Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 32


__ADS_3

"Kenapa matamu hitam seperti itu? kau sudah seperti wanita iblis saja" bisik Yu Wang seenaknya dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Fang Yin.


"Maaf" ucap Yu Wang sambil menelan ludahnya susah payah, niatnya ingin menghibur Fang Yin malah mendapatkan tatapan mematikan.


"Bukankah dia mencintai raja iblis, terus kenapa dia tidak suka di katakan wanita iblis, ckk..sama saja dia tidak tulus mencintai raja iblis" batin Yu Wang bermonolog sendiri dalam hati.


Saat ini seluruh murid dari setiap sekte sedang menunggu kedatangan dewi petir untuk memberikan arahannya.


Kini sosok yang mereka tunggu telah datang, wanita itu datang dengan suaminya dewa musim dan juga dua cucu laki-lakinya yaitu Lie Zhu dan Ba Xi'O.


"Aku sangat berharap kalian dapat melewati ujian ini, kalian tidak perlu khawatir bagi yang hatinya bersih maka mereka tidak akan merasakan sakitnya cambukan petir. Tapi bagi hatinya yang memiliki niat kotor maka mereka akan merasakan kesakitan seperti kulit yang terkelupas." Jelas dewi petir membuat para murid itu menelan ludahnya dengan susah payah.


Fang Yin mencoba menetralkan degup jantungnya, dia sangat takut apalagi dia yang dulu mempunyai niat untuk melenyapkan alam iblis. Walaupun hal itu tidak lagi di pikirkan! Fang Yin takut rasa dendam di hatinya yang masih membekas akan membuatnya kesusahan dalam menerima pukulan petir sang dewi.


Satu persatu para murid itu memasuki lubang yang berbentuk segitiga di dalam itu terjadi hujan petir yang sangat dahsyat, setiap para murid yang keluar dari sana lebih banyak yang mengalami kegagalan. Para dewa dan dewi langsung menyalurkan sihir mereka untuk memulihkan para murid-murid yang sedang sekarat. Beberapa murid di antaranya memiliki inti api iblis membuat Xi Chen menyunggingkan seringai puasnya, kini rakyat di alamnya semakin bertambah.


"Ckkk..apa paman sesenang itu? Tanya dewa bintang kesal karena ada beberapa rakyatnya yang ikut terjerumus ke dunia kegelapan.


"Kenapa? Apa kau tidak terima? Xi Chen menunjukkan wajah bengisnya yang membuat dewa bintang semakin jengkel.


"Fang Yin doakan aku" bisik Yu Wang menahan tangisnya dia takut menghadapi hujan petir itu. Yu Wang tidak ingin kulit tebalnya akan terbakar bahkan melepuh seperti yang di lihatnya pada murid-murid yang sudah melewatinya. Fang Yin mengangguk sambil tersenyum dia juga merasa cemas. Walaupun para murid langsung mendapatkan pertolongan dari dewa-dewi tetap saja Fang Yin tidak tenang, apalagi Yu Wang sahabat dan keluarga satu-satunya bagi Fang Yin.


"Maju" titah dewi petir dari singgasana. Yu Wang menelan salivanya dengan gugup, tubuhnya bergetar hebat saat memasuki lingkaran berasap itu. Dewi petir langsung menjentikkan tanganya.

__ADS_1


Terdengar suara menggelegar di tempat itu membuat nafas Yu Wang berhenti sejenak, matanya terpejam siap menerima cambukan dan huja petir. Tiba-tiba suara itu berhenti membuat Yu Wang membuka netranya kembali, di lihatnya kepulan asap tebal di sekitarnya dan asap itu lama-lama menghilang. Barulah Yu Wang dapat melihat sosok Dewi petir yang duduk sambil tersenyum di singgasana.


"Selamat kau lolos" ucap dewi petir.


"Terimakasih dewi" Yu Wang bernafas lega sambil memberi hormat. Yu Wang merasa bangga kepada dirinya sendiri karena bisa melewati ujian yang menguji adrenalinya.


"Fang Yin" seorang dewi yang khusus memanggil para peserta menyebut nama Fang Yin. Fang Yin tersentak, jantungnya bertalu-talu sejak tadi, keringat di pelipisnya menunjukkan bahwa saat ini dirinya sedang mengalami ketakutan hebat. Xi Chen yang melihat istrinya yang berkeringat dingin mengukir senyum tampanya, menurutnya istrinya itu semakin seksi saat mengalami ketakutan apalagi berkeringat seperti saat ini.


"Kenapa paman senyum seperti itu? Ucap dewa bintang bergidik ngeri melihat senyum raja iblis itu yang seakan melahap istrinya hidup-hidup.


"Dasar laki-laki tidak berperasaan istrinya sedang menghadapi maut malah laki-laki ini tersenyum seperti orang gila." Batin dewa bintang.


"berhentilah kau mengoceh anak ingusan" Xi Chen tau dewa bintang sedang mengumpatinya. Dia merasa terganggu apalagi dewa itu sejak tadi tak berhenti mengoceh membuat telinganya memanas. Kehadiran dewa bintang yang duduk di sampingnya membuat Xi Chen tidak nyaman.


Fang Yin menghembuskan nafasnya, saat ini dirinya sedang berdiri tepat di depan dewi petir.


"bibi cantik semangat" ucap Ba Xi'O berteriak. Fang Yin mengulas senyum tipisnya, dia semakin takut.


"Ayo maju" titah dewi petir.


Fang Yin maju dan saat ini dirinya berada di tengah-tengah lingkaran yang masih mengeluarkan asap . Fang Yin menutup matanya dengan gugup.


"Kamu pasti bisa Fang Yin demi menjadi kuat dan menggapai cita-cita mu menjadi dewi pengawal untuk sang mantan ratu phoenix. Batin Fang Yin menyemangati dirinya.

__ADS_1


Suara petir menggelegar untuk yang kesekian kalinya di tempat itu. Fang Yin yang menutup matanya bisa merasakan aura petir yang sangat dahsyat, kilatan-kilatan cahaya yang menyilaukan seakan menembus kenetranya.


Penghuni tempat itu menahan nafasnya saat petir itu menyentuh Fang Yin, Xi Chen bahkan mengepal tanganya dengan kuat. "Kamu harus bisa sayang, harus. Kau harus bisa kembali menjadi Dewi tinggi phoenix seperti dulu, menjadi seorang dewi yang tak tertandingi." Ucap Xi Chen dalam hati dengan tubuh yang bergetar melihat istrinya menahan hujan petir.


Netra emas Fang Yin berkilat sesaat saat dirinya membuka kedua kelopak mata itu. Dewi petir tersentak saat netra itu menatap mereka satu-persatu. Netra yang begitu tajam yang hanya di miliki oleh seorang dewi yang bernama Bao-yu.


"Braakk"


"Fang Yin" teriak Xi Chen dan yang lainnya.


Melihat Fang Yin yang tergeletak dan langsung tidak sadarkan diri.


Dewi petir dan dewa musim menyalurkan energi sihirnya.


"Kenapa nenek bisa pingsan kak?" Tanya Ba Xi'O.


"Aku juga tidak tau" jawab Lie Zhu sambil melihat kakek dan neneknya.


"Kenapa istriku bisa pingsan?" Tanya Xi Chen dengan raut wajah yang sangat cemas.


"Mungkin Fang Yin merasa tidak asing dengan ujian petir ini, karena tadi netra emasnya seperti menyala-nyala." Terang dewi petir.


Fang Yin membuka matanya, saat ini dirinya berada di ruangan yang sangat mewah.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun sayang?" Xi Chen bernafas lega saat Fang Yin sudah sadar. Fang Yin mengerutkan keningnya, lalu menarik tanganya yang di genggam kuat oleh Xi Chen. Fang Yin masih ingat dengan ucapan ratu iblis kepadanya. Xi Chen tertekun saat wanitanya menarik tangan yang di genggamnya dengan kasar, apalagi melihat sorot matanya yang begitu dingin membuat Xi Chen bertanya-tanya dalam hati.


__ADS_2