Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 30


__ADS_3

Seorang adik yang sangat di sayangi Xi Chen tega berkhianat dan membunuhnya hanya demi sebuah kedudukan. Adiknya menginginkan posisinya yang saat itu sebagai dewa tinggi dari alam naga hitam. Awalnya Xi Chen sudah berniat mengundurkan diri sebagai dewa tinggi dari alam naga hitam. Tetapi kaisar langit tidak mengijinkannya lantaran adiknya tidak cocok menjadi penerus tahtanya. Wajah Xi Chen tiba-tiba muram, ingatan masa lalunya membuat Xi Chen sedih dan memendam emosi yang tersimpan untuk adiknya, seandainya adiknya itu masih hidup Xi Chen akan membakar adiknya itu hidup-hidup.


"Tolong untuk tidak menimbulkan masalah di wilayah ku ini" ucap dewi petir sambil menatap tajam kedua sosok yang bersitegang itu.


Xi Chen pergi menemui Fang Yin karena sesi latihan pertama telah selesai, wanitanya saat ini sedang bercanda gurau dengan rival keduanya yaitu Yu Wang. Yu Wang yang menyadari kedatangan raja iblis dengan tatapan tajamnya langsung pergi menghindar.


"Fang Yin, istirahatlah aku akan menemui teman kita yang lain" ucap Yu Wang.


"baiklah "


Fang Yin tidak menaruh curiga pada sahabatnya itu.


"Kamu lelah?" Tanya Xi Chen sambil mengusap peluh yang ada di pelipis Fang Yin.


"Sedikit, terimakasih" ucap Fang Yin sedikit gugup dengan perlakuan manis sang raja iblis itu. Jantungnya bertalu-talu saat lelaki itu menyentuhnya. Xi Chen menarik tangan Fang Yin ke sebuah pondok yang asri. Fang Yin tidak tau sejak kapan pondok itu tiba-tiba ada disana. Xi Chen mendudukkan istrinya di pangkuannya membuat Fang Yin semakin salah tingkah, keduanya saat ini hanya berjarak beberapa centimeter. Nafas Xi Chen menyapu wajah mungilnya.


"Kamu gugup?" ucap Xi Chen dengan suara beratnya. Tanganya sibuk membelai Surai panjang istrinya.


"Aku---" bibir mungil itu langsung di tutup oleh bibir dingin Xi Chen. Ciuman yang awalnya lembut kini semakin menuntun dan menggebu-gebu. Tangan kokoh itu tidak bisa di kondisikan, Xi Chen seakan meluapkan kerinduannya, apalagi saat ini perasaanya sedikit kacau akibat mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan baginya. Bola matanya yang biasa menatap dengan tegas serta tajam, kini terlihat sendu dan rapuh. Mata merah itu berkaca-kaca, rasa rindu dan kesepian bercampur aduk di sana. Xi Chen tidak akan bisa melupakan masa lalunya yang begitu indah dengan sang istri. Mereka melalu kebahagiaan berumah tangga hanyalah sementara, selanjutnya takdir kejam yang memisahkan mereka. Fang Yin sedikit terkejut melihat bola mata tegas itu berkaca-kaca. Hatinya terasa ngilu saat netra merah itu mengeluarkan sebutir kristal bening. Fang Yin tidak bisa bertanya karena laki-laki berparas tampan itu masih bermain di sana dan enggan untuk melepaskan bibirnya.


Xi Chen melepaskan pangutanya, di lihatnya bibir merah itu sangat bengkak.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku" Bisiknya serak sambil membenamkan kepalanya di leher jenjang istrinya.


Fang Yin mengangguk, entah kenapa saat melihat netra merah yang sedang menangis itu, membuat Fang Yin enggan untuk menolak.


Sesi latihan kedua di lanjutkan. Fang Yin sedikit takut saat cambuk petir itu mengeluarkan suaranya dan membuat alam petir sedikit bergetar. Fang Yin bergidik ngeri membayangkan dirinya yang bermandikan petir itu.


"Aku dengar banyak para kultivator yang tidak sanggup menahan petir putih itu, mereka hanya sedikit yang lolos, aku takut aku tidak bisa menahan rasa sakitnya" bisik Yu Wang semakin membuat Fang Yin berkeringat dingin.


"Petir putih saja sudah membuat para kultivator tumbang apalagi petir ungu, jika bisa aku ingin menghindari petir yang satu itu, aku masih ingin berumur panjang setidaknya aku ingin merasakan yang namanya melamar wanita dan memiliki banyak anak" ucap Yu Wang panjang lebar membuat Fang Yin mengerutkan keningnya, dia sedikit heran melihat sahabatnya.


"Tumben sekali dia berbicara aneh" batin Fang Yin.


"Aku sudah pernah mengingatkanmu jangan pernah mulut kotormu ini menghinaku lagi" ucap wanita dari alam iblis itu.


"cuiihh, jangan kau kira aku takut kepadamu, kami dari alam bintang lebih tinggi dari alam iblis mu yang hina itu" ucap wanita dari alam bintang, dia bahkan meludahi wanita dari alam iblis.


Hati wanita dari alam iblis itu semakin mendidih, dia semakin mencekik kencang wanita dari alam bintang.


"Berani sekali kau meludahi ku dengan mulut sampahmu itu" teriak wanita dari alam iblis semakin mengencangkan gengaman tanganya. Kilatan kebencian terlukis di wajahnya.


"Hentikan" pekik Fang Yin sedikit takut.

__ADS_1


Wanita dari alam iblis itu melihat Fang Yin dengan seringai linciknya.


"Nona jangan ikut campur, lagian bukankah wanita ini tadi juga menghinamu? Sekarang bantu aku membunuh wanita munafik ini, manusia seperti ini tidak pantas di biarkan berkeliaran" ucap wanita dari alam iblis penuh penekanan.


Fang Yin terkejut mendengar perkataan wanita itu, walaupun dia membenci wanita yang sedang di ambang kematian itu, Fang Yin bukanlah sosok yang pendendam.


"Lepaskan dia, tidak bisakah kau memaafkanya kali ini?" pinta Fang Yin gugup, keringat dingin telah membanjiri pelipisnya. Dia takut wanita dari alam iblis itu memarahinya.


"Melepaskan wanita sialan ini? cihh..sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan wanita ini, karena dia sangat sering menghinaku bahkan sebelum aku masuk ke alam iblis" terang wanita dari alam iblis itu, membuat Fang Yin tertekun. Ternyata kedua wanita dari alam berbeda itu telah memiliki dendam sedari dulu.


"Tapi ini alam petir, aku takut dewi petir marah dan menghukum mu karena telah melakukan pembunuhan di alamnya, menurut informasi yang ku dengar dewi petir tidak menyukai kekerasan maupun pertumpahan darah, kecuali seseorang itu sedang melakukan ujian petirnya" jelas Fang Yin.


"Aku tidak perduli sekalipun aku harus di hukum, tapi wanita sialan ini harus mati di tanganku".


"Krek, brakk.


Fang Yin membeku di tempat, matanya menatap nanar sosok wanita yang sudah tak bernyawa itu. Nafasnya naik turun melihat kejadian yang untuk kedua kalinya dirinya melihat seseorang meninggal tepat di depan matanya. Dan yang melakukan itu masih dari alam yang sama.


"Kenapa kau begitu kejam sekali? lirih Fang Yin.


"Aku kejam? hahaha, setidaknya aku tidak mempunyai mulut yang kejam seperti wanita ini" ucap wanita dari alam iblis itu sambil menendang wanita yang sudah tidak bernafas itu.

__ADS_1


__ADS_2