Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 38


__ADS_3

Walaupun Dewa takdir tidak bisa di sentuh oleh Dewa dan Dewi yang lain termasuk sang kaisar langit tapi kehidupannya sangatlah membosankan.


"Aku sebenarnya kasihan melihat Dewa Takdir, tapi aku tidak bisa membantunya karena aku benci dengan yang berbau buku-bukuan." Ucap Jia Li.


"Kenapa kau sangat membenci buku-buku itu? Bukankah buku itu sumber pengetahuan " Ucap Fang Yin karena dia sangat suka membaca.


"Aku tidak suka belajar, untuk itu aku tidak menyukainya" lirih Jia Li. Fang Yin dan Yu Wang mengerutkan keningnya, mereka tidak menyangka ternyata ada orang yang tidak menyukai belajar karena selama ini Fang Yin dan Yu Wang belajar keras untuk bisa menjadi yang terhebat di sektenya.


Dewa bintang dan dewa matahari tidak tahan lagi melihat raut wajah mengenaskan dewa takdir.


"Hahaha" seketika tawa mereka pecah. Dewa takdir yang sudah siap memberikan wejanganya menatap tajam kedua sahabatnya itu.


"Paman bagaimana jika aku menjadi asisten mu" ucap Ba Xi'O menawarkan dirinya. Dewa takdir langsung menggeleng.


"Tidak perlu, terimakasih" tolaknya.


"Aku tidak yakin kau bisa jadi asistenku, yang ada malah aku yang menjadi asistennya, bukankah sudah terbalik?", Guman dewa takdir dalam hatinya. Seandainya yang mengatakan itu adalah Lie Zhu mungkin Dewa Takdir akan langsung menerimanya. Karena anak kecil itu adalah sosok yang serius dan penuh perhitungan tidak seperti Ba Xi'O yang selalu ingin bermain-main dan masih belum bisa serius dalam menjalankan tugasnya.


"Lelah juga" guman Fang Yin setelah para Dewa dan Dewi tinggi itu memberikan arahannya. Fang Yin duduk bersandar pada pohon rindang yang berdaun lebat.


"Syaapp."

__ADS_1


Sebuah tangan yang ramping dan juga hangat menyentuh pelipisnya. Fang Yin yang sudah tau siapa yang datang memejamkan matanya menikmati sentuhan dari jari-jari panjang itu.


"Enak sayang" suara berat Xi Chen menyentuh Indra pendengar Fang Yin, bahkan laki-laki itu tidak segan-segan mengigit daun telinga istrinya karena istrinya itu malah tertidur di tempat terbuka tanpa memperhatikan sekelilingnya, bahkan murid-murid disana memperhatikan mereka dengan tatapan yang berbeda-beda.


"Sttt, kamu berisik sekali" gerutu Fang Yin mengubah posisinya membelakangi laki-laki itu.


"Bangun sayang, sebentar lagi kalian akan berlatih, kamu tidak maukan di marahi oleh Dewa dan Dewi Tinggi" ujar Xi Chen mencoba menakut-nakuti istri kecilnya itu dan benar saja kelopak mata yang indah itu langsung terbuka lebar.


Fang Yin menguap dan langsung memeluk leher Xi Chen merebahkan kepalanya di dada bidang itu membuat Xi Chen menelan salivanya dengan susah payah. Tingkah imut istrinya itu sangat menggemaskan baginya, apalagi saat ini Xi Chen merasakan kulit putih dan aroma tubuh kesukaanya membuat nafsu Xi Chen langsung naik. Dia laki-laki normal hal yang sangat wajar jika dirinya langsung bernafsu, apalagi saat ini istrinya mulai mengendus-endus lehernya seakan istrinya itu sengaja menggodanya.


"Sayang berhentilah, aku tidak sanggup menahanya jika kamu terus menciumi leherku" ucap Xi Chen serak. Ingin sekali dirinya melahap istrinya di tempat terbuka itu, apalagi dengan dukungan angin sepoi-sepoi dari pohon rindang itu membuat suasana terasa sejuk.


"Tapi aku ingin seperti ini" regek Fang Yin dengan manja entah kenapa dirinya tidak bisa lepas jika sudah dekat dengan suaminya itu.


Yimin mengepalkan tanganya saat melihat pemandangan yang membuat hatinya panas, dimana sosok laki-laki yang sangat di cintainya berpelukan mesra dengan wanita yang sejak awal di bencinya.


"Awas saja kau Fang Yin, akan ku pastikan hidupmu menderita karena telah merebut laki-laki yang kucintai, dan akan kubuat kau menyesal karena telah berinkarnasi kembali" guman Yimin dengan tangan yang mengepal kuat, menahan amarah yang hampir meledak. Yimin marah sekaligus cemburu melihat Xi Chen yang begitu mudahnya terlena dengan rayuan Fang Yin.


"Dasar wanita sialan" geram Yimin


"Uuhhh" Fang Yin melenguh saat Xi Chen menyentuh setiap jengkal tubuhnya, tautan bibir mereka bahkan tidak terlepas sedari tadi membuat wanita yang ingin mengeluarkan suara manjanya tertahan. Xi Chen melepaskan kecupannya saat melihat wanitanya kehabisan oksigen, bibir itu sudah mekar membuat Xi Chen tersenyum senang dengan hasil karyanya. Xi Chen menundukkan kepalanya melahap habis sesuatu yang sudah lama di rindukanya. Fang Yin kembali mengeluarkan suara manjanya, dan semakin mencengkram rambut lebat Xi Chen karena laki-laki itu sudah seperti bayi saja. Xi Chen semakin semangat menyentuh tubuh seksi istrinya dan masih memainkan benda kesukaanya serta tanganya tidak diam. Tanganya yang satu lagi menjalar kemana-mana.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup lagi" Bisik Xi Chen memeluk erat tubuh istrinya, nafas keduanya saling bertautan. Mereka menghilang dari kamar Fang Yin.


"Syaaapp"


"Uhuk-uhuk, dasar anak nakal" pekik Dewa Agung yang tersedak tehnya.


"Maaf jika aku mengganggu, aku dan Fang Yin datang untuk meminta guru memberkati pernikahan kami, jadi tolong guru menikahkan ulang kami berdua" ucap Xi Chen tanpa rasa bersalah.


"Apaa, menikahkan mu dengan Fang Yin? " Dewa Agung terkejut batin. " Xi Chen kau jangan gila, aku tidak ingin di hajar mantan ratu Dewi Phoenix karena menikahkan putrinya, walaupun dengan suaminya sendiri, tapi aku tidak mau dihajar wanita itu hanya karena menurutimu kemauanmu, aku tidak mau." tolak Dewa Agung.


"Baiklah jika guru tidak mau maka aku sendiri yang akan memasuki altar suci pernikahan, jika aku dan Fang Yin sudah selesai menikah, makan aku akan merobohkan altar suci pernikahan itu" ancam Xi Chen santai.


"Ckk..kau ini sungguh keras kepala" gerutu Dewa Agung kesal.


Akhirnya Dewa Agung mengalah dan menuruti kemauan murid tersialnya itu, Dewa Agung takut muridnya yang tak berperasaan itu akan menghancurkan altar suci miliknya, dia tidak mau Dewa Dewi komplain karena altar suci pernikahan mereka di hancur.


"Terimakasih guru" ucap Xi Chen tanpa melihat gurunya itu yang sudah sangat kesal melihat Xi Chen yang berbahagia di atas penderitaannya.


Xi Chen dan Fang Yin telah melakukan pernikahanya kembali dan sudah sah menjadi suami istri.


" Siap-siaplah diriku menghadapi amukan mantan ratu phoenix" lirih Dewa Agung sambil menatap mantan muridnya yang saat ini telah menikahi wanita yang sangat di cintainya untuk yang kedua kalinya. Dan Dewa Agung kembali menikahkan kedua sosok itu.

__ADS_1


Xi Chen tidak memperdulikan gurunya yang sudah pergi meninggalkan mereka. Xi Chen hanya memandangi wanita yang sangat cantik didepanya, wanita yang sudah sah menjadi istrinya untuk yang kedua kalinya.


__ADS_2