Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 68


__ADS_3

"Apa sebentar lagi dia akan menggila?" batin mantan Ratu Phoenix.


"Xi Chen, lebih baik kau kembali, ibu janji akan memberi kabar kepadamu jika Fang Yin sudah kembali," Mantan Ratu Phoenix berusaha menunjukkan wajah tenangnya.


"Ibu mengusir ku?" Xi Chen semakin emosi saat ibu mertuanya terang-terangan mengusirnya.


"Ckk, pikiranmu sungguh sangat kotor. Terserah kau saja."


" Kau mau disini atau tidak sama saja, tidak akan membuat putriku cepat kembali," batin mantan Ratu Phoenix langsung pergi dari sana. Menghindari tatapan menyelidik dari netra merah menantunya.


"Sungguh sangat sulit membohongi Xi Chen," guman mantan ratu phoenix.


"syaap," Fang Yin dan Lie Zhu tiba di pusat alam Phoenix.


"Kenapa nenek menghindari kakek," tanya Lie Zhu datar.


"Nenek tidak ada menghindari kakek mu, nenek hanya ingin bersenang-senang sebentar," jawab Fang Yin jujur. Salahkah dia menghabiskan masa mudanya? " Ckk, kenapa dulu aku sering mengurung diri, sekarang aku malah seperti gadis belia yang sedang mekar-mekarnya," guman Fang Yin.


Lie Zhu mengikuti neneknya dengan wajah datarnya, dirinya tidak menyangka neneknya akan bertingkah seperti anak kecil. " Ibu dan nenek sama saja, bahkan nenek buyut juga. Mereka sungguh keturunan yang aneh," batin Lie Zhu yang tidak sadar bahwa didalam tubuhnya juga mengalir darah Phoenix.


Fang Yin memasuki kedai yang sedikit ramai. Ternyata kedai yang terlihat tua itu menampilkan kemewahan didalamnya. Para Dewa dan Dewi bahkan berada ditempat itu, menonton sebuah drama dari sang Opera.


Fang Yin memesan makanan dan beberapa kudapan manis, kali ini dia akan memanjakan lidahnya dan cucunya. Tapi cucunya yang berwajah datar itu mengkritik neneknya yang terlalu banyak makan yang manis-manis.


"Nenek, kata ibu jangan terlalu banyak memakan yang manis-manis nanti gigi nenek busuk,"


"Uhuk-uhuk," suara batuk itu bukanlah Fang Yin melainkan seseorang yang duduk di samping mereka.

__ADS_1


"Dewa Neraka," Fang Yin memberi hormat.


"Ckk, jangan bilang kau lupa denganku Bao-yu," Dewa Neraka menatap tajam Fang Yin.


"Aku bukan Bao-yu tapi aku Fang Yin," ucap Fang Yin acuh tak acuh.


"Aku tidak perduli kau siapa yang penting kau masih jiwa yang sama yaitu Dewi Phoenix," Dewa Neraka menatap Fang Yin lembut.


"Ckk, kakak terlalu serius, tidak bisakah kakak menyembunyikan identitas ku?," Fang Yin mengerucut.


"Kenapa? Kau kabur dari suami mu yang gila itu?"


"Kakak jangan menghina suamiku, " Fang Yin menatap tajam Dewa Neraka. Dewa Neraka mendengus.


"Katakan, kenapa kau bisa ada disini?"


" Kau masih sombong seperti dulu, entah siapa yang mengarang gosip itu bahwa Dewi Phoenix telah berubah menjadi sosok Dewi yang lemah lembut. Ternyata gosip itu tidak bisa dipercaya," Keluh Dewa Neraka.


"Sejak kapan kakak mempercayai gosip?"


"Kakak tidak tau, mungkin sejak kau menghilang dulu," tatapan Dewa Neraka sendu. Menatap wajah yang begitu dirindukannya.


" Kakak belum bisa melepaskan ku?" Fang Yin duduk di depan Dewa Neraka. Menelisik wajah Dewa Neraka yang sedikit gugup.


"Jangan kau tanya lagi dengan pertanyaan yang sudah kau ketahui sendiri, jawabannya" Dewa Neraka menyentuh kening Fang Yin dengan telunjuknya supaya wanita itu sedikit menjauh.


"Ckk, kakak sudah saatnya buka hati kepada wanita lain, aku dan Xi Chen sudah menikah lagi. Bagaimana jika kakak ku jodohkan dengan Dewi bunga? " Wajah Fang Yin berbinar membayangkan cinta Dewi bunga kepada Dewa Neraka yang begitu besar.

__ADS_1


"Berhentilah berbuat masalah Fang Yin, aku tidak perlu kau urus," Dewa Neraka acuh tak acuh. Dia memang tidak membenci Dewi Bunga namun dia juga tidak mencintainya walaupun Dewa Neraka tau wanita itu sangatlah mencintainya. "Bukankah dia sebentar lagi akan menikah dengan Dewa perang dari alam petir? Lalu kenapa Fang Yin menjodohkan aku dengan wanita itu." Batin Dewa Neraka. Dia tidak tau bahwa Fang Yin tidak mengetahui hal itu karena gosip itu belum menyentuh telinga Fang Yin.


Sementara dilantai atas Dewi Bunga melihat keakraban Fang Yin dengan laki-laki yang sangat dicintainya. Dewi Bunga tersenyum getir. Rasa cinta laki-laki itu terhadap Dewi Phoenix masih sama, tidak ada yang berubah walaupun Dewi Phoenix telah berinkarnasi. Dewi Bunga mengira akan ada kesempatan merebut hati laki-laki itu selama Dewi Phoenix tidak ada. Tapi siapa sangka hati laki-laki itu telah berubah jadi batu.


"Dewi berhentilah minum, Dewi bisa kehilangan kendali," ucap Dewi pengawal disampingnya. Wanita itu cemas melihat sang Dewi yang sedang sedih. Dewi Bunga tidak perduli dia melampiaskan rasa cemburunya kepada minuman beralkohol itu.


"Wahh, ternyata Dewi Phoenix berada disini," Kai muncul entah dari mana membuat Fang Yin gelagapan. Dimana ada Kai pasti disitu ada Xi Chen, sudah dipastikan suaminya itu akan mengamuk melihat dirinya. Tubuh Fang Yin bergetar saat membayangkan dirinya disiksa oleh Xi Chen. Fang Yin tidak menyangka, baru beberapa jam dirinya bebas kini akan diikat kembali.


Kai menyeringai, berniat memberi pelajaran kepada Dewi Phoenix yang telah mempermainkan sahabatnya yang bodoh itu.


"Xi Chen tidak bersamaku," ucap Kai datar. Duduk tenang sambil menatap tajam Dewa Neraka.


"Syukurlah," Fang Yin mengusap dadanya bernafas lega.


"Tapi aku sebentar lagi akan memberitahunya bahwa istrinya sedang bersenang-senang dengan pria lain," ucap Kai santai, tapi hal itu membuat Fang Yin hampir pingsan.


" Kai aku mohon jangan beritahu hal ini kepada Xi Chen, aku mohon Kai," Fang Yin mengiba, wajahnya memelas meminta belas kasihan Kai. Tapi yang namanya memiliki hati yang buruk Kai hanya acuh tak acuh dan tersenyum licik.


"Aku tidak akan memberitahu Xi Chen asalkan Kau menolongku ," Kai berucap malas. Dewa Neraka memicingkan matanya. Laki-laki yang dihadapannya ini sosok yang sangat licik dan buruk.


"Kau ingin Fang Yin melakukan apa? biar aku saja yang melakukannya," ucap Dewa Neraka bak pahlawan kesiangan. Kai mendengus. "Ckk, salah satu laki-laki bodoh," batin Kai.


"Ini tidak ada hubungannya dengan mu, jadi berhentilah ikut campur."


"Aku tidak ingin ikut campur, tapi aku tidak akan membiarkan mu memperalat Fang Yin," ucap Dewa Neraka sinis. Kai menggertakkan giginya, tidak bisakah Dewa suci yang satu ini tidak berfikir buruk tentangnya?


"Aku hanya kau mencuri kalung yang dileher putri Dewa Tinggi Putra Mahkota," ucap Kai malas. Hal itu menimbulkan spekulasi bagi Dewa Neraka.

__ADS_1


"Apa? Kau jangan gila Kai, kau menyuruh seorang Dewi mencuri di istana Dewa Tinggi Putra Mahkota? Apa kau sadar?" Dewa Neraka menatap nyalang Kai yang duduk tenang.


__ADS_2