
" Nona tolong tunjukkan jiwa phoenix milikmu" pinta dewi petir kepada Fang Yin, walaupun gadis berwajah teduh itu tidak lagi mengingat masa lalunya. Dewi petir tetap bersikap hormat kepada gadis itu karena Fang Yin reinkarnasi dewi phoenix sekaligus besannya.
"Mohon bimbingannya yang mulia" ucap Fang Yin sopan sambil menunjukkan jiwa phoenix miliknya.
"Masih sangat lemah" guman dewi petir.
"Nona ada seseorang yang sangat mengagumi bakatmu, sehingga orang itu memberimu cambuk ini, terimalah". Ujar dewi petir sambil menyerahkan cambuk berwarna merah darah, bercorak Emas dan ujung cambuk itu memperlihatkan bentuk mulut phoenix yang sedang mengeluarkan apinya.
"Ini.." Fang Yin terdiam sejenak.
"Hamba tidak pantas menerima pusaka berharga seperti ini yang mulia" tolak Fang Yin halus. Fang Yin terkejut saat cambuk yang terbuat dari esensi phoenix yang sudah melegenda itu di berikan kepadanya secara cuma-cuma.
Dewi petir menghembuskan nafas beratnya, cambuk itu pemberian mantan ratu phoenix yaitu ibu Fang Yin, awalnya dewi petir sudah menolak untuk memberikan cambuk itu, tapi sang mantan ratu phoenix itu memaksa.
"Bibi terima saja cambuk pemberian nenekku" ucap Lian yang tiba-tiba muncul.
"Cambuk ini pemberian sang mantan ratu phoenix?" tanya Fang Yin terkejut. Sosok yang di kaguminya memberinya sesuatu yang sangat berharga. Fang Yin sudah lama mengagumi mantan ratu phoenix karena jasa-jasanya yang telah melindungi alam phoenix. Fang Yin terharu sekaligus merasa heran. Kenapa sang mantan ratu phoenix itu sampai memberinya sebuah cambuk yang langka, sekalipun mantan ratu phoenix itu mengagumi bakat Fang Yin, menurut Fang Yin hadiah dari penguasa phoenix itu sedikit berlebihan.
"Yang mulia, ini sangatlah berlebihan, aku tidak pantas menerimanya" Fang Yin masih menolak serta berniat mengembalikanya kepada Lian.
"Bibi, panggil aku Chang'er bukan yang mulia bibi, aku sudah pernah mengatakannya pada bibi. Dan terima saja cambuk pemberian nenek bibi, mana tau suatu saat bibi bisa menjadi Dewi pengawal nenek" terang Lian. Bibir dewi petir berkedut saat menantunya itu menjadikan ibunya seorang Dewi pengawal.
__ADS_1
"Kenapa ibumu jadi dewi pengawal?" Tanya dewi petir melalui telepatinya.
"ibu, jika aku mengatakan ibuku akan menjadi dewi tinggi, pasti ibuku tidak akan percaya" jelas Lian.
Fang Yin yang mendengar dirinya akan diangkat menjadi dewi pengawal, sangat terkejut dan merasa senang. Terlebih dirinya di angkat menjadi dewi pengawal sang mantan ratu phoenix, keinginan Fang Yin yang ingin tinggal di alam phoenix sebentar lagi akan terkabul.
"Benarkah itu chang'er" ucap Fang Yin antusias.
"Iya bibi, aku akan merekomendasikan bibi kepada nenekku, bagaimana bibi, bibi maukan menerima cambuk itu?" Tanya Lian sambil senyum.
"Mau, aku sangat mau, aku akan menerima cambuk ini dan berlatih dengan sungguh-sungguh" ujar Fang Yin penuh semangat. Dewi petir hanya bisa menunjukkan senyum masamnya.
"Andai saja Bao-yu mengingat semuanya, aku yakin dia tidak akan mau menerima semua ini. Dia akan melayangkan protesnya dan memarahi kaisar langit yang menjadikanya seorang dewi pengawal" batin dewi petir, dia tau temperamen Bao-yu dulu, seorang Dewi tinggi phoenix yang cuek dan juga keras kepala.
"Syaapp"
Sosok berbadan besar dan berwajah tampan hadir ditempat itu. Xi Chen memicingkan matanya saat sosok yang sangat dikenalnya itu tersenyum penuh arti.
"Saingan kakek kalian telah datang" bisik dewa takdir kepada Lie Zhu dan Ba Xi'O.
"Kakek dewa neraka?" guman Ba Xi'O.
__ADS_1
Dewa neraka duduk tenang tepat di samping Xi Chen.
"Aku tidak menyangka saingan cintaku juga disini" ucap dewa neraka datar.
"cihh, siapa saingan cintamu?" Xi Chen menatap dewa neraka acuh tak acuh.
"Siapa lagi jika bukan seorang laki-laki pengecut yang saat ini sedang menatap wanita berwajah teduh itu, dia wanita yang sangat aku cintai" bisik dewa neraka tepat di telinga Xi Chen. Xi Chen menggertakkan giginya, sebisa mungkin dia menahan amarahnya yang langsung naik ke ubun-ubun, dia tidak ingin terpancing dengan perkataan dewa neraka.
"cihh..aku bukan lagi saingan cintamu, apa kau lupa bahwa akulah pemenangnya" ucap Xi Chen menunjukkan seringai puasnya.
"Itu dulu, tapi tidak dengan sekarang, aku akui aku dulu kalah darimu. Tapi sekarang hal itu tidak akan terulang lagi" balas dewa neraka penuh penekanan.
"Tidak bisakah kau melupakan istriku Bao-yu? Aku dan Bao-yu sudah memiliki seorang putri, kau tega memisahkan chang'er dengan ibunya?" Xi Chen menatap dewa neraka dengan kilatan kemarahan. Jika bukan dirinya sedang memantau Fang Yin, dia akan mengajak dewa neraka duel. Xi Chen akan memberikan pelajaran kepada sosok yang selalu menempeli istrinya itu. Xi Chen mencoba menarik nafasnya dalam-dalam, sebuah teknik yang di ajarkan putrinya untuk meredamkan amarahnya. Xi Chen tidak ingin membuat masalah seperti dulu lagi.
"Walaupun kalian memiliki putri, aku tidak perduli. Lagian Chang'er saat ini sudah berada di tangan yang tepat, aku juga yakin dia juga ingin melihat ibunya bahagia" terang dewa neraka.
"Bahagia? Apa kau mengerti arti kata itu? Asal kau tau kebahagiaan Bao-yu hanya bersamaku" ucap Xi Chen percaya diri.
"Cihh..kau tidak malu mengatakan hal itu. Aku sungguh kasihan melihat Bao-yu yang telah salah memilih laki-laki sepertimu. Laki-laki yang pengecut, yang tidak bisa melindungi istrinya" dewa neraka menatap Xi Chen penuh dendam.
"Pengecut" ucap Xi Chen dengan suara beratnya, aura yang di keluarkannya saat ini sungguh mendominasi. semua dewa dan dewi disana menyaksikan kedua sosok itu sejak tadi saling sindir menyindir.
__ADS_1
"Ya, kau sangat pengecut, jika saja Bao-yu tidak memilihmu, dia tidak akan mengalami penderitaan tak berujung seperti saat ini, kau lihat dia sekarang, hanya demi perisai untukmu, Bao-yu harus kehilangan semuanya. Jiwanya sekarang menjadi baru, dia juga melupakan kehidupan bahagianya yang dulu dan memulai semuanya dari awal. Demi menyelamatkan laki-laki pengecut sepertimu dia rela mengorbankan hidupnya" ucap dewa neraka sedikit bergetar.
Xi Chen mengepalkan tanganya, kejadian hampir dua ribu tahun yang lalu merenggut segalanya. Peristiwa yang menghancurkan hidupnya dan memisahkannya dengan istri tercintanya serta menjadikan Xi Chen menjadi sosok laki-laki yang tidak berperasaan dan kejam. Kedudukannya sebagai dewa tinggi harus turun, jiwa murninya harus ternodai oleh jiwa kegelapan. Semua itu berawal dari kejadian itu.