
"Kita tinggal menggunakan gaun saja kakek dan memoles sedikit wajah kita, ibu sudah mengajariku. Ucap Ba Xi'O bangga.
"Apaaa?
Dewa Neraka terkejut batin.
"Kau menyuruhku menggunakan pakaian wanita?, apa kau gila? Teriak Dewa Neraka, dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran anak kecil seperti Ba Xi'O.
"Jadi kita menggunakan apa kesana kakek? Kita tidak akan di izinkan masuk jika tidak menggunakan pakaian wanita. Sekalipun Kaisar langit yang datang, Dewi Bunga tidak akan mengizinkannya. Ucap Ba Xi'O jengkel. Dia sudah berusaha mencari informasi terbaru tentang neneknya yang di sekte Matahari selama seminggu ini.
Kakeknya juga selama seminggu ini seakan menghindari sang Nenek.
"Sudah tua tapi masih bersikap seperti anak-anak. Batin Ba Xi'O. Dia harus berjuang lebih keras lagi untuk menyatukan kakek dan neneknya itu.
Kakaknya Lie Zhu di ajaknya tadi pagi tapi sang kakak hanya menatapnya dengan tatapan tajamnya lantaran dirinya menawarkan gaun berwarna merah muda, Gaun yang sudah di persiapkan ibunya untuk menyambut sang adik kecil.
"Kau saja yang pergi, untuk apa aku menghadiri perjamuan yang tak penting seperti itu, sudah tidak di undang, menyamar menjadi wanita lagi. Ujar Dewa Matahari kesal. ingin sekali dia menendang Ba Xi'O kelautan yang berkabut itu.
" Bisa-bisanya aku yang gagah berani ini di suruh menggunakan pakaian Wanita. Batin Dewa Neraka dalam hati.
"Kakek ini tentang nenek. Bisik Ba Xi'O kepada Dewa Neraka.
"Ckkk,..kau kira aku percaya lagi dengan UcapanMu? cukup satu Minggu ini kau mempermainkan ku !
Dewa Neraka sudah tidak tertarik lagi dengan ucapan Ba Xi'O karena seminggu ini anak itu telah membohonginya.
Dewa Neraka yang sudah mendengar desas-desus tentang Dewi Phoenix yang berinkarnasi, Wanita yang di cintainya telah lahir kembali.
Dewa Neraka mencoba mengkorek informasi tentang Dewi Phoenix dari para penghuni kerajaan langit, tapi mereka tidak ada yang mengetahui hal itu, sekalipun mereka mengetahuinya Dewa Neraka yakin mereka tidak akan memberitahukannya, bahkan Dewa Agung yang berjiwa Netral tidak mau memberitahunya.
__ADS_1
Akhirnya Dewa Neraka menemui Ba Xi'O, Anak kecil yang menganggapnya seorang guru selain Dewa Agung. Awalnya Dewa Neraka percaya dengan perkataan Muridnya bahwa saat ini Dewi Phoenix sedang di alam Dewa hukum, Dewa Neraka dengan semangat empat lima mengobrak-abrik alam itu, Ternyata yang di cari tidak di temukan bahkan dia mendapatkan teguran dari Kaisar Langit. Dewa Neraka yang mengingat hal itu menggertakkan giginya.
"Nenek sekarang sedang menghadiri perjamuan Dewi Bunga. Ucap Ba Xi'O sedikit lesu, dia sengaja memancing Dewa Neraka.
"Apa kau bilang? tanya Dewa Neraka antusias.
"Pancingan masuk. Batin Ba Xi'O tersenyum senang.
"Nenek menghadiri perjamuan itu kakek, Jika kakek tidak percaya ya sudah. "Aku mengajak kakekku saja, kebetulan sudah lama kakek tidak bertemu dengan nenek karena kakek sedang sibuk. Ucap Ba Xi'O dengan wajah muramnya melancarkan aksinya.
"Aku ikut, kau tidak usah mengajak kakekmu yang sudah Tua itu. Ucap Dewa Neraka langsung berdiri.
"Apa kakek serius? tanya Ba Xi'O dengan wajah polosnya berusaha untuk tidak menunjukkan senyum gelinya.
"Apa aku pernah berbohong? Ucap Dewa Neraka, "Sekarang bantu kakek mencari gaun wanita yang besar. Timpalnya.
"Baik kakek. Mereka menghilang dari sana.
"Aku tidak akan mau mengikuti kalian. Ucapnya tegas.
"Kau tidak mau? ucap Dewa Neraka menatap tajam adik angkatnya itu.
"Aku tidak mau kak. Dewa Takdir sedikit gugup.
"Datang-datang langsung menyuruhku menggunakan gaun, Apa kalian gila? Batin Dewa Takdir dalam hati.
"Jika paman tidak ikut maka aku akan mengatakan kepada ayah bahwa paman dulu sering menyelinap masuk Istana. Ancam Ba Xi'O.
"Kau..!
__ADS_1
Dewa Takdir memijit pelipisnya yang berdenyut. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika di ancam anak kecil itu. Jika bukan karena perintah dari langit dia tidak akan menyelinap masuk sembarangan ke istana Dewa dan Dewi Tinggi. Selama ini dia aman-aman saja memasuki Istana Dewa Tinggi Putra Mahkota, tapi semenjak si bocah kecil itu lahir dia selalu ketahuan saat melakukan aksinya. Bukan cuma sekali bahkan berulang kali, padahal dia selalu menggunakan jubah khususnya supaya tidak bisa di ketahui oleh Dewa atau Dewi yang lain. Tapi entah kenapa anak Ba Xi'O bisa melihatnya.
"Bagaimana paman? Paman masih menolak? Tanya Ba Xi'O dengan suara kekanak-kanakanya. Wajahnya menunjukkan ancamannya
"Aku ikut. Ucap Dewa Takdir pasrah, lebih baik dia mengikuti perintah anak kecil itu dari pada menerima amukan dari Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Setelah menjalani serangkaian kejadian yang membuat Ba Xi'O hampir menangis, akhirnya mereka tiba di depan Istana megah dan penuh dengan aura yang lembut. Aroma bunga yang sangat segar dan melekat pada gaun yang mereka gunakan.
"Ketiga sosok berbeda gender itu menggunakan gaun yang sudah ribuan kali di coba. Dua diantaranya menggunakan cadar untuk menutupi kumis tipisnya. Sementara yang satu lagi memperbanyak perona pipih untuk menutupi pipi gembulnya. bukanya tertutupi kini pipi itu tampak menggemaskan, setiap Dewi atau peri yang lewat akan mencubit gemas wajah Ba Xi'O membuat sang empunya menahan air matanya.
"Ayok masuk..Ajak Dewa Takdir dengan suara lembutnya membuat Dewa Neraka ingin muntah. Dia geli melihat dandanan Dewa Takdir. Apalagi melihat goyangan pantatnya yang meliuk-liuk kesana-kemari saat berjalan. Ingin sekali Dewa Neraka melemparkan Dewa Takdir ke Api Neraka miliknya. Begitu juga sebaliknya, Dewa Takdir tidak bisa menahan tawanya saat melihat pakaian Dewa Neraka yang terlalu sempit, otot lengannya bahkan merobek ujung pergelangan gaunya sehingga Dewa Neraka berusaha menutupinya, dengan selendang yang di berikan Ba Xi'O.
"Salam kepada Dewi Bunga Ucap Dewa Takdir seorang diri. Dewa Takdir menahan kesalnya saat melirik yang dua orang itu hanya berdiri acuh tak acuh.
"Terimakasi Dewi. ucap Dewi Bunga dengan lembut. Dia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat tiga orang yang di depanya itu. Dewi Bunga merasa familiar dengan ketiga sosok itu. Apalagi melihat wanita yang bergaun biru itu membuat Dewi Bunga membayangkan seseorang yang masih tersimpan di hatinya.
"Silahkan duduk Dewi. Ucap Dewi Bunga yang tidak terlalu memikirkan perasaanya barusan.
"Mungkin karena aku terlalu merindukanya, Guman Dewi Bunga membayangkan sosok Dewa Neraka.
"Krek"
Dewa Neraka dan Dewa Takdir saling melirik saat gaun yang mereka gunakan robek.
"Bagaimana ini? Bisik Dewa Takdir menahan rasa malunya.
Dewa Neraka menggertakkan giginya saat beberapa tatapan mengarah kepada Mereka.
"Maaf gaunku robek. Ucap Ba Xi'O menyelamatkan dua sosok yang sangat menyebalkan itu.
__ADS_1
Dewa Neraka dan Dewa Takdir bernafas lega.