
Meski banyak yang menuntut penjelasan tentang siapa sosok hantu Aira yang sebenarnya, tetapi tidak ada satu pun penjelasan yang keluar dari mulut hantu Aira sendiri maupun pengikutnya.
Yang terpenting hantu Aira menepati perkataannya dengan mendatangkan bala bantuan dari para hantu dan manusia.
“Yang mulia, mengapa anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Tuan muda yang agung?” tanya Martha penasaran.
“Tidak perlu! Sebab dia akan menemukan jawabannya sendiri,” jawab hantu Aira.
“Persiapkan saja semuanya dengan sebaik mungkin, karena aku yakin dia pasti mengincar Jayden untuk di bunuh ketika gerhana matahari itu terjadi,” ujar hantu Aira yang sangat mengkhawatirkan keadaan Jayden.
“Baik, Yang mulia agung!” sahut Martha, setelah itu pamit pergi.
“Siapa sangka waktu berjalan begitu cepat! Kini anak itu sudah tumbuh dewasa dan siap untuk menegakkan kebenaran di dunia ini! Dia dan teman-temannya akan menjadi pelindung manusia dari kekuasaan para iblis yang menyesatkan,” gumam hantu Aira sembari menatap cahaya bulan malam itu.
Sedangkan Kai dan Vernon melakukan langkah pencegahan agar semua warga pada saat terjadinya gerhana matahari tidak ada satu pun keluar dari rumah masing-masing.
Kai dan Vernon melakukan segala cara baik yang masuk akal maupun tidak, salah satunya dengan meretas salah satu stasiun tv terbesar yang ada.
“Aku tidak yakin mereka akan percaya dengan apa yang kita katakan?” ujar Vernon yang merasa pesimis karena ide Kai yang seperti tidak ada manfaatnya.
“Setidaknya kita sudah berusaha,” sahut Kai dengan santainya.
Malam sebelum gerhana matahari di mulai, Jayden yang saat itu pikirannya sedang kalut memutuskan untuk mengunjungi ruangan rahasia yang selama ini sangat di jaga oleh Kakeknya.
Dengan alasan bahwa ruangan itu merupakan ruangan pribadi kedua orang tuanya, sehingga siapapun di larang masuk untuk mencegah kerusakan atau barang lainnya yang bisa saja di curi.
Begitu masuk, Jayden memang langsung bisa menatap foto kedua orang tuanya yang bernama Declan Felix dan Liraya Anantsha. Jayden menatap foto kedua orang tuanya itu cukup lama seolah melepas kerinduannya selama ini.
Dan ketika Jayden mencoba menyentuh fotonya, tiba-tiba sebuah pintu rahasia lagi mulai terbuka. Dimana terdapat sebuah kotak kayu yang sudah cukup tua.
Jayden yang penasaran pun perlahan membuka kotak kayu tersebut. Begitu kotaknya berhasil terbuka karena kekuatan Aura yang Jayden salurkan, di dalam kotak itu terdapat sebuah buku tua.
Dengan perasaan sedikit ragu Jayden pun mengambil buku tersebut dan mulai membuka serta membaca lembar per lembar isi dari buku tersebut.
__ADS_1
Detik itu juga Jayden menyadari segala pertanyaan tentang dirinya tertulis jelas dalam buku itu dan yang membuatnya sangat sangat terkejut.
“Haaah, … Haaah, … Ini sungguh mustahil!”
Saking tidak percayanya dengan fakta yang dia dapatkan, Jayden bahkan sampai kesulitan untuk bernapas.
...****************...
Hari yang di tunggu pun tiba, satu jam sebelum gerhana matahari di mulai. Ternyata himbauan dari Kai dan Vernon sebagian besar di abaikan oleh para warga, meski sebagian lagi banyak yang lebih memilih untuk tetap berada di rumah masing-masing. Mereka semua malah sangat antusias untuk menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.
“Dasar orang-orang ini, sudah di peringatan bahwa bahaya berada di luar rumah malah mereka berbondong-bondong keluar saat gerhana sudah mulai mendekati,” ujar Kai yang kesal akan sikap abai orang-orang akan peringatannya.
“Biarkan saja! Mereka akan menanggung sendiri akibat atas perbuatannya, tapi sebisa mungkin kita harus menyelamatkan orang yang bisa kita selamatkan,” ujar Jayden dengan nada dinginnya dan sering kali Jayden terlihat menatap hantu Aira.
“Tersisa kurang dari 30 menit lagi sampai gerhananya di mulai.” Suara Vernon mengingatkan.
“Kita harus berpencar begitu mendapat informasi,” ujar hantu Aira.
“Benar, percayalah bahwa kami bisa melakukannya sebaik dirimu!” Ligen sedikit menambahkan.
“Emm, … Mari berjuang bersama hingga akhir!” Jayden kembali bersuara.
...****************...
Sedangkan dari pihak Lucifer sudah menyiapkan kejutan besar bagi semua orang, terutama untuk Jayden. Lucifer memerintahkan keenam iblis kepercayaannya untuk mencari titik lokasi yang bisa memberikannya korban persembahan.
“Bunuh para manusia bodoh itu sebanyak yang kalian bisa! Pastikan darah mereka mengalir dan bertemu pada satu titik yang sudah aku siapkan,” perintah Lucifer kepada Luzark dan yang lainnya.
“Siap laksanakan, Yang Mulia!” sahut Luzark dan yang lainnya secara serentak.
“Kalian boleh pergi sekarang!” ujar Lucifer.
Dalam sekejap mata Luzark dan yang lainnya pun seketika menghilang ke lokasi masing-masing yang sudah di tentukan.
__ADS_1
Beberapa menit sebelum terjadinya gerhana matahari total, Jayden dan para ksatria nya juga sudah berada di lokasi yang sama dengan iblis kepercayaan Lucifer.
Seperti ini posisinya, Ansel berada di sebuah daerah dimana Lunar di tugaskan di sana. Begitu juga dengan Kai yang harus berhadapan dengan Lucas.
Hantu Aira memilih untuk berhadapan dengan Kakaknya sendiri yaitu Luzark. Sedangkan Vernon malah mendapatkan Lust sebagai lawannya.
Chary dan Ligen berada di satu tempat yang sama, karena Larth dan Leed juga berada di satu lokasi yang sama. Sementara Jayden sudah pasti menghadapi Lucifer, tetapi sampai detik ini sosoknya belum juga muncul dimana pun.
...****************...
Tibalah waktunya gerhana matahari total di mulai. Bersamaan langit yang perlahan mulai gelap karena matahari tertutup oleh bulan, tiba-tiba sebuah asap tebal menyelimuti setiap daerah yang ada dan membuat semua orang menjadi panik.
“Apa yang terjadi?”
“Akhhh, ….”
“Tolong aku, … Akhh!”
Pertanyaan yang sama pun terucap dari keenam ksatria pelindung Jayden. Namun tak lama kemudian, terdengar suara teriakan kesakitan, ketakutan, kepanikan dan semua orang meminta tolong. Seketika mereka menyadari bahwa ada yang terjadi di balik datangnya kabut tebal itu.
Benar saja, pasukan iblis sudah mulai melakukan pembunuhan kepada manusia untuk di jadikan korban persembahan. Setiap manusia yang berhasil mereka bunuh akan di lemparkan kearah sungai yang ada di dekatnya.
Sehingga dalam sekejap sungai yang awalnya sangat jernih seketika menjadi lautan darah yang berbau amis.
Hanya dalam hitungan detik setelah di mulainya gerhana matahari, semua tempat menjadi sangat kacau. Sosok Aira pun memerintahkan pengikutnya untuk melakukan tugas masing-masing. Melalui ikatan batin yang terjalin antara Jayden dan para ksatria nya, Aira mengatakan bahwa perang telah di mulai.
“Perang sudah di mulai! Aku mohon kalian semua tetap focus menghadapi semua ini,” ujar sosok Aira yang bisa di dengar dengan jelas oleh Jayden dan yang lainnya.
Jayden perlahan memejamkan matanya, mengucap sebuah mantra yang dia dapatkan dari sebuah buku tua yang dia temukan semalam.
Bersambung, ....
__ADS_1