Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 64


__ADS_3

Fang Yin tersenyum tipis.


"Baguslah jika hubungan paman dengan ibu sudah membaik," ucap Fang Yin senang. Walau bagaimanapun, Fang Yin lebih tau sifat ibunya yang sebenarnya. Ibunya sosok wanita yang menyimpan segala kesedihan dihatinya. Mungkin bagi Dewa dan Dewi yang lain ibunya itu seorang Dewi yang memiliki sifat yang kasar dan terkesan sombong. Tapi bagi Fang Yin ibunya sosok wanita yang berhati malaikat. Ibunya tidak akan pernah menunjukkan sikap rapuhnya didepan orang lain terlebih didepannya. Ibunya selalu berusaha menjadi sosok yang sempurna karena ibunya tidak ingin dianggap lemah terlebih disepelekan.


"Paman, aku pergi dulu," jika ada waktu, aku akan sering mengunjungi paman dan bermain catur bersama." Fang Yin pamit kepada Dewa Agung.


"Iya nak, paman tunggu dan bawa sekalian suamimu yang keras kepala itu," ujar Dewa Agung sambil terkekeh.


"Kenapa lama sekali? Aku sudah sangat merindukanmu," ucap Xi Chen gemas karena dirinya sangat merindukan istrinya itu. Tapi istrinya seakan sengaja menemui Dewa Agung mantan gurunya itu. Xi Chen menarik istrinya ke pangkuannya sambil mengecup bibir ranum istrinya.


"Aku tadi menemui paman Dewa Agung sebentar," Fang Yin memegang erat jubah suaminya saat tangan nakal suaminya itu kembali menjelajahi tubuhnya. Memang tidak akan pernah berhenti suaminya melakukan hal yang paling melelahkan bagi Fang Yin.


"Aku tahu," suara Xi Chen berat, menahan hasrat yang sudah ditahannya sejak tadi.


"Lalu kenapa sayang tidak menemui paman Dewa Agung? Fang Yin tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.


"Aku malas, aku dan guru sudah beda alam," Suara Xi Chen sedikit bergetar dan Fang Yin menyadari itu.


Fang Yin menatap suaminya dengan sendu.


"Maaf," lirih nya, hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Fang Yin. Seandainya suaminya tidak menentang hukum alam dan aturan langit mungkin suaminya masihlah Dewa Naga yang disegani seluruh alam semesta terutama kerajaan langit.

__ADS_1


Xi Chen melihat netra istrinya yang sudah berkaca-kaca.


"Sayang jangan menangis, aku justru sangat bahagia bisa menyelamatkan putri kita." Xi Chen mengecup kelopak mata indah istrinya.


"Kamu seperti ini karena menuruti permintaan terakhirku waktu itu," Fang Yin berucap sambil terisak, hatinya sungguh teriris saat melihat suaminya harus menjauh dari kerajaan langit terlebih dari sosok Dewa Agung yang sudah seperti ayah bagi suaminya.


Xi Chen tersenyum, dia kembali mengecup bibir manis istrinya.


"Menyelamatkan putri kita adalah dosa yang paling indah yang pernah aku lakukan, sekalipun seluruh kerajaan langit akan menjauh dariku. Aku tidak akan pernah menyesalinya sayang. Aku justru bangga karena bisa menjadi laki-laki kebanggaan putri kita. Kau tau sayang, Chang'er lebih sayang kepada ayahnya ini dari pada suaminya yang mesum itu," jelas Xi Chen sambil terkekeh geli.


"Ohh, ya," Fang Yin senang sekaligus sedih karena telah melewatkan kebersamaan dirinya dengan putrinya, Chang Lian.


Fang Yin tersenyum.


"Aku harus berterimakasih kepada putri kita karena telah memantau ayahnya supaya tidak berbuat yang aneh-aneh diluar sana," ucap Fang Yin sambil melihat suaminya penuh arti.


"Maksudnya apa sayang," Xi Chen sedikit was-was.


"Aku dengar, sewaktu aku meninggalkan mu, kau sering bermain dengan para wanita. Ckk, kau sudah berani menduakan ku dibelakang rupanya dan sebagai hukumannya kau tidak boleh menyentuh ku selama satu bulan," Fang Yin tersenyum licik.


"Apaa?" Xi Chen terbelalak, bola matanya seakan mau keluar dari sarangnya.

__ADS_1


"Jangan juga seperti itu sayang. Oh, ayolah sayang, masa kamu tidak kasihan melihat suamimu ini. Jujur aku memang pernah bermain beberapa kali dengan beberapa wanita, tapi aku tidak pernah memasukkan pusaka ku ini sayang. Karena pusaka ku ini hanya milikmu." Terang Xi Chen sambil membujuk Fang Yin dengan bahasa absurdnya, membuat Fang Yin melongo. Fang Yin tidak menyangka laki-laki yang dulunya minim segala ekspresi dan jarang berbicara sekarang malah terlihat seperti anak kecil yang merengek meminta mainan kesukaannya.


"Tidak, kamu harus dihukum selama satu bulan," Fang Yin menggeleng tegas sambil beranjak dari pangkuan suaminya. Fang Yin tidak ingin terbuai dengan rayuan maut suaminya itu. Apalagi melihat wajah mempesona suaminya membuat Fang Yin bergetar. Jangan sampai dirinya luluh sehingga membatalkan hukuman untuk suaminya.


"Enak saja, istrimu sedang berjuang mencari jati dirinya selama ini, kau malah enak-enak main petak umpet dengan wanita lain," batin Fang Yin dalam hati. Fang Yin merasa cemburu. Hatinya memanas saat membayangkan suaminya pernah bermain dengan beberapa wanita. Katakanlah dia egois karena tidak ada yang tau bahwa dirinya akan berinkarnasi. Tapi Fang Yin tidak terima cinta sucinya telah dinodai suaminya itu. Seharusnya suaminya percaya dengan takdir, karena mereka akan kembali dipersatukan dengan cara berinkarnasi. Tapi dasar suaminya saja yang kegatalan. Pikir Fang Yin merasa geram.


"Fang Yin, Bao-yu" teriak Xi Chen memanggil kedua nama istrinya. Sementara Fang Yin acuh tak acuh, dia menutup pintu kamar itu dan tidak lupa menyegelnya dengan sihir Phoenix miliknya. Fang Yin harus benar-benar menghukum suaminya, sekalipun hatinya sedikit kasihan melihat suaminya yang belum sempat menyalurkan hasratnya .


Keesokan harinya Xi Chen mondar-mandir seperti setrikaan di taman miliknya. Dia berpikir keras untuk mencari cara meminta maaf kepada istrinya. Karena Xi Chen tidak ingin dihukum selama satu bulan yang sangat lama baginya. Pusaka kebanggaannya akan kedinginan jika tidak memasuki rumahnya.


Kai memicingkan matanya saat melihat atasannya sekaligus sahabatnya itu sedang jalan-jalan kesana-kemari seperti orang gila. Pemandangan indah yang seharusnya menyambut nya pagi ini langsung ambyar seketika, berganti dengan wajah yang sangat menyeramkan itu.


"Kau kenapa," Kai bertanya malas sambil duduk santai, jangan bilang suami istri yang masih pengantin baru itu bertengkar. Pikirnya.


"Fang Yin menghukum ku selama satu bulan, dia juga tidak mau ku sentuh selama satu bulan ini," ucap Xi Chen lesu. Wajahnya diusap kasar.


Kai terkejut mendengar perkataan sahabatnya.


"Memang kau melakukan kesalahan apa?" melihat penderitaan Xi Chen, Kai semakin semangat bertanya.


"Aku ketahuan oleh Fang Yin karena aku pernah bermain dengan beberapa wanita," curhat Xi Chen sambil menghembuskan nafas kasarnya. Entah dari mana tau istrinya dia pemain wanita dulu.

__ADS_1


__ADS_2