
“Hoamm, … Lelahnya hari ini,” ujar Jayden yang langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kesayangannya itu.
“Daripada lelah, aku lebih kehabisan energi karena terus merasa ketakutan dan juga tegang,” sahut Kaison yang ikut membaringkan tubuhnya di samping Jayden.
“Dasar kau memang sangat penakut,” ejek Jayden.
“Diam Kau!” seru Kaison sembari melemparkan sebuah bantal ke wajah Jayden.
“Ans, apakah kau juga melihat pesan berdarah yang muncul di lukisan tadi? Setelah hantu itu menghilang sepertinya aku melihat sebuah kalimat yang tiba-tiba muncul, ” ujar Kaison yang masih takjub dan tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dia alami pertama kalinya dalam seumur hidupnya.
“Kau juga melihatnya?” tanya Ansel balik.
“Tentu saja! Terlihat begitu jelas di depan mata, bagaimana bisa aku tidak melihatnya,” jelas kaison dengan nada ketusnya.
“Apakah pesan itu benar di tunjukan untukmu, Jay?” tanya Ansel menatap ke arah Jayden yang sudah mulai menutup matanya.
“Akhhh, ... Aku tidak tahu! Jangan ganggu aku lagi!” seru Jayden yang frustasi memikirkan hidupnya yang sangat rumit sekarang.
“Benarkah? Kalian juga melihatnya tadi? ‘Kau terlambat mengambil hadiahmu, tapi kau tenang saja akan segera aku kirimkan secepatnya hadiah kedua dan ketiga yang sangat special untukmu. Tunggulah dengan tenang, Jayden!’. Waaah, … Bahkan sampai sekarang aku masih merasa sangat merinding,” ujar Kaison yang mengingat jelas isi dari pesan berdarah itu dengan kehebohannya.
“Isssshhh, … Bisakah kau menutup mulutmu itu, Kai!” seru Ansel yang kesal dengan tingkah konyol Kaison yang berlebihan seperti orang gila saja.
“Kai, bagaimana menurutmu tentang pesan berdarah itu?” tanya Jayden yang tiba-triba saja meminta pendapat dari Kaison yang terlihat heboh sendiri itu.
Namun, di balik tingkah konyolnya itu ada otak genius dalam menilai sesuatu dengan sangat baik dan akurat dan tentu saja dapat di percaya. Sehingga Jayden berani menanyakan penilaiannya mengenai pesan yang sudah sangat jelas di tunjukan pembunuh itu.
“Kalau menurutku, … Pembunuh itu bukan hanya sekedar ingin bermain-main saja denganmu, melainkan masih ada alasan lain atau mungkin korban selanjutnya! Yang jelas menurutku itu adalah hadiah yang buruk untukmu,” jelas Kaison yang berubah serius saat menilai pesan itu dengan pandangan luasnya.
“Tepat sekali!” Jayden tersenyum puas mendengar jawaban dari Kaison yang tidak pernah mengecewakannya.
“Woah, … Akhirnya keberadaan mu berguna juga di sini,” ujar Ansel yang memuji sekaligus menghina Kaison.
“Makanya jangan meremehkan seorang Kaison,” balas Kaison dengan penuh percaya diri.
“Lalu kita harus bagaimana sekarang?” tanya Ansel yang penasaran dengan rencana Jayden selanjutnya.
__ADS_1
Dia pun memperhatikan Jayden yang tersenyum penuh arti, pertanda dia sedang menemukan sebuah ide.
“Tentu saja menemui sang pembunuh!” jawab Jayden dengan keyakinan penuh.
“Kau gila ‘yah, Jay! Itu sama saja kau mengantarkan nyawamu sendiri!” seru Kaison yang sesat melupakan bahwa sekarang Jayden telah menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya.
“Aish, … Apa kau sudah lupa bahwa sekarang Jayden memiliki sebuah pedang yang sangat sakti,” ujar Ansel mengingatkan.
“Hay, Pedang Sakti? Mendengar kau mengatakan itu membuatku merasa seperti Sun Go Kong dan tongkat saktinya. Lalu kau menjadi Sha Wujing, sementara Kai yang menjadi Cut Pat Kay-nya. Hahahaaa, …” Jayden malah salah focus dan membicarakan tentang hal lain.
“Sama sekali tidak lucu, Jay!” seru Ansel dan Kaison bersamaan dengan wajah datarnya.
“Baiklah, aku hanya sedikit bercanda habis kalian berdua serius sekali,” ujar Jayden yang langsung berhenti tertawa.
“Bagaimana caranya kau menemui pembunuh itu?” tanya Ansel serius.
“Caranya sangat mudah, hanya tinggal menutup mata dan tidur,” ujar Jayden dengan senyum mengembang di bibirnya.
“Dasar sialan kau!” seru Ansel dan Kaison secara serentak.
Mereka benar-benar merasa sangat kesal, karena Jayden masih bisa bercanda di saat seperti itu.
“Ayolahh, … Kalian masih ingat dengan ceritaku sebelumnya, bukan?” ujar Jayden mengingatkan kedua sahabatnya bahwa dia mengetahui tentang pembunuhan Liona melalui mimpinya.
“Ouh, … Mimpimu!” seru Kaison yang langsung mengingatnya.
“Benar sekali! Jadi, sekarang aku akan menemui pembunuh itu melalui mimpi. Dan tugas kalian berdua untuk memecahkan tentang arti dari pesan berdarah itu!” jelas Jayden yang membuat Ansel dan Kaison menjadi mengerti maksud perkataannya tadi.
Setelah itu, Jayden langsung mencari posisi yang nyaman untuk tidur dan menjelajahi alam mimpinya. Awalnya Kaison ingin memprotes pembagian tugas itu, tetapi Ansel langsung menghentikannya.
“Sudahlah kita ikuti saja rencana Jayden untuk kali ini!” ujar Ansel yang mau tidak mau Kaison juga harus menerimanya, apalagi melihat Jayden yang sudah mulai terlelap dalam alam mimpinya.
Pada saat Jayden sudah tertidur nyenyak, Ansel dan Kaison masih terjaga untuk memecahkan arti dari pesan berdarah yang berisi ‘Kau terlambat mengambil hadiahmu, tapi kau tenang saja akan segera aku kirimkan secepatnya hadiah kedua dan ketiga yang sangat special untukmu. Tunggulah dengan tenang Jayden!’.
“Pada kalimat pertama yaitu ‘Kau terlambat mengambil hadiahmu, …’ bukankah itu mengarah pada pembunuhan Liona?”
__ADS_1
Ansel menyimpulkan bahwa itu berkaitan dengan kasus pembunuhan Carol Liona yang muncul di dalam mimpinya Jayden sehari sebelum mayat Carol Liona di temukan oleh polisi.
“Kau benar sekali! Terlebih lagi pesan itu ada di lokasi pembunuhan itu.” Kaison pun menyetujui kesimpulan yang di berikan oleh Ansel itu karena pesan itu juga muncul di lokasi dimana Carol Liona terbunuh.
“Sedangkan pada kalimat selanjutnya ‘…, tapi kau tenang saja akan segera aku kirimkan secepatnya hadiah kedua dan ketiga yang sangat special untukmu. Tunggulah dengan tenang, Jayden!’ seolah menyiratkan bahwa akan segera muncul korban pembunuhan yang selanjutnya.”
Ansel menyimpulkan bahwa kemungkinan besar akan muncul korban selanjutnya dengan cara yang sama.
"Begitu pun dengan alur pembunuhannya, dia memberikan peringatan terlebih dahulu melalui alam mimpi Jayden,” ujar Kaison yang menegaskan bagian terpentingnya.
“Benar sekali! Dia bukan sedang memberi peringatan maupun ancaman kepada Jayden, tapi dia hanya ingin menyombongkan kemampuannya saja!” seru Ansel yang langsung memahami tujuan asli sang pembunuh itu.
“Kita tunggu saja sampai Jayden bangun. Mungkin dia juga mendapatkan sesuatu melalui mimpinya,” ujar Kaison ang masih merasakan hal yang janggal dengan isi pesan tersebut.
Namun Ansel dan Kaison tidak menyadari arti dari kalimat ‘…, sangat special untukmu. Tunggulah dengan tenang, Jayden!’ yang sebenarnya memiliki arti sangat besar dan juga sangat penting untuk mereka melakukan langkah selanjutnya yang tepat dan akurat.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
__ADS_1