Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 52


__ADS_3

Sementara Kai acuh tak acuh. Prinsip hanya satu.


Jika rakyatnya itu berkhianat maka dengan senang hati Kai melenyapkan.


Xi Chen masuk kekamar. Xi Chen mendapati istrinya yang sudah tertidur pulas. Xi Chen menyeringai. "Jangan harap kau lolos malam ini sayang," bisiknya ditelinga istrinya.


Selesai membersihkan diri Xi Chen menaiki tempat tidur, wajahnya kini bak serigala yang kelaparan. Kedua bola matanya menelisik wajah cantik nan teduh milik istrinya. Wajah itu masih seperti dulu putih bersih dan juga lembut, bibir mungil dan padat itu masih candunya dan jangan lupakan kedua bukit kembar yang pas di genggamnya yang membuat junior Xi Chen meronta-ronta di bawah sana.


Xi Chen memulai aktivitasnya mencium setiap inci lekuk tubuh indah milik istrinya meninggalkan jejak kepemilikan yang baru di kulit putih itu.


"Ughh," Suara manja dan seksi itu kembali menari-nari di indra pendengaran Xi Chen membuat Xi Chen semakin bersemangat menyentuh tubuh yang sudah polos itu. Sementara Fang Yin, jangan di tanya lagi sejak suaminya menaiki tempat tidur dia sudah bangun. Fang Yin hanya pura-pura tidur berharap sang suami tidak menyerangnya, tapi dugaannya salah Xi Chen tidak akan membiarkan tubuh indah istrinya menganggur tanpa sentuhan jari-jari nakalnya.


"Keluarkan suaramu lebih manja lagi sayang, aku tau kau sudah bangun dan sedang menikmati permainanku," bisik Xi Chen sambil mengigit telinga kecil Fang Yin. Membuat wajah Fang Yin merah sempurna. Fang Yin tetap menutup matanya dia tidak ingin melihat wajah suaminya yang penuh dengan nafsu itu.


"aahh," Fang Yin kembali mengeluarkan suara yang tidak ingin dikeluarkannya. Sekuat tenaga Fang Yin menahan suaranya, dia tidak ingin suaminya itu menyerangnya tanpa henti seperti malam sebelumnya. Tapi sayang, tubuh indah itu seakan berkhianat Fang Yin bak cacing kepanasan saat ini. Tubuhnya terasa melayang tinggi saat Xi Chen bermain di bawah pusarnya.


"Siap-siaplah sayang, milikku akan memasuki rumahnya," ucap Xi Chen dengan suara beratnya. Suara yang mampu membuat Fang Yin berdesir dan bertambah gila saat bibir dingin itu kembali bermain dibibir mungilnya.


"Ughh," suara manja Fang Yin kembali terdengar ditelinga Xi Chen saat tangan Xi Chen mengarahkan pusakanya untuk memasuki liang istrinya, miliknya terasa penuh disana. Fang Yin mencengkram kuat kedua lengan Xi Chen. Xi Chen menenggelamkan wajahnya dileher jenjang istrinya. Dia bisa merasakan istrinya hampir sampai kepuncak. Xi Chen tidak menyia-nyiakan hal itu dia semakin memperdalam dan mempercepat gerakannya.

__ADS_1


"Aahh," tubuh Fang Yin bergetar hebat tatkala pelepasan itu keluar dan didalam rahimnya terasa hangat mengalir begitu panjang benih-benih yang di keluarkan suaminya Xi Chen.


"Kamu sangat cantik sayang," bisik Xi Chen dengan suara paraunya, nafasnya naik turun saat dirinya telah melakukan pelepasan yang cukup panjang. Xi Chen menatap istrinya yang penuh dengan keringat dimatanya Fang Yin saat ini sangatlah seksi, bibir istrinya mengkilat sempurna. Xi Chen mengigit leher putih istrinya, dia gemas melihat leher itu seakan memanggil-manggil dirinya untuk mencicipi leher itu.


"Sakit," Fang Yin reflek menutup lehernya dengan kedua tangannya membuat Xi Chen tertawa gemas.


Jangan ditanya Xi Chen sudah puas atau tidak. Laki-laki itu tidak akan pernah puas walaupun pelepasannya kali ini cukup menguras tenaganya. Xi Chen kembali menarik kedua tangan istrinya.


"Jangan ditutup, aku ingin melihatnya," Xi Chen langsung menenggelamkan kembali wajahnya disana, kembali mengulangi permainan suami-istri yang sudah halal itu.


Keesokan harinya Xi Chen keluar dari kamar, masih pagi-pagi buta dirinya sudah menyuruh Kai dan Jun Hui menemuinya di ruang rahasia. Ruangan yang penuh dengan aura kegelapan. Xi Chen sengaja membawa kedua kepercayaan itu kesana karena tidak ingin istrinya mendengar apa yang mereka bicarakan. Xi Chen masih berharap wanita yang sangat di cintainya itu bisa menjadi Dewi Tinggi seperti dulu. Seorang Dewi Phoenix yang selalu diagung-agungkan oleh kaum atas dan alam semesta. Walaupun mereka sudah melakukan hubungan suami istri, Xi Chen yakin hati Istrinya itu masih murni dan tulus seperti dulu.


" Guru," Sapa Kai dan Jun Hui secara bersamaan, jika sudah menyangkut hal pekerjaan maka kedua sosok itu akan menempatkan posisinya masing-masing.


"Duduklah,"


Kai dan Jun Hui duduk, kedua sosok itu menggunakan pakaian yang jarang di tunjukkannya di depan umum, dimana wajah keduanya ditutupi dan hanya menampakkan netra tajam itu. Aura diruangan rahasia itu begitu pekat, ketiganya sama-sama mengeluarkan aura masing-masing. Jangan ditanya lagi kini mereka akan menjadi sosok yang sangat di takuti oleh kaum bawah atau alam kegelapan.


"Apa yang Mulia yakin akan meninggalkan Ratu?" Tanya Kai dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


"Kita harus segera menyelesaikan masalah ini jika tidak, aku yakin mereka akan mengincar Fang Yin, cepat atau lambat mereka akan mengetahui pernikahanku dengan Fang Yin yang tergolong sepihak. Apalagi Fang Yin berasal dari dunia atas, mereka semua tidak akan ada yang setuju aku menikah denganya." Terang Xi Chen sambil memijit pelipisnya, dulu dia tidak takut apapun, sekalipun para rakyatnya terang-terangan memberontak Xi Chen masih bersikap tenang. Tapi kali ini Xi Chen merasa kepercayaan dirinya sedikit berkurang. Xi Chen takut rakyatnya yang memiliki ambisi yang sangat tinggi itu akan menargetkan istrinya yang masih polos, sosok yang menjadi kelemahan Xi Chen saat ini. Apalagi istrinya masihlah sangat lemah, kekuatanya masihlah sangat minim. Bahkan cucunya Ba Xi'O masih sangat jauh di atasnya.


"Aku dengar semalam di Akademi Teratai ratu mendapatkan hinaan karena menikah dengan yang Mulia," ujar Kai datar, netranya menatap Jun Hui. Jun Hui mengerutkan keningnya, apa-apa paman yang tak laku-laku ini? pikirnya dalam hati.


"Dan yang menghina ratu adalah putra penatua Dewa Salju," tekan Kai.


Jun Hui memutar bola matanya malas.


"Kenapa paman melihatku seperti itu? aku tidak ada hubungannya dengan manusia-manusia munafik itu," Jun Hui merasa jengkel. Dia sudah jarang memijakkan kakinya di alam itu. Karena bagi Jun Hui alam iblis lah yang menjadi rumahnya selama ini.


"Bisakah kau mengamankannya? " Netra Xi Chen menatap muridnya itu .


"Glek, bisa Guru," tubuh Jun Hui bergetar saat netra merah gurunya menatapnya.


"Kau disini saja melindungi Fang Yin," titah Xi Chen mutlak.


"Tapi guru__" Jun Hui langsung terdiam saat Xi Chen menatapnya dengan tajam.


"Baik guru," ucapnya pasrah, niatnya ingin berpetualang malah tidak bisa sebab gurunya tidak mengizinkannya mengikuti mereka.

__ADS_1


"Nasib junior," batin Jun Hui dalam hati dia melirik Kai, dia yakin pamanya yang tak laku-laku itu sedang mengejeknya habis-habisan.


__ADS_2