Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 42


__ADS_3

"Lepaskan putriku" teriak istri dewa gunung menangis histeris melihat putrinya yang seakan kehabisan nafas, karena Xi Chen mencekik putrinya dengan sangat kuat.


"Apa yang kau lakukan Xi Chen, lepaskan putriku, berani-beraninya kau menyentuhnya dan menyakitinya" Dewa gunung yang tidak terima langsung melayangkan sihirnya.


"Uhuk-uhuk" Yimin terjatuh, darah segar keluar dari mulutnya. Yimin menghirup udara dengan lahap, tenggorokan dalamnya terasa sakit dan pedih. Yimin tidak menyangka Xi Chen akan setega itu kepadanya.


Xi Chen menangkis sihir dewa gunung dengan santai, dewa gunung bukanlah tandingannya, kecuali yang di hadapanya saat ini ketiga Dewa Tinggi yang duduk di singgasana mungkin Xi Chen akan sedikit kewalahan. Xi Chen melepaskan Yimin karena Xi Chen ingin wanita itu berkata jujur dan membersihkan nama pengawalnya sekalipun itu hal yang mustahil, mengingat wanita itu sangat keras kepala dan juga ambisius. Xi Chen bukan baru kali ini bertemu wanita itu. Yimin sosok wanita yang tidak tau malu dan tidak memiliki harga diri samasekali. Selama ini Xi Chen sudah menjaga jarak dengan wanita itu bahkan sesekali Xi Chen akan bertindak kasar kepadanya, tapi yang namanya wanita itu sudah memiliki obsesi yang tinggi percuma saja hal itu dilakukan Xi Chen. Tapi kali ini Xi Chen tidak ingin bersikap lunak lagi, mengingat dirinya sudah menikah dan sedang fokus membuat adik untuk chang'er. Selama Xi Chen hidup di dunia kegelapan dirinya sudah banyak menghadapi wanita-wanita ular seperti Yimin. Bahkan lebih licik dari Yimin pun banyak. Tapi Xi Chen hanya sedikit terkejut karena wanita itu masih bagian dari murid Teratai. Dimana sebelum memasuki akademi itu para murid akan menyucikan dirinya dulu. Xi Chen tidak habis pikir Yimin bisa melalui dua proses ujian yang mengarah kemurnian hati. Dia tidak menyangka Yimin lolos dari ujian Dewi petir dan ujian menyucikan diri.


"Ternyata kerajaan langit sungguh munafik" guman Xi Chen dalam hati.


"Jelaskan kepadaku kenapa kau menjebak pengawalku dengan cara yang kotor." Ucap Xi Chen menatap tajam Yimin yang menangis sejadi-jadinya seakan dirinyalah yang paling tersakiti padahal dirinyalah penyebab masalah itu.


Kai terkejut ternyata Tuanya sekaligus sahabatnya itu mempercayai dirinya, padahal Kai belum menceritakan kebenaran dari kejadian semalam.

__ADS_1


Yimin hanya diam walaupun hatinya saat ini sedang gelisah, dia takut kebohongannya terbongkar, dia tidak mau hal itu terjadi untuk itu Yimin hanya diam membisu. Dia menunduk karena takut melihat netra merah yang menjadi obsesinya itu.


"Cihh, sampai kapanpun kau akan tetap diam" ucap Kai yang merasa geram melihat keterdiaman dari wanita itu, jika saja wanita itu berasal dari alamnya saat ini juga Kai akan melemparkan wanita itu kedalam api yang ada di alam iblis.


"Karena aku yang menyentuhmu maka aku yang akan bertanggung jawab sekalipun ayahmu tidak menyetujuinya" ucap Kai sambil menyeringai, sebisa mungkin Kai menahan rasa mualnya karena telah menyentuh wanita itu dan sempat bernafsu kepadanya. Tapi setelah wanita itu menjebaknya dan memanfaatkan kebaikannya yang baru kali itu dilakukanya semenjak memasuki alam kegelapan. Kai semakin jijik melihat wanita itu dan telah berjanji kepada dirinya bahwa dirinyalah yang akan menghukum wanita itu dan melemparnya kealam kematian.


Yimin terbelalak saat Kai mau bertanggung jawab karena telah menyentuhnya. Yimin mengelengkan kepalanya bukan seperti itu yang dia mau, dia tidak ingin Kai yang bertanggung jawab tapi Yimin ingin Xi Chenlah yang bertanggung jawab.


"Cihhh, yang kau kira aku juga mau" batin Kai merasa jijik.


"Kenapa kau tidak mau, bukankah dia yang menyentuh tubuh kotormu itu" ucap Xi Chen penuh penghinaan.


"Tutup mulutmu Xi Chen, berani sekali kau menyebut tubuh putriku yang suci ini kotor, dia masih suci dan juga bersih sebelum disentuh oleh pengawal rendahan itu" Teriak Dewa gunung yang tidak terima karena putrinya dihina oleh Xi Chen.

__ADS_1


"Cihh, apa kau yakin putrimu masih suci dan tubuhnya masih bersih? " Tanya Xi Chen sinis.


"Aku yakin, putri kami masih sangat suci dan bersih" ibu Yimin yang menjawab pertanyaan Xi Chen. "Karena selama ini akulah yang memantau langsung perkembangan putriku. Putriku Yimin sosok gadis yang baik hati dan juga polos" timpal istri Dewa gunung penuh percaya diri. Membuat kedua sosok petinggi alam iblis itu langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha" Tawa Xi Chen dan Kai bersamaan, tawa yang begitu menggelegar diruangan itu. Bukan tanpa sebab kedua sosok itu tertawa, perkataan istri dewa gunung itu membuat Xi Chen merasa geli. Walaupun Xi Chen selama ini bersikap acuh tak acuh bukan berarti dia tidak tau apa yang terjadi di sekelilingnya. Yimin bukanlah wanita polos apalagi masih suci seperti yang di katakan ibunya. Karena wanita itu diam-diam telah menjalin hubungan dengan putra dewa salju. Putra Dewa salju yang dulu di curi oleh Kai dan menjadikan laki-laki itu sebagai murid Xi Chen sampai saat ini. Dan laki-laki itu masih setia mengikutinya dan mematuhi perintahnya. Laki-laki itulah yang menceritakan semua apa yang terjadi di alam atas termasuk hubungan terlarang yang sedang di jalaninya dengan Yimin. Bahkan muridnya itu tidak segan-segan menceritakan bahwa dirinya sudah menodai Yimin dan sudah berulangkali melakukan hubungan suami istri. Xi Chen dan Kai sudah tau hal itu sejak dulu, mereka pura-pura tidak tau saja karena sejatinya mereka tidak mau mencampuri urusan pribadi setiap muridnya. Karena menurut Xi Chen semua orang memiliki kebebasan dalam hidupnya. Tapi untuk saat ini Xi Chen akan membongkar semuanya termasuk kehidupan wanita itu yang sudah hidup bebas semenjak menjalin hubungan dengan putra dewa salju. Xi Chen ingin melihat wajah tua Dewa gunung dan istrinya seperti apa jika putri mereka yang mereka anggap suci dan polos ternyata seorang jal--a-ng.


Dewa gunung menatap tajam Xi Chen dan Kai yang tidak berhenti tertawa karena menurutnya tidak ada yang lucu. Dewa gunung yang tidak tahan lagi melihat kelakuan tidak sopan dari raja iblis itu langsung mengerakkan ribuan pengawalnya mengelilingi aula itu. Dewa gunung akan memberikan pelajaran untuk Xi Chen karena telah berani bermain-main denganya.


"Oh, jadi cuma segini kemampuanmu? ucap Xi Chen datar. Xi Chen mengetatkan rahangnya saat para pengawal Dewa gunung itu datang berbondong-bondong mengeliling dirinya dan juga Kai.


"Cihh, beraninya di kandang sendiri" ucap Kai sinis.


"Tutup mulutmu pengawal rendahan" ucap pengawal berbadan besar itu, ingin sekali dia maju dan menampar mulut Kai yang selalu menghina alamnya.

__ADS_1


__ADS_2