
“Aku peringatkan kau jangan macam-macam dengannya ‘yah!” Kai kembali menegaskan.
“Aku tidak bisa janji! Kalau begitu aku pergi menemuinya dulu ‘yah! Dadahh, ….”
Aira terlihat melambaikan tangan pada Kai dan Vernon sebelum tubuhnya menghilang bersamaan dengan hembusan angin.
“Hay, kau hantu! Jangan dekati teman-temanku!” teriak Kai memperingatkan kepada Aira, tapi sayangnya sosok yang di carinya sudah tidak ada lagi di hadapannya.
“Sial, aku harus segera memperingatkan Jayden bahwa ada hantu yang menyukainya,” ujar Kai yang pergi begitu saja meninggalkan Vernon untuk mencari keberadaan Jayden dan Ansel.
...****************...
Sementara Jayden sendiri sudah berada di ruangan yang di penuhi dengan jiwa orang mati yang tersegel ataupun terkunci oleh sebuah kekuatan jahat yang sangat besar.
Baik Jayden maupun Ansel sangat terkejut, karena keduanya baru pertama kalinya merasakan berteleportasi seperti yang terjadi dalam film-film fiksi yang bisa mereka berdua tonton.
“Kenapa kalian membawa kami ke tempat ini?”
Jayden menuntut penjelasan, kerena telah di bawa dengan paksa oleh dua mahluk berkekuatan itu.
“Jay, lihatlah ke sana!” ujar Ansel yang menyenggol tubuh Jayden untuk melihat ke tempat yang dia tunjukan.
“Apa itu? Kekuatan yang besar dan juga gelap seperti mengunci sesuatu yang ada di dalamnya,” gumam Jayden yang terkejut melihat besarnya segel yang di tempatkan pada ruangan di hadapannya.
“Di sanalah jiwa-jiwa yang selama ini kami cari! Kau harus melepas segelnya dengan menggunakan pedang yang kau miliki saat ini!” ujar Tuan Hades dengan nada sedikit memerintah.
“Kenapa harus aku? Bukankah kalian berdua lebih kuat dari pada pedangku?” ujar Jayden yang tanpa sadar dia mempertanyakan kekuatan dan kekuasaan.
“Apakah sampai sekarang kau tidak tahu dari mana kekuatan pedangmu itu berasal? Dan kau menggunakannya tanpa mengetahui apapun mengenai 7 mata pedang itu?”
Akhirnya Tuan Hades dan Malaikat maut mempertanyakan pengetahuan Jayden tentang pedang yang di milikinya saat ini. Melihat Jayden yang hanya diam sambil menatap kea rah temannya, sudah cukup untuk menjawab pertanyaan mereka.
Bahwa Jayden memang belum mengetahui apapun tentang masa depan yang akan di hadapi olehnya bersama dengan pedang tersebut.
“Sudahlah, kita bicarakan tentang pedang dan kekuatanmu nanti saja! sekarang bantu kami melepaskan segel yang mengunci jiwa-jiwa tersebut. Setelah itu, aku akan membantumu menjelaskan tentang asal usul 7 mata pedang yang saat ini sudah berada di tanganmu sebagai pemiliknya,” ujar Tuan Hades yang menawarkan kesepakatan.
“Baiklah, tapi apa yang harus aku lakukan? Aku rasa aku tidak bisa melepaskan segel itu sendirian dengan kekuatanku yang sekarang,” ujar Jayden yang terlihat bingung dan tidak percaya diri.
“Sebenarnya kau memiliki sumber kekuatan yang sangat besar, tapi aku akan menjelaskan tentang itu nanti! Sekarang yang perlu kau adalah mengikuti perkataanku dengan baik.”
__ADS_1
Tuan Hades mencoba memberi arahan apa yang harus di lakukan oleh Jayden. Tanpa menanyakan lebih banyak lagi, Jayden langsung saja mengeluarkan pedangnya kembali dan sudah siap mengikuti arahan.
Menyadari bahwa keberadaannya tidak akan membantu, Ansel pun sedikit memposisikan dirinya menjauh untuk memberikan ruang kepada ketiganya.
“Kau sudah siap?” tanya Tuan Hades pada Malaikat maut yang hanya di tanggapi dengan anggukan kepala.
“Baiklah, kita mulai!” ujar Tuan Hades.
“Jay, fokuskan semua energi yang saat ini kau miliki hanya pada pedang di tanganmu.”
Jayden mengangguk tanda dia mengerti dan mulai menyalurkan energi yang ada di dalam tubuhnya pada pedangnya.
Setelah energi itu hampir sepenuhnya terfokuskan pada pedangnya, Tuan Hades memberikan isyarat kepada Malaikat maut bahwa mereka bisa menyalurkan energi mereka pada Jayden.
“Bersiaplah, kami akan menyalurkan energi dan kekuatan kami padamu. Kau focus saja menyalurkan energi tersebut pada pedangmu,” perintah Tuan Hades dan Jayden hanya mengangguk pertanda dia mengerti.
Tuan Hades dan Malaikat maut pun menghampiri Jayden. Kemudian, keduanya memegang bahu Jayden dan mulai menyalurkan kekuatan serta energi mereka.
Sementara Jayden menyalurkannya kembali pada pedang yang masih berada di tangannya.
Suasana di ruangan itu seketika berubah, angina kencang yang entah muncul dari mana langsung menyelimuti Jayden, Tuan Hades dan Malaikat maut serta memporak porandakan semua barang yang ada di sana. Alhasil, Ansel harus mencari tempat yang aman untuk berlindung.
Aura itu bercampur yang berasal dari Jayden dengan warna aura biru keemasan, Tuan Hades yang memiliki aura berwarna ungu pekat serta milik Malaikat maut yang dark blue lebih mendominasi pada warna hitam.
“Jay, hancurkan segelnya sekarang!” perintah Tuan Hades yang di rasa sudah cukup.
Tanpa buang waktu, Jayden langsung mengayunkan pedangnya dan mengarahkan langsung pada sebuah pintu.
Angin kencang semakin terasa ketika kekuatan pedang Jayden membentur pada kekuatan pada segel yang terpasang pada pintu tersebut.
Jayden merasa energinya semakin terkuras, tapi dia sedikit memaksakan diri hingga pada akhirnya segel itu mulai retak.
Jayden semakin memberikan energinya pada pedangnya ketika melihat segelnya sudah mulai retak.
Hingga kakinya sudah tidak sanggup lagi menahan berat tubuhnya, Jayden seketika tersungkur di lantai sambil berpegangan pada pedangnya untuk menyangga agar tubuhnya tidak jatuh.
Di saat bersamaan segel itu pun hancur berkeping-keping dan hilang begitu saja di udara.
Ansel pun segera berlari menghampiri Jayden untuk memastikan keadaanya seraya bertanya, “Jay, kau tidak apa-apa ‘kan?”
__ADS_1
Namun, perhatiannya teralihkan pada apa yang sedang di lihat oleh mata Jayden saat itu. Ansel pun ikut terkejut saat melihat ratusan jiwa manusia yang sedang berdiri di hadapannya seolah mereka telah menunggu moment itu sudah sangat lama.
“Kalian sudah bebas sekarang, maka ikutlah denganku untuk menjalani kehidupan kalian setelah kematian,” ujar Malaikat maut nada terdengar seperti sebuah perintah mutlak.
Malaikat maut pun seketika menghilang bersamaan dengan para jiwa tersebut. Hal itu membuat Jayden dan Ansel semakin terkejut melihatnya.
Namun, keterkejutan keduanya seketika menghilang saat Kaison tiba-tiba menabrak pintu yang ada di sana.
Brakkk, ….
“Aauh, … Sakit sekali! Siapa ‘sih yang menaruh pintunya di sini,” gerutu Kai sambil meringis kesakitan dengan memegangi tangan kanannya yang terasa sangat ngilu.
Awalnya Kai tidak menyadari bahwa ada yang aneh dengan kedua temannya. Akan tetapi, ketika dia melihat Jayden dan Ansel yang terduduk di lantai.
Kemudian, Kai juga menyadari bahwa ada Tuan Hades yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat Jayden dan Ansel.
“Apa yang telah terjadi di sini?” tanya Kai menuntut penjelasan pada Jayden dan Ansel.
Namun, keduanya tidak menjawab karena sama-sama masih larut dalam keterkejutan masing-masing.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1