Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 26


__ADS_3

"Kau sedang berada di istanaku.


Terdengar suara bariton yang bergema di telinga Yu Wang. Membuat Yu Wang merinding, Yu Wang mencoba mendudukkan dirinya alangkah terkejutnya Yu Wang saat menyadari para Dewa dan Dewi Tinggi kerajaan langit.


"Ya.. Yang Mulia. Ucap Yu Wang bersujud dan sedikit gelagapan dia binggung memberi hormat kepada siapa, lantaran Dewa dan Dewi penting yang berada di kerajaan langit itu sedang berdiri didepannya dan menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


"Kau duduklah, Biarkan dirimu pulih dulu. Ucap Kaisar Langit.


"Terimakasih yang Mulia. Ucap Yu Wang sopan. Dia mengenali sosok Kaisar Langit dan Dewa Agung karena gambar mereka ada di setiap cermin kehidupan setiap sekte yang ada di alam Matahari. Gambar ketiga sosok itu sangat jelas di sana. Sementara Dewa Tinggi Putra Mahkota, Yu Wang juga sudah pernah bertemu denganya langsung karena yang Maha Tinggi itu pernah datang ke sekte Matahari .


"Paman maafkan sikap ayahku." Lirih Lian.


Yu Wang yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, Yu Wang heran kenapa laki-laki kejam seperti Xi Chen bisa memiliki putri berparas cantik seperti Dewi Tinggi yang di depanya ini.


"Apakah aku harus berterimakasih kepada laki-laki itu? Akibat perbuatanya aku bisa bertemu dengan yang Maha Tinggi ini". Batin Yu Wang dalam hati sambil memperhatikan ke empat sosok yang di depanya, untuk memastikan penglihatanya tidak salah.


"Paman bisakah paman mengiklaskan bibi Fang Yin untuk ayahku? Pinta Lian dengan sorot mata yang mengiba.


Yu Wang yang melihat itu tidak tega, Apalagi sosok Dewi Tinggi itu mengingatkannya kepada Fang Yin wanita yang di sukainya secara diam-diam selama ini.


"Aku mohon paman mengiklaskan ibu kepada Ayah. Ucap Lian kembali saat Yu Wang hanya diam membisu.


"Ibu?" Beo Yu Wang Binggung.


" Bibi Fang Yin adalah ibuku, lebih tepatnya reinkarnasi ibuku Dewi Phoenix. Jelas Lian.


"Apaa? Yu Wang langsung menutup mulutnya karena suara yang di keluarkannya begitu nyaring.


Akhirnya Lian menjelaskan sosok ibunya yang telah berjiwa baru kepada Yu Wang, Lian tidak ingin Yu Wang salah mengartikan kedekatan ayahnya dengan sang ibu, Apalagi dari mata Yu Wang, Lian dapat melihat Cinta Yu Wang yang begitu besar terhadap ibunya.


"Apaa?'

__ADS_1


Tubuh Yu Wang bergetar hebat saat mendengar informasi yang merenggut sebagian jiwa normalnya, Yu Wang merasa syok saat mendengar semua cerita Lian.


Yu Wang tidak tau apakah dia harus senang atau sedih. Yu Wang senang karena wanita yang di sukainya ternyata bukanlah orang sembarangan, bahkan dia sosok seorang Dewi Tinggi dari alam Phoenix. Di sisi lain Yu Wang sedih karena wanita itu juga sudah ada yang memiliki, Bahkan kisah cinta itu sudah terjalin puluhan ribu tahun.


Dalam hatinya Yu Wang juga memuji cinta sang Raja iblis itu. Demi cintanya kepada sang istri, Raja iblis bahkan rela memasuki dunia kegelapan dan menghancurkan jiwa suci Dewanya. Di bandingkan rasa cinta yang di milikinya, cinta sang Raja iblis itu lebih besar kepada Fang Yin. Yu Wang tidak menyangka rahasia besar ini akan di ketahuinya. Hal yang tidak pernah terbesit dalam benaknya.


"Pantas saja Dewi Tinggi ini begitu mirip dengan Fang Yin. Batin Yu Wang.


Yu Wang tersenyum.


"Terimakasih Dewi telah memberitahuku. Ucap Yu Wang sambil bersujud. Dia memang menyayangi dan mencintai Fang Yin tapi Yu Wang tidak ingin egois untuk memisahkan wanita itu dengan kekasih hatinya. Laki-laki yang sudah berjuang selama ini hanya untuk menemukan jiwanya.


Dewa Agung memuji kebesaran hati Yu Wang yang dengan mudah dan ikhlas merelakan wanita yang dicintainya.


Bukan seperti dirinya, walaupun dirinya sudah ikhlas tapi hatinya masihlah berlabuh untuk sang mantan Ratu Phoenix.


"Kau mau jadi muridku? Tawar Dewa Agung. Membuat ketiga sosok yang di sana memutar bola matanya malas.


"Haa..hamba tidak pantas menjadi murid yang Mulia. ucap Yu Wang dengan tubuh bergetar. Dia tidak bermaksud menolak yang sudah lama di pujanya itu. Tapi Yu Wang belum pantas untuk menjadi muridnya.


Dewa Agung tersenyum tipis.


"Berlatih yang giat, suatu saat kau akan ku angkat menjadi Dewa pengawal ku. Ucap Dewa agung menepuk-nepuk punggungnya.


"Baa..baikk yang Mulia ucap Yu Wang. Tubuhnya terasa kaku saat tangan suci Dewa Agung menyentuh punggungnya.


Apalagi dia mendengar perkataan Dewa Agung yang ingin mengangkat nya menjadi Dewa pengawal. membuat Yu Wang terharu dan matanya berkaca-kaca . Cita-citanya yang selama ini di pendamnya kini bisa di wujudkannya.


"Terimakasih kasih Dewa Agung, terimakasih Yang Mulia Kaisar, terimakasih Dewa Tinggi Putra Mahkota dan terimakasih Dewi Tinggi Phoenix. Ucap Yu Wang bersujud berulang-ulang menyentuh lantai istana milik Dewa Tinggi Putra Mahkota. Ke empat sosok itu tersenyum, bahkan Yuze yang selalu datar menarik sudut bibirnya.


Yu Wang sangat terharu. Pulang dari istana itu dia akan memeluk Raja iblis dengan erat, bahkan dirinya rela jika di hempaskan kembali.

__ADS_1


"Eheem..berapa putaran?


Tanya Kai yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan pribadi Xi Chen.


"Apanya yang beberapa putaran? Xi Chen memicingkan matanya menatap sahabatnya itu.


"Ckkk..Kau jangan pura-pura tidak mengerti. Ucap Kai sinis. Dia merasa Tuannya itu semakin bodoh saja.


"Aku tidak menyentuh Fang Yin dan hal itu tidak akan pernah terjadi. Ucap Xi Chen datar.


"Apaa?" Kenapa?" Kai bertanya dengan raut penasaran.


"Aku tidak ingin Fang Yin gagal menempuh Nirwananya. Xi Chen menghembuskan nafas beratnya.


Kai menelan ludahnya dengan susah payah. Dia mengakui sosok Tuannya yang sekarang ini benar-benar bodoh.


"Jadi ngapain kau di kamar seharian penuh?


Tanya Kai kembali sambil menelisik wajah sendu sahabatnya.


"Ngapain lagi jika bukan berpelukan dan sesekali berciuman tipis-tipis. Ucap Xi Chen jujur.


 Kai yang terkejut batin tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


"Haha-haha. Suara tawanya menerbangkan burung-burung yang sedang bersantai di atap pondok. Burung-burung itu pergi dari sana saat mendengar suara Kai yang begitu menyeramkan di dengar telinga.


Air mata kai sampai mengenang di ujung matanya. Dia semakin mengakui sahabatnya itu bertambah bodoh bahkan sifat kejamnya berkurang semenjak kehadiran putrinya dan semakin parah setelah istrinya hadir kembali.


"Ada ikan segar malah di angguri. Batinya.


"Dulu saja, ikan matipun kau tampung. Kai hanya bisa bermonolog dalam hati, jika sempat dirinya mengatakan itu langsung, maka siap-siaplah dia terbang kelautan Api milik Raja iblis. Kai masih terkekeh geli.

__ADS_1


Sementara Xi Chen tidak memperdulikan sahabatnya yang mulai gila itu.


__ADS_2