
Jayden dan Hantu Aira saling menatap satu sama lain. Entah mengapa Jayden merasakan perasaan tidak asing bertemu dengan hantu itu.
Tidak seperti hantu lain yang pernah Jayden temui, hantu Aira memiliki aura yang berbeda yang terlihat sama seperti aura milik Jayden.
“Siapa sosok ini? Mengapa aku merasa tidak asing dengan sosoknya?” batin Jayden.
“Itu hantu Aira!” seru Kaison yang membuat Ansel dan Vernon segera menghampirinya.
“Jadi, dia hantu cantik yang kalian maksud?” bisik Ansel pada Kaison.
“Iya, bukankah hantu iini memang cantik?” ujar Kaison yang menanyakan pendapat Ansel.
“Tidak salah juga! Tapi tetap saja dia itu hantu,” Ansel membenarkan.
“Apakah aku pernah mengenalkan dia sebagai manusia?” celetuk Kaison dengan kesal.
“Hay, kau tadi pergi kemana saja? Kenapa tiba-tiba menghilang membuatku terlihat seperti orang gila saja di mata anak-anak ini,” cecar Vernon yang terlihat sangat dekat dengan hantu Aira.
Namun, hantu Aira mengabaikan ocehan Vernon dan masih menatap Jayden dengan penuh kesedihan. Hantu Aira sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepada Jayden, tetapi lidahnya terasa begitu kelu untuk mengutarakannya.
“Ada apa dengan mereka berdua?” gumam Vernon melihat reaksi hantu Aira dan Jayden yang sama-sama diam dan saling memandang.
Ansel menyadari ada yang salah dengan Jayden segera menghampirinya dan bertanya, “Jay, kau tidak apa-apa?”
“Ouh, … Aku baik-baik saja! Tarik aku untuk berdiri,” pinta Jayden yang mengulurkan tangannya pada Ansel.
Tanpa membuang waktu Ansel pun menarik tangan Jayden, sehingga mempermudah Jayden untuk berdiri. Sedangkan hantu Aira masih terdiam dan terus memperhatikan Jayden dengan penuh kesedihan.
“Maaf, apa aku menakutimu?” ucap hantu Aira yang akhirnya mengatakan sesuatu.
“Aku tidak takut, tapi hanya sedikit terkejut saja karena kau tiba-tiba muncul di hadapanku,” ujar Jayden memang itu yang dia rasakan.
“Apa kau mengenalku? Atau kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Jayden yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Hantu Aira menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, tapi aku sangat mengenalmu!”
“Hah? Jangan katakan kalau sebenarnya kau, _....” Kaison menggantung ucapannya cukup lama. Sontak saja
“Hay, Kalau mau bicara yang jelas! Jangan menggantungnya kayak jemuran,” protes Ansel yang kesal dengan cara bicara Kaison yang seperti sedang mempermainkan mereka.
__ADS_1
“Yah, … Begitu! Sebenarnya hantu Aira adalah gadis yang akan di jodohkan dengan ayahnya Jayden, tapi meninggal sebelum itu terjadi. Lalu rohnya bergentayangan sampai sekarang,” celoteh Kaison yang sangat tidak masuk di akal, hingga membuat teman-temannya kesal sendiri dengan kelakuannya itu.
“Jay, perlu apakan mulut orang gila ini?” tanya Ansel meminta saran dari Jayden.
“Kalau mulutnya bisa di borgol, maka aku akan dengan senang hati meminjamkannya padamu!” celetuk Vernon sama geramnya melihat kelakuan Kaison.
“Berikan padaku! Biar aku coba memborgol mulutnya itu yang selalu saja mengatakan hal yang tidak jelas ini,” ujar Ansel yang benar-benar geram dengan Kaison.
“Hay, kalian gila ‘yah! Memang apa salahnya mulutku ini. Aku ‘kan tadi hanya mencoba untuk menebaknya saja!” seru Kaison yang berusaha mencari alasan sembari menghindari Ansel yang benar-benar mengambil borgol milik Vernon.
“Hahahahaaa, … Kejar terus, Ans! Sampai dapat ‘tuh mulut!” teriak Vernon yang malah menertawakan kelakuan kedua bocah itu.
Berbeda suasana dengan Jayden dan hantu Aira yang masih saling terdiam dan saling menatap. Vernon yang terjebak di antara keduanya pun menyarankan untuk membicarakannya secara baik-baik sambil duduk dan minum teh. Mungkin lebih baik dari pada hanya berdiri dan saling menatap.
“Apa kalian berdua akan terus berdiri dan saling menatap seperti ini?” tanya Vernon yang menyadarkan Jayden maupun hantu Aira.
“Sebaiknya kita bicarakan sambil duduk saja di sana!” imbuh Vernon sembari menunjuk tempat yang sebelum di gunakan mereka untuk makan bersama.
Kini Jayden, Vernon dan hantu Aira sudah duduk di tempat yang tadi sempat di tunjukan oleh Vernon. Sedangkan Ansel dan Kaison juga sudah bergabung dengan mereka di sana.
Awalnya baik Jayden maupun hantu Aira tidak akan yang membuka pembicaraan, hingga lagi-lagi Vernon yang menengahi di sini.
“Kau ingin menemuiku? Kenapa?” tanya Jayden menuntut penjelasan.
“Aku hanya ingin mengikuti kalian berempat! Bolehkah aku melakukannya?” pinta Aira dengan wajah memohon.
“Jangan aku! Mereka bertiga saja sana!” Jayden langsung menolaknya.
“Hay, kenapa kami!” seru Vernon, Kaison dan Ansel serentak.
“Hoamm, … Sudahlah! Terserah kalian saja! Bagaimana cara mengurusnya, aku akan pulang sekarang! Mataku sudah benar-benar mengantuk sekarang,” ujar Jayden sembari berjalan menuju ke mobilnya sambil sesekali menguap.
Kaison dan Ansel pun segera mengikutinya, hingga hanya tersisa Vernon dan hantu Aira saja yang ada di sana. Karena saking mengantuk dan lelahnya,
Jayden meminta salah satu anak buah Vernon mengantarkan mereka bertiga kembali ke rumahnya.
Selama perjalanan, ketiganya yang sudah tidak bisa menahan kantuknya akhirnya tidur dengan menyenyak di dalam mobil.
Dalam tidurnya, Jayden kembali memasuki alam mimpi. Namun, bukan mimpi yang mengerikan seperti sebelumnya. Akan tetapi, bermimpi mendatangi sebuah rumah besar yang begitu indah.
__ADS_1
Dan siapa sangka, ternyata Ansel dan Kaison juga memasuki alam mimpi yang sama. Bukan hanya Jayden, tetapi Ansel dan Kaison juga terlempar pada satu mimpi yang sama.
Sehingga Ansek dan Kaison yang tidak terbiasa dengan kejadian itu menganggapnya sebagai bunga tidur biasa.
“Astaga, apakah kalian belum puas bertemu denganku di dunia nyata? Sampai di dalam mimpi pun harus bertemu kalian berdua lagi,” celetuk Kaison seperti biasa.
“Jadi, ini di alam mimpi?” tanya Ansel yang terkejut dan juga tidak percaya.
“Lah, … Kenapa kalian berdua juga bisa memasuki alam mimpi?”
Begitu juga Jayden yang menyadari mereka bertiga memang memasuki alam mimpi yang sama.
“Hay, serius ini nyata!” seru Kaison yang juga mulai menyadarinya.
“Ini alam mimpi bodoh! Siapa tahu ini akan menjadi kenyataan atau tidak seperti mimpi Jayden yang sebelumnya,” jelas Ansel yang tetap kesal dengan sikap Kaison yang sama sekali tidak ada bedanya dengan Kaison yang ada di nyata dan dunia mimpi.
“Hust, … Diamlah! Sepertinya ini bukan dunia mimpi, melainkan masa lalu seseorang,” lirih Jayden ketika dia tidak sengaja melihat seseorang yang berada tidak jauh dari mereka.
“Masa lalu seseorang? Siapa memangnya?” tanya Ansel yang ikut merendahkan suaranya, dia dan Kaison pun ikut memperhatikan orang tersebut.
“Kita dekati orang itu,” ujar Jayden yang memimpin kedua temannya, mereka kemudian berjalan mendekati orang tersebut.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
__ADS_1
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...