Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 69


__ADS_3

"Kenapa rupanya, itu kalungku, wajar jika aku mengambilnya,"


"Kalung Mu?" Dewa Neraka mengerutkan keningnya. Sejak kapan calon Dewi itu dekat dengan Kai. Pikir Dewa Neraka, walaupun Kai sahabat dan tangan kanan Xi Chen yang notabene ayah mertua Dewa Tinggi Putra. Dewa Neraka yakin hubungan Kai dengan sang Dewa itu tidaklah akrab.


"Lebih baik kau diam daripada membuat telingaku rusak gara-gara suara jelekmu itu," cibir Kai.


"Kau." Dewa Neraka tidak terima Kai menyebut suara seksinya jelek.


"Kai...Kak, kalian jangan berdebat terus, sungguh kalian seperti anak kecil, apa kalian tidak malu telah menjadi pusat perhatian.? " Guman Fang Yin.


Dewa Neraka dan Kai memerhatikan sekitarnya. Seluruh pandangan mata jatuh kepada mereka.


"Memang sangat sulit menghilangkan aura ketampanan ku," ucap Dewa Neraka percaya diri membuat Kai ingin menendangnya.


Sontak seluruh pengunjung yang mendengar itu membubarkan diri walaupun perkataan Dewa Neraka itu benar. Dua laki-laki tampan duduk bersama membuat mereka terkagum-kagum dan memuji pahatan sempurna itu. Apalagi wajah Kai hampir seluruh wanita disana menghayal yang bukan-bukan.


"Kenapa aku harus mencurinya Kai, lebih baik kau memintanya kepada Chang'er." Fang Yin mengerutkan keningnya saat Kai menghembuskan nafas kasarnya.


"Aku sudah mencobanya," ucap Kai lesu.


Kai akhirnya menceritakan kejadian tadi pagi saat dirinya mengunjungi istana milik Dewa Tinggi Putra Mahkota. Kai meminta Lian mengambil kalung miliknya, tapi saat sang ibu mengambil kalung itu, calon Dewi menjerit dan menangis histeris membuat penghuni kolam suci komplain. Heng Yuze yang sedang menghadiri rapat biasa, langsung datang karena menyadari keanehan dari istananya. Yuze tiba dan menatap Kai dengan tajam, apalagi melihat putrinya yang sedang menangis. Yuze yakin laki-laki itu pasti menyakiti putri kecilnya. Kai begitu kesal, dia tidak ada mencubit bayi penuh drama itu tapi Dewa Tinggi seakan menyalahkannya. Awalnya Kai hanya ingin meminjam kalung itu sebentar, karena dirinya ingin memindahkan jiwa hewan spiritualnya kedalam kalung baru yang baru diciptakannya, tapi bayi kecil itu tidak mau memberikan kalungnya. Bahkan dia mengeluarkan suara cemprengnya membuat telinga Kai berdengung. Kai semakin geram melihat bayi kecil tak berdosa itu.


Fang Yin dan Dewa Neraka terdiam sesaat saat mendengar cerita lucu Kai. Dewa Neraka ingin tertawa tapi dirinya sungguh tidak tega melihat wajah Kai yang prustasi.


"Biarkan saja hewan spritual mu disana," Dewa Neraka berkata bijak. Karena terlalu bijak membuat Kai menatapnya tajam. "Kau sama saja dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota," gerutu Kai. Dia pemilik asli dari kalung itu tapi seakan dirinya yang dituduh mencuri.


"Dewa Neraka mohon bantuannya," tiba-tiba seseorang langsung bersujud didepannya dengan tubuh yang bergetar. Fang Yin, Kai dan Dewa Neraka mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kau siapa?" wajah Dewa Neraka menatap tajam wanita itu.


"Hamba Dewi pengawal milik Dewi Bunga yang mulia, saat ini Dewi bunga sedang tidak sadarkan diri, hamba mohon dewa membantu hamba membawa Dewi Bunga kembali," ucap Dewi pengawal itu merasa tertekan dengan tatapan tajam dari Dewa Neraka. Entah kenapa Dewinya begitu tergila-gila pada laki-laki itu.


"Kenapa harus aku? Apa kau tidak bisa memindahkan ya sendiri? Lagian itu tugasmu sebagai Dewi pengawal," ucap Dewa Neraka ketus.


"Dewi sedang mengunci kekuatanya yang mulia, sehingga hamba tidak bisa membantunya."


"Cari yang lain saja, jika perlu minta tolong Kai." Tanpa rasa bersalah Dewa Neraka menyodorkan Kai dengan dagunya.


"Kenapa aku? Tidak, aku memiliki urusan yang lebih penting dari pada mengurus wanita itu," Kai menolak mentah-mentah.


"Lagian Tuan Kai tidak bisa memasuki istana Dewi Bunga Dewa, karena Dewi melarang keras melarang laki-laki memasuki istananya," Dewi pengawal itu menunduk. Dia ingin menangis karena dihadapkan pada dua sosok yang sangat kejam. Satu dari alam iblis dan yang satu lagi dari alam Neraka.


"Lalu kenapa kau menyuruhku?"


"Kecuali Dewa. Dewi Bunga mengijinkan Dewa memasuki istananya," bibir Kai berkedut mendengar ucapan Dewi pengawal itu. Selama ini dia memang tau Dewi Bunga tidak mengijinkan laki-laki memasuki istananya tapi Kai tidak menyangka Dewa Neraka akan diperlakukan khusus oleh Dewi itu. " Ckk, cinta membuat jiwa tersesat," batin Kai. Fang Yin senyum-senyum sendiri, dia sudah tau hal itu sedari dulu, karena Dewi Bunga pernah mengatakan itu kepadanya secara terang-terangan.


Dewa Neraka melihat lantai atas. Disana sosok Dewi Bunga sedang menatap kearahnya dengan sendu.


"Pergilah, jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, jangan menyakiti hati seorang wanita," ucap Kai bijak. Tumben sekali laki-laki itu berpikir logis.


"Ckk, aku tidak seperti mu yang tega menyakiti hati wanita yang bahkan masih bayi," ucap Dewa Neraka seenaknya.


"Maksud mu apa?"


"Kau telah menyakiti calon Dewi dan telah membuatnya menangis."

__ADS_1


"Apa kau sudah gila, tidak ada hubungannya dengan percintaan orang dewasa, bayi kecil itu saja yang terlalu licik," ucap Kai. Fang Yin langsung memukul punggungnya.


"Dia cucu kesayangan ku, jangan pernah menghinanya," Fang Yin tidak terima cucunya yang masih murni dicap buruk oleh Kai.


"Bukankah yang kukatakan benar, akulah pemilik kalung itu tapi dia tidak mau mengembalikan barangku, seakan barang yang dipinjamnya sudah menjadi miliknya selamanya. " wajah Kai menggelap mengingat wajah bayi kecil itu yang menangisi tersedu-sedu di pangkuan sang Dewa Tinggi.


"Cucuku belum tau apa-apa, jadi wajar dia mempertahankan miliknya ," Fang Yin tetap membela cucunya. Lie Zhu menatap datar Kai. "Akan menjadi musibah jika adikku sampai menyukai laki-laki ini," Batin Lie Zhu.


"Itu milik__" belum selesai dia berbicara suara hantaman terdengar di samping mereka.


"Braak,. aahhh"


"Dewi," Dewi pengawal langsung berdiri dan membantu Dewi Bunga yang jatuh dari lantai dua. Merobohkan satu meja di lantai satu.


"Sakit," ringis Dewi Bunga. Dia merasa melewati jalan yang lurus makanya dia menerobos penghalang itu.


"Kakak sana," Fang Yin menyiku Dewa Neraka yang sedang mematung.


Dewa Neraka menggertakkan giginya.


"Menyusahkan," umpatnya, sambil berdiri dan memapah Dewi Bunga.


"Permisi Dewi, Tuan Kai," ucap Dewi pengawal itu sopan.


"Bagaimana, apa kau mau?" Kai masih berharap Fang Yin Meu membantunya.


"Aku takut cucuku itu melakukan hal yang sama," Fang Yin tidak mau membuat cucu lucunya menangis.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan memberikan kalung yang sama dengan miliknya, aku yakin bayi kecil itu tidak akan menyadarinya," ucap Kai.


"Adikku punya nama paman, namanya Annchi," Lie Zhu mengoreksi pamanya. Telinganya ngilu mendengar paman Kai menyebutkan adik cantiknya dengan sebutan bayi.


__ADS_2