yang menarik Jayden dan Ansel untuk keluar dan melihat apa yang terjadi di depan kediaman Felix.


“Jay! Ans, sebaiknya kalian berdua keluar sekarang!” seru Kai dengan heboh.

__ADS_1


“Ada apa? Seolah melihat banyak hantu saja,” ketus Ansel dengan tatapan kesalnya, karena pembicaraan serius mereka malah terganggu dengan kehadiran Kai.


“Memang benar! Kita seperti sedang di demo oleh para hantu di depan sana, kalau tidak percaya lihatlah sendiri!” Kai masih berseru heboh.


“Haaah, … Apa yang kau bicarakan?” ujar Jayden yang masih tak bisa mempercayai ucapan Kai, mengingat bocah ibu memang suka bergurau tak kenal situasi.


“Makanya ayo cepat lihat sendiri dengan kedua mata kepala kalian!”


Kai langsung menarik paksa Jayden dan Ansel untuk mengikutinya. Keduanya pun terpaksa mengikuti keinginan Kai untuk memeriksa demo hantu yang yang di bicarakan oleh Kai sejak datang. Siapa sangka sosok hantu Aira diam-diam mengikuti mereka.


“Selamat Datang kembali, Nyonya dan Tuan muda yang Agung!”


Betapa terkejutnya Jayden dan kedua sahabatnya serta sosok hantu Aira sendiri begitu melihat apa yang di katakan Kai memang benar adanya.


Dan yang lebih mengejutkan lagi, semua hantu ini langsung memberikan hormat layaknya kepada anggota kerajaan saat melihat Jayden dan sosok hantu Aira.


“Si-siapa yang kalian maksud?”


...****************...


Waktu dengan cepat berlalu, proses investigasi dan evakusi para korban berlangsung semalaman penuh. Vernon pun turut membantu dan menyaksikan semua prosesnya tanpa terlewatkan sedikitpun, meski harus terus mendapatkan tatapan tidak suka dari atasannya.


“Segera hubungi aku apapun informasi yang kau dapatkan!” perintah Vernon pada salah satu anak buahnya, tanpa sepengetahuan atasannya.


“Baik, Pak!” sahut bawahannya itu.


“Ingat, jangan sampai bajingan gila itu mengetahuinya! Sebab dia salah satu targetku dalam beberapa kasus ini,” bisik Vernon dengan penuh penegasan.


“Baik, Pak!” Bawahannya menyahut kembali.


Setelah memberikan perintah khusus kepada bawahannya, Vernon pun segera tempat itu tanpa melapor lebih dulu kepada Inspekturnya yang masih mengawasi anggota polisi yang lainnya. Bukan hanya Vernon masih tidak terima akan sikap semena-mena atasannya, tetapi dia juga masih merasa curiga pada atasannya itu.

__ADS_1


“Tunggu saja, aku pasti akan membuka topeng yang kau kenakan itu!” gumam Vernon yang tidak sengaja melewati keberadaan Inspekturnya ketika berniat menghampiri mobilnya.


“Kau akan menjadi orang pertama yang akan aku singkirkan!” batin Inspektur Chris ketika Vernon melewatinya.


Vernon pergi bukan untuk kembali ke rumahnya, melainkan menemui Jayden dan kedua sahabatnya yang masih berada di kediaman Felix.


...****************...


Baru saja tiba memasuki gerbang rumah mewah itu, Vernon langsung di kejutkan dengan sekumpulan hantu yang berdiri depan rumah mewah tersebut seolah sedang melakukan demo secara besar-besaran.


Namun, anehnya para hantu itu tidak mengganggunya sama sekali. Mereka bahkan memberikan Vernon jalan untuk memasuki rumah mewah tersebut.


Berbeda dengan hantu-hantu yang pernah Vernon lihat belakangan ini, hantu-hantu yang berkumpul di depan rumah Jayden itu mengenakan pakaian yang membuat mereka terlihat cukup anggun layaknya bangsawan dari abad ke-19.


“Siapa hantu-hantu ini? Mengapa mereka terlihat sangat berbeda dengan hantu-hantu yang pernah aku lihat belakangan ini,” batin Vernon seraya terus berjalan menuju pintu masuk.


Ketika hendak membunyikan bel yang ada di sana, tiba-tiba pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok Kai yang muncul dari dalam rumah itu. Sebelum Vernon sempat mengatakan sesuatu, Kai malah langsung menarik tangannya untuk masuk ke dalam.


“Kau tiba tepat waktu rupanya! Ayo, cepat ikut aku kita bisa terlambat untuk pertemuannya,” ujar Kai sembari menarik tangan Vernon untuk mengikutinya.


Entah mengapa Kai belakangan ini suka sekali menarik orang dengan paksa untuk mengikutinya.


“Hay, apa yang terjadi di sini? Bisakah kau menjelaskan lebih dulu padaku,” pinta Vernon yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


“Hustt, … Diamlah, nanti kau juga akan tahu sendiri!” tukas Kai yang tidak mau menjelaskan panjang lebar.


Hingga tibalah mereka di ruang tamu, dimana Jayden, Ansel dan hantu Aira sudah duduk di sana dengan suasana yang sedikit menyesakkan. Tanpa permisi, Kai langsung saja memaksa Vernon untuk duduk tepat berhadapan dengan Jayden.


Bersambung, ......


__ADS_1


__ADS_2