Rahasia 7 Mata Pedang

Rahasia 7 Mata Pedang
Bertemu Sosok Tak Terduga


__ADS_3

Ketiganya sontak pun berhenti bercanda, mereka menatap lekat pada dua sosok pria misterius yang penampilannya sangat aneh itu. Jayden pun merasakan kekuatan yang cukup besar dari sosok pria itu, dia pun segera mengeluarkan pedangnya lagi untuk berjaga-jaga.


“Siapa kau?” tanya Jayden dengan tatapan mengintimidasi, sedangkan tangannya bersiap untuk menyerang.


“Aaah, … Jadi, kau manusia yang terpilih itu!” ujar Pria misterius itu yang langsung mengenali siapa Jayden begitu melihat pedangnya.


“Jangan mengalihkan pembicaraan! Jawab saja pertanyaanku,” desak Jayden yang masih saja bersiap siaga menyerang.


“Bukankah aku bertanya pada kalian terlebih dahulu? Kalian juga belum menjawabnya, bukan?” balas Pria misterius itu yang semakin mendekati Jayden.


“Bukankah kau sudah tahu siapa aku,” ujar Jayden lagi.


“Astaga, siapa sangka malaikat maut sudah tiba lebih dulu di sini!”


Tiba-tiba muncul satu lagi seorang pria berpakaian serba putih dengan rambut putihnya yang panjang juga yang entah dari mana.


Dan secara tidak langsung Pria itu memberitahu Jayden bahwa Pria yang berpakaian serba hitam itu adalah malaikat maut.


Malaikat Maut dapat merujuk kepada


Izrail, malaikat pencabut nyawa dalam ajaran Islam. Abadon, malaikat jurang maut seperti yang dicatat dalam Kitab Wahyu kepada Yohanes pasal 9. Hei Bai Wu Chang, sepasang petugas akhirat yang membawa roh-roh manusia yang sudah meninggal dalam Taoisme.


Niu Tou Ma Mian, hantu kepala sapi dan muka kuda yang bertugas mencabut nyawa manusia dalam Taoisme.


Kultur populer di sebut Grim Reaper, personifikasi dari kematian dalam budaya Barat. Di sini Author akan mengambil versi yang Grim Reaper ‘yah, guys!


“Ouh, … Tuan Hades, sepertinya kau cukup terlambat hari ini,” sapa Malaikat maut.


Hades di gambarkan sebagai dewa orang mati atau Rajanya dunia bawah tanah (Dunia setelah kematian). Dan merupakan figur yang menakutkan bagi orang yang masih hidup.


Dalam mitologi Yunani yang sangat kuno, dunia Hades adalah tempat tinggal roh orang mati yang suram dan berkabut (disebut juga Erebos atau perwujudan kegelapan).


“Jadi, kalian berdua sedang cosplay menjadi Malaikat maut dan Tuan Hades begitu? Memangnya sekarang hari Halloween atau April mop?"


"Tapi, bukankah ini masih bulan Februari? Atau jangan-jangan kalian salah satu anggota dari kru film tadi?” cecar Vernon yang beranggapan keduanya adalah manusia biasa yang sedang memakai kostum saja.


Karena itulah, Vernon pun tidak segan-segan memperlakukan keduanya seperti dia memperlakukan Jayden dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Sontak saja, Jayden dan kedua sahabatnya merasa salut dengan keberanian Vernon yang mempertanyakan langsung identitas Malaikat maut dan Tuan Hades langsung pada yang bersangkutan.


Takk, …


“Dasar kau bocah manusia! Tidak ada sopan santunnya sama Malaikat maut dan Tuan Hades ‘yah!”


Kesal dengan sikap dan perkataan Vernon, sang Malaikat maut langsung teleportasi di samping Vernon dan tanpa di duga oleh semua orang dia menjitak kepala Vernon dengan gemasnya.


Secara spontan, Ansel dan Kaison segera menjauh dari Vernon karena tidak ingin terlibat dengan dua mahluk berkekuatan itu.


“Mau aku kirim langsung ke neraka, Hah!” imbuh Tuan Hades yang juga sedikit merasa tersinggung dengan sikap Vernon.


“Aduh, … Duh, sakit sekali!” rintih Vernon sembari memegangi kepalanya yang terasa nyeri, karena jitakkan barusan.


“Beruntung kau tidak langsung pindah alam, Ver!” ujar Ansel yang mencoba menahan tawanya.


“Kau, gunakan ini untuk menyimpan pedangmu itu!”


Mengabaikan kelakuan Vernon, Tuan Hades lalu memberikan sebuah sarung pedang kepada Jayden.


Jayden pun hanya terpaku, dia ragu untuk menerima sarung pedang tersebut mengingat dia masih tidak bisa membedakan siapa yang saat ini berada di pihaknya.


“Hmmm, … Sejak awal aku hanya bertugas untuk menyimpan sarung pedang ini saja. Setidaknya sampai pedang yang di takdirkan itu muncul yaitu pedang yang saat ini berada di tanganmu,” jelas Tuan Hades yang terbilang cukup sabar menghadapi Jayden dan teman-temannya.


“Cepatlah terima saja! kalian mau tetap di sini atau mau masuk ke dalam!” seru Malaikat maut yang tak mau membuang waktunya untuk berdebat dnegan teman-teman Jayden.


Kemudian, sang Malaikat maut masuk terlebih dahulu ke dalam rumah itu. Sementara itu, Jayden pun menerima sarung pedang itu dengan ragu.


Namun, seperti yang di jelaskan Tuan Hades pedang dan sarungnya itu seketika menyatu dan menghilang dari tangan Jayden. Karena masih merasa tidak percaya, Jayden pun mencoba untuk mengeluarkannya lagi.


Pedang itu pun kembali muncul bersama dengan sarung pedangnya, bahkan kekuatan pedang tersebut sekarang sudah bisa Jayden control dengan baik.


“Terima kasih,” ucap Jayden.


Tuan Hades hanya tersenyum lembut menandakan bahwa dia menerima ucapan terima kasih dari Jayden. Kemudian, Tuan Hades pun ikut masuk ke dalam rumah itu, begitu juga Jayden dan ketiga temannya.


Ternyata kedatangan Tuan Hades dan Malaikat maut, karena mereka merasakan adanya kekuatan gelap yang muncul dalam skala besar. Setelah kekuatan itu menghilang, mereka juga merasakan keberadaan jiwa-jiwa yang hilang berada di dalam rumah itu.

__ADS_1


Sudah puluhan tahun, Malaikat maut mencari keberadaan jiwa-jiwa yang menghilang. Dan jumlah itu terus bertambah setiap tahunnya, selain itu hilangnya jiwa-jiwa tersebut sebagian besar seorang wanita yang usianya baru mencapai 18 tahun.


Malaikat maut terus berusaha melacak penyebab hilangnya jiwa-jiwa tersebut, tapi selalu menemukan jalan buntu. Hingga dia mencapai kesimpulan bahwa ada seseorang yang dengan sengaja menyegel jiwa tersebut seperti yang terjadi pada Carol Liona.


Begitu memasuki rumah itu, mereka semua langsung berpencar menjadi tiga kelompok karena mengikuti insting masing-masing.


Malaikat Maut dan Tuan Hades menjadi satu kelompok, karena tujuan mereka sama yaitu mencari keberadaan jiwa yang hilang.


Mereka pun langsung menuju ke sebuah ruangan yang menyimpan energi kegelapan yang sangat pekat. Dan benar saja, ternyata di ruangan itulah jiwa-jiwa yang mereka cari selama ini tersegel.


“Jadi di sini semua arwah yang selama ini aku cari! Sepertinya aku harus bekerja lembur selama beberapa hari ini,” ujar Malaikat maut sembari menghela napas saat membayangkan banyaknya dokumen yang harus dia periksa nantinya.


“Sepertinya aku juga harus menyediakan banyak tempat untuk menampung para tamu yang tak terduga ini,” sahut Tuan Hades yang merasa senasib dengan Malaikat maut, tapi dia setidaknya masih bisa bersantai hingga laporan dari Malaikat maut sampai di tempatnya.


“Bisakah kita menghancurkan segel ini?” tanya Malaikat maut yang sedikit ragu.


^^^Bersambung, ....^^^


Ilustrasi Tokoh, ....



...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...

__ADS_1


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


__ADS_2