Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 22


__ADS_3

Seorang wanita cantik bergaun sederhana memasuki Aula istana Dewi Bunga.


Fang Yin menyapa Dewi Bunga.


"Salam kepada Dewi Bunga. Ucap Fang Yin sambil tersenyum manis.


Senyum yang sedikit akrab bagi Dewi Bunga.


"Terimakasih peri.


"Kenapa senyum wanita ini mirip dengan Bao-yu !


" Apa benar wanita yang berjiwa Phoenix yang ada di sekte Matahari adalah reinkarnasi Bao-yu.


Batin Dewi Bunga yang sengaja mengirim undangannya ke sekte Matahari. Dewi Bunga juga meminta langsung yang menghadiri perjamuanya adalah sosok yang memiliki jiwa Phoenix.


"Jadi wanita ini adalah Bao-yu. Monolog Dewi Bunga dalam hati, ingin sekali dirinya merengkuh sahabat lamanya itu tapi Dewi Bunga tidak ingin Fang Yin menganggapnya aneh.


Di sisi lain Dewa Neraka mematung saat melihat senyum teduh Fang Yin. Senyum yang sangat di rindukanya.


"Bao-yu" Guman Dewa Neraka.


Dia melirik Ba Xi'O yang sedang menikmati makananya.


"Ckk..pantas saja Xi Chen membangun sektenya di alam Matahari, ternyata dia sudah lama mengetahui keberadaan Bao-yu. Batin Dewa Neraka dia berusaha menahan gejolak di dadanya.


Dewa Neraka menatap lekat wanita yang bergaun abu-abu pudar itu..Dan betapa terkejutnya Dewa Neraka Saat Fang Yin berhenti di depanya dan menyapanya.


" Salam Dewi" Bisakah aku duduk disini? Pinta Fang Yin, dia merasa tidak enak jika duduk sendiri di meja yang sudah di sediakan, Dimana meja dan kursi itu pantasnya untuk Dewa dan Dewi. Bukan seperti dirinya yang kalangan dari bawah, bahkan dia masih jauh di bawah seorang peri.


Jadi Fang Yin memutuskan duduk di antara ketiga wanita yang berbeda usia itu. Apalagi saat melihat gadis kecil yang mengemaskan membuat Fang Yin tak tahan untuk mencubitnya.


"Hai..Anak manis. Ucap Fang Yin saat sudah di izinkan duduk oleh wanita besar bergaun biru di sampingnya.


"Salam untuk peri. Ucap Ba Xi'O pura-pura tidak mengenali Fang Yin.


"Aku bukan peri, aku hanyalah murid dari sekte Matahari, kebetulan Dewi Bunga mengundangku secara pribadi. Aku tidak tau kenapa, tapi aku merasa tersanjung ".


Bisik Fang Yin kepada Ba Xi'O. Dewa Neraka dan Dewa Takdir masih bisa mendengar bisikanya.


"Ohh..Ba Xi'O tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Jangan sampai nenek mengenaliku. Batin Ba Xi'O


Dewa Neraka masih menatap wajah Fang Yin dengan sejuta kerinduan. Lalu Dewa Neraka mengerutkan keningnya.


"Sepertinya aku pernah bertemu denganya, Tapi dimana"? Batin Dewa Neraka memutar-mutar ingatan tajamnya tapi tidak ketemu.


Fang Yin menikmati hidangan yang di depanya sesekali dia menyuapi Ba Xi'O membuat Ba Xi'O tersenyum gembira.


'"Aku akan pamer kepada kakak bahwa aku disuapi nenek. Ucap Ba Xi'O tersenyum puas.


Dia yakin kakaknya itu pasti cemburu.


Dewa Neraka sejak tadi tidak berhenti menatap Fang Yin, bahkan dia dengan sabar mendekatkan makanannya kehadapan wanita yang sudah lama di pujanya itu.


Fang Yin sedikit risih saat wanita berbadan besar itu menatapnya dengan teduh.


"Ada apa dengan wanita ini, kenapa dia menatapku terus". Batin Fang Yin.


Mereka akhirnya keluar dari istana milik Dewi Bunga.


"Ijinkan aku mengantarmu". ucap Dewa Neraka, saat menyadari Fang Yin yang ingin kembali, Dewa Neraka yang masih setia mengekor Fang Yin berusaha untuk mendekati wanita itu.


"Syaaapp '"


"Akhirnya. Ucap Dewa Takdir bernafas lega.


Fang Yin terkejut batin saat melihat ke tiga laki-laki yang di hadapannya ini.


"Ba Xi'O? Pekik Fang Yin menutup mulutnya takut di dengar yang lain.


"Hai bibi cantik. Sapa Ba Xi'O sambil tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi.


Saat ini mereka sudah berada di luar istana Dewi Bunga.


"Ka..kalian siapa? tanya Fang Yin sedikit penasaran, Sepertinya sosok orang dewasa yang berdiri di depanya ini bukan orang sembarangan. Pikirnya, melihat dari jubah dua ke dua sosok dewasa itu.


"Salam Nona, Aku Dewa Takdir. Ucap Dewa Takdir memperkenalkan dirinya.


"De.. Dewa Takdir? Fang Yin terkejut saat dirinya bertemu langsung dengan sosok yang mengatur takdir kehidupan makhluk hidup yang ada di alam semesta ini, termasuk kehidupanya.


"Iya Nona, Nona jangan terlalu mengagumiku, aku tau, aku sangatlah tampan, Tapi Nona sudah mendapatkan stempel kepemilikan dari Raja iblis. Gumanya.

__ADS_1


"Plaakk. Dewa Neraka langsung memukul punggung adik angkatnya itu. Bisa-bisanya adiknya itu memuji dirinya sendiri dan berbicara yang tidak penting.


"Ckkk..Aku lupa, ternyata ada pengagum rahasia. Batinya kesal.


Fang Yin hanya bisa memasang senyum garingnya. Apalagi melihat tingkah kedua sosok itu membuat Fang Yin sedikit heran. Fang Yin tidak menyangka ternyata sosok Dewa Takdir yang di puja itu bisa melakukan sesuatu yang sangat menggelikan. Dewa itu menyamar menjadi seorang Wanita.


Entah demi apa Fang Yin tidak tau.


"Apa mungkin demi tugasnya?" monolog Fang Yin


Lalu Fang Yin beralih kepada sosok yang membuat Fang Yin penasaran sedari tadi.


"Aku Dun Ming, Dewa Neraka. Ucap Dewa Neraka sedikit lantang membuat Fang Yin terkejut batin mendengar suara baritonnya.


"Dewa Neraka? Fang Yin kembali terkejut.


"Kenapa aku akhir-akhir ini di kelilingi para petinggi kerajaan Langit. Batin Fang Yin.


"Dun Ming? Gumannya kembali, Fang Yin merasa nama itu sedikit familiar.


"Mulai sekarang panggil saja aku Kak Ming.


Ujar Dewa Neraka sedikit bangga.


"Aku akan membuatmu melupakan laki-laki bodoh itu. Batin Dewa Neraka menyeringai.


"Terimakasih karena Dewa telah mengantarku". ucap Fang Yin sambil menunduk setelah mereka tiba di depan pondok tabib.


"Panggil kak Ming" . ujar Dewa Neraka sedikit memaksa.


"Terimakasih kak Ming" Fang Yin tersenyum kaku. Tanpa menyadari sosok yang di belakang punggungnya sedang mengepal tanganya.


Xi Chen memanas melihat pemandangan di depan matanya, dimana istri yang segaja di jauhinya selama satu Minggu ini bersama rivalnya sendiri. Wanita yang sengaja di sembunyikanya dari laki-laki penggangu itu.


Apalagi saat bibir istrinya memanggil nama Dewa Neraka dengan nama yang dulu sering di sebutnya membuat Xi Chen semakin mendidih.


"Fang Yin" Teriaknya menatap tajam manik istrinya.


Fang Yin merasa terkejut saat laki-laki yang tidak muncul selama seminggu itu.


Tiba-tiba berdiri di depan pondoknya dengan tatapan tajamnya membuat Fang Yin bergidik ngeri.

__ADS_1


"Kenapa dengan laki-laki ini". Batin Fang Yin.


'"Kenapa kau bisa bersamanya"? Tanya Xi Chen dengan tatapan cemburunya, Jika laki-laki lain yang mendekati istrinya mungkin Xi Chen tidak semarah ini, Tapi saat ini istrinya di dekati oleh laki-laki yang sudah menaruh hati kepada sang istri sejak masih kecil, bahkan mereka sempat menjalin hubungan asmara.


__ADS_2