Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Sama Situasi, Beda Suasana


__ADS_3

“Bukankah itu Perdana Menteri Keuangan yang baru di lantik atau di resmikan beberapa bulan yang lalu?” gumam Kai yang mengenali salah satu di antara orang-orang itu.


“Ouh, … Bagaimana bisa kau mengenalnya?”


Jayden tampak sedikit takjub dengan sumber informasi Kai yang melimpah, meskipun dalam mata pelajaran Kai adalah murid terbodoh.


“Bukannya hanya itu, namun ada beberapa orang di antara mereka yang sepertinya aku tahu siapa,” ujar Kai yang semakin memperhatikan orang-orang itu sembari berusaha mengingatnya.


“Aish, … Aku akan mencari tahunya nanti!” sambung Kai yang tidak bisa langsung mengingatnya saat itu juga.


“Lakukan saja secara perlahan! Lagi pula itu bukan prioritas kita saat ini,” ujar Jayden yang menyuruh Kai agar tidak terlalu memikirkannya.


Setelah sedikit mengobrol, mereka pun segera kembali ke rumah duka. Sebab akan masih banyak lagi orang-orang yang berdatangan untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas kematian Kakek Jhon yang secara tiba-tiba itu.


Rasa kesedihan dan kehilangan Jayden atas kepergian sang Kakek tercinta, tentunya masih tetap ada.


Akan tetapi, setelah mengetahui Kakeknya sudah berada di tempat yang lebih baik, Jayden sendiri tidak terlalu larut dalam kesedihannya seperti sebelum kedatangan Tuan Hades dan Malaikat maut.


Benar saja, begitu kembali ke rumah duka. Jayden melihat sekelompok orang tengah memperdebatkan sesuatu dengan Ayah Kai dan Ansel selaku rekan bisnis Kakek Jhon juga.


Mendengarnya namanya di bawa-bawa dan mereka terus membicarakan sang Kakek, Jayden pun langsung saja menghampiri mereka.


“Ada apa ini? Kenapa kalian semua berdebat di rumah duka kematian seseorang, bahkan tepat setelah jasad Kakekku baru saja di makamkan?” cecar Jayden dengan sedikit nada ketusnya.


Mereka yang lebih dulu bersikap tidak sopan dengan berdebat di rumah duka seseorang yang bahkan baru saja di makamkan beberapa saat yang lalu.


Melihat dari penampilan mereka semua, Jayden sudah bisa memperkirakan bahwa mereka semua para investor yang mepercayakan uang mereka pada perusahaan Kakeknya.


“Maaf, kami tidak bermaksud untuk membuat keributan seperti ini! Akan tetapi, kami membutuhkan sebuah kepastian terkait kerjasama bisnis yang tengah berjalan. Bukan sebuah omong kosong yang tidak ada artinya.”


Seorang pria yang terlihat hampir seumuran dengan Kakek Jhon mulai menjelaskan duduk permasalahannya.


Dia bicara mewakili yang lainnya, setidaknya satu orang yang bicara sudah cukup untuk menyampaikan keinginan bersama.


“Kau adalah cucu satu-satunya sekaligus pewaris dari, _....”


“Aku tahu apa yang ingin kalian bicarakan!” potong Jayden yang jengah jika harus mendengar omong kosong para pebisnis gila harta itu.


“Aku akan menggantikan posisi Kakekku di perusahaan! Kalian tenang saja, uang yang kalian banggakan itu akan kembali sesuai dengan perjanjian sebelumnya,” lanjut Jayden penuh dnegan percaya diri.

__ADS_1


“Apa kau yakin! Bocah sepertimu bisa mengembalikan semua uang kami sesuai perjanjian?”


Yang lainnya mencoba memastikan kesanggupan Jayden dalam mengelola perusahaan nantinya.


“Kita lihat saja!” sahut Jayden tanpa keraguan sedikitpun.


“Baiklah, untuk sementara waktu kami akan memegang perkataanmu barusan. Selama itu juga kami akan mengawasi perkembangan perusahaan di bawah kepemimpinanmu.”


Pria sebelumnya setuju dengan syarat yang telah dia sebutkan, sehingga yang lainnya pun terpaksa harus mengikutinya.


“Jika kalian sudah selesai di sini, maka silahkan tinggalkan tempat ini secepatnya.”


Jayden tidak bermaksud mengusir, tapi dia sungguh sudah muak melihat kelakuan manusia jaman sekarang yang lebih mengutamakan harta di bandingkan tata krama dan perikemanusiaan. Mereka semua pun langsung pergi, meski sambil menggerutu memaki kelakuan Jayden.


“Jay, kau baik-baik saja?” Ansel langsung menanyakan keadaan sahabatnya yang masih terpuruk itu.


“Yah, … Seperti yang kalian lihat!” jawab Jayden sekenanya.


“Jayden, jika kau belum siap untuk mengambil alih perusahaan. Maka Paman bisa menggantikan dirimu untuk sementara waktu sampai kau siap memikul tanggung jawab ini,” ujar Ayah Kai yang menatap kasihan pada Jayden.


“Tidak, Paman! Aku sudah siap untuk menggantikan posisi Kakek,” sahut Jayden yang sedikit menyunggingkan senyumannya.


“Terima kasih, Paman!” ucap Jayden atas tawaran dari kedua ayah sahabatnya itu.


“Sebaiknya kalian bertiga istirahat saja dulu! Biar kami yang akan mengurus sisanya,” ujar Ayah Ansel yang melihat raut wajah kelelahan di wajah ketiganya.


“Baik, Pah!” sahut Ansel yang langsung saja merangkul Jayden dan Kai untuk masuk ke tempat peristirahatan yang sudah di siapkan di sana.


...****************...


Situasi yang sama, tapi beda suasana pun juga terjadi di sebuah Gedung tua yang letaknya berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk setempat.


Dimana banyak orang berpengaruh yang mendatangi tempat itu, karena undangan dari orang yang mereka sangart hormati dan percayai.


Benar, undangan itu berasal dari Lunar yang di perintah oleh Luzark untuk mengumpulkan para pengikut Lucifer.


Tujuannya hanya satu yaitu untuk melakukan ritual persembahan untuk mengobati lukanya. Tusukan pedang Jayden bukan hanya melukainya secara fisik, tetapi kekuatannya bahkan perlahan mulai menghilang dari tubuhnya.


Sebelum tidak sadarkan diri, Luzark menyuruh Lucas dan Lunar untuk menanyakan bagaimana bisa membangkitkan kekuatan iblisnya lagi.

__ADS_1


Hanya satu jawaban yang Lucifer berikan sekaligus solusi untuk mengembalikan kekuatan Luzark seperti sebelumnya yaitu dengan mengadakan ritual persembahan dari manusia yang mempercayainya.


“Apa benar bahwa Tuan Luzark saat ini tengah terluka parah?”


Seorang pria yang paling di hormati oleh yang lainnya mulai menanyakan kebenaran kabar yang sempat dia dengar sebelumnya.


Siapa sangka Pria tersebut adalah seorang tokoh politikus yang beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan hangat di negaranya.


Siapa lagi, kalau bukan Austin Cameron seorang perdana Menteri keuangan yang baru saja di lantik atau di sahkan beberap bulan lalu.


Dia terpilih karena Menteri keuangan yang sebelumnya, tiba-tiba saja mengalami serangan jantung dan meninggal saat itu juga sehari sebelum di adakannya pelantikan.


Tentu saja, hal itu terjadi bukan tanpa sebab yang jelas melainkan karena sebuah ritual yang di lakukan oleh Austin dengan membawa persembahan kepada Lucifer dan di tukar dengan kekuasaan yang dia inginkan.


Yaitu menjadi seorang Menteri yang mengatur keuangan negara dan dialihkan menjadi keuangan pribadi.


“Apakah pertemuan kali berhubungan dengan terlukanya Tuan Luzark?” Pria lainnya yang berpakaian setelan jas mahalnya mencoba menebak.


“Benar, Tuan Luzark saat ini tengah terluka cukup parah! Dan pertemuan ini memang untuk membahas terkait hal tersebut,” jawab Lunar membenarkan semua yang di katakan oleh para pengikut setia dari Lucifer.


“Untuk menyembuhkan luka Tuan Luzark, kalian semua harus melakukan ritual persembahan! Apa kalian sanggup melakukannya?” lanjut Lunar menanyakan kesanggupan dari para pengikut Lucifer.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2