Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 37


__ADS_3

Fang Yin pergi mandi dia tidak perduli melihat laki-laki itu yang sepertinya merajuk karena tidak di beri jatah olehnya.


Sementara Xi Chen yang mendengar suara air langsung pergi meninggalkan istrinya, dia tidak ingin semakin tergoda melihat tubuh istrinya yang sudah lama tidak di lihatnya.


"Apa dia pergi?" guman Fang Yin, saat menyadari suaminya tidak ada di kamarnya.


Fang Yin keluar dari kamarnya, dia menuju tempat makan khusus para murid.


"Fang Yin sini" teriak Jia Li sambil menepuk kursi kosong yang di sampingnya.


"Ckk..dasar sahabat yang tidak tau diri, baru saja mendapatkan teman baru aku sudah langsung di lupakannya" gerutu Fang Yin menatap tajam sahabatnya itu. Fang Yin melihat Yu Wang makan dengan lahap, seperti tidak diberi makan selama satu bulan.


"Ka-u su-dah da-tang Fa-ng Yin?" ucap Yu Wang sambil mengunyah makanannya. Makanan itu penuh di dalam mulut besarnya.


"Ckk..Kau telan dulu makananmu baru kau bicara, lihat makanan yang di mulutmu kecipratan kemana-mana" omel Fang Yin sambil menjauhkan makananya dari depan Yu Wang. Yu Wang hanya tertawa ringan, sementara Jia Li sudah cekikikan dari tadi, menurutnya kedua sahabat itu sangatlah lucu.


Semua murid Akademi Teratai itu makan dengan tenang walaupun di samping mereka sedang terjadi keributan, karena mulut dari ketiga sosok berbeda gender itu tidak bisa diam, sesekali mereka akan tertawa terbahak-bahak, seperti mereka saja yang memiliki tempat itu yang lain pada menumpang.

__ADS_1


"Cihh..aku jijik melihat ketiga orang itu, dasar manusia abadi kampungan" Ucap salah seorang wanita dengan sinis yang bernama Yimin.


"Sttt..suaramu pelankan nanti mereka mendengar" ucap teman sebelahnya yang bernama Li Wei.


"Biarin saja mereka dengar, biar mereka tau putri dari dewa gunung tidak menyukai mereka" timpal wanita itu dengan nada sombongnya.


"Aku dengar wanita yang bernama Fang Yin itu adalah reinkarnasi Dewi Phoenix sekaligus dia istri dari raja iblis" bisik wanita di sebelahnya yang bernama Mei Yin . Sosok ketiga wanita itu sontak melihat Fang Yin yang sedang makan dengan anggun.


"Akhirnya aku bisa melihatnya, dari cara dia makan dia memang sosok yang sangat anggun dan pantas menjadi seorang Dewi tinggi." Ucap temanya yang satu lagi yang bernama Peiyu. Perkataannya barusan langsung diangguki oleh Li Wei dan Mei Yin.


"Ckk..kalian ini, walaupun dia reinkarnasi Dewi Phoenix tetap saja dia seperti kita harus belajar dari bawah." Ucap putri Dewa gunung dengan remeh.


"Iya, aku tidak menyukainya, karena kehadirannya membuat raja iblis berpaling dariku" jawab Yimin dengan menatap tajam ke arah Fang Yin.


"Ckk..sejak kapan raja iblis menganggapmu kekasihnya, bukankah kau yang selalu mencoba merayunya dan mendekatinya" ucap Mei Yin sedikit ketus.


"Sudahlah Yimin iklaskan saja raja iblis, apa kau tidak takut dengan sifat posesif mu itu bisa membahayakan dirimu dan alammu, kau tau yang kau hadapi saat ini tidak seperti biasanya, Fang Yin adalah putri dari mantan ratu phoenix, ibu dari Dewi tinggi phoenix dan mertua dari Dewa Tinggi Putra Mahkota serta nenek dari Lie Zhu dan Ba Xi'O, mereka semua orang-orang yang berkuasa dan terlebih lagi dia istri yang sangat di cintai oleh Xi Chen sang raja iblis yang terkenal dengan kekejamannya." Terang Peiyu, mencoba menyadarkan sahabatnya itu. Bukanya sadar Yimin malah semakin membenci sosok Fang Yin yang memiliki kehidupan yang terlalu sempurna. Wanita itu memiliki segalanya, wajah cantik, ibu yang berkuasa, putri seorang Dewi Tinggi pilihan langit, memiliki menantu yang maha besar serta dua cucu tampan dan calon Dewa Tinggi di masa depan dan terlebih lagi wanita itu istri dari laki-laki yang di sukai Yimin selama ini, yaitu Xi Chen sang raja iblis. Yimin tidak terima wanita itu memiliki segalanya. Yimin berjanji akan merebut laki-lakinya dari wanita itu. Ketiga wanita yang melihat raut wajah Yimin yang menunjukkan penolakan dan terlihat semakin berambisi hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.

__ADS_1


"Jika kau ingin mencari masalah denganya jangan bawa-bawa kami. Kami tidak ingin kena imbas dari perbuatanmu" Ucap Li Wei penuh penekanan, Li Wei sangat menghormati Dewa Dewi yang berkuasa itu. Tapi Li Wei juga tidak akan bisa membayangkan jika mereka marah, terlebih sang raja iblis. Jika para Dewa dan Dewi marah besar mereka masih memiliki belas kasihan, lain halnya dengan sang raja iblis, takutnya sosok yang nomor satu di alam iblis itu akan meratakan alam mereka.


"Kalian sungguh sahabat yang tidak setia" ucap Yimin kesal, meninggalkan ketiga sahabatnya yang terkejut melihat kemarahan di wajah sahabatnya itu.


"Aku tidak perduli, sekalipun dia tidak menganggapku sahabatnya lagi, karena selama ini dia telah bertingkah terlalu sombong" Ucap Li Wei yang tak lain putri dari Dewi Awan.


"Entah kenapa dia lolos dari cambukan petir itu" Guman Mei Yin putri dari Dewa duyung.


"Yimin termasuk licik, dia akan melakukan apapun demi mencapai keinginannya" Timpal Peiyu putri dari dewa hutan.


"Aku sebenarnya tidak terlalu menyukainya, tapi kalian berdua yang selalu saja memaksaku untuk berteman denganya" kesal Mei Yin.


"Maafkan kami" Lirih Peiyu dan Li Wei bersamaan, membuat Mei Yin memutar bola matanya malas.


Di lapangan terbuka para murid berdiri sambil menerima arahan dari Dewa dan Dewi Tinggi. Termasuk Dewa Takdir, Dewa yang selama ini yang hanya mencatat para takdir makhluk hidup ternyata ikut memberikan wejanganya kepada murid-murid itu.


"Aku sangat berharap ada di antara kalian yang menjadi penerusku" ucap Dewa Takdir dengan senyum penuh harap sekaligus dirinya tidak yakin. Jangankan menjadi penerusnya, mencari seorang asistennya saja Dewa takdir tidak bisa mendapatkannya sampai sekarang lantaran dirinya selalu mendapatkan penolakan mentah-mentah dari para calon dewa dewi. Para murid yang mendengar permintaan Dewa Takdir sontak menundukkan kepalanya termasuk Yu Wang.

__ADS_1


"Kenapa kau ikut menunduk, bukankah kau mengidolakan Dewa Takdir? " Ucap Fang Yin sambil melirik sahabatnya.


"Sttt..Diamlah, walaupun aku mengidolakannya bukan berarti aku mau menjadi penerusnya, lebih baik aku menjadi dewa pengawal dari pada menjadi Dewa Takdir." Ucap Yu Wang menatap kesal sahabatnya itu. Ya..siapa yang tidak tau perkerjaan Dewa Takdir yang penuh dengan buku-buku kehidupan, bahkan tempat tidurnya saja di kelilingi buku-buku itu. Dewa yang akan selalu mengikuti setiap dewa dan Dewi kemana saja pergi. Selain tangan yang lelah mencatat takdir-takdir makhluk hidup, tenaga dalamnya juga akan terkuras karena membagi tubuhnya sebanyak dewa dan Dewi yang akan di ikutinya.


__ADS_2