
Walaupun Xi Chen dari alam iblis tapi beberapa alam dari kerajaan langit masih mengundangnya. Mereka masih menjalani hubungan baik dengan sang penguasa kegelapan itu.
"Salam untuk Ratu Phoenix," mantan Dewi rubah itu menyambut Fang Yin antusias. Untuk pertama kalinya temanya itu menghadiri sebuah perjamuan dan itu perjamuan yang dia adakan sendiri. Ada rasa bangga karena dialah pertama kali mendapatkan perlakuan khusus ini.
"Terimakasih," Fang Yin berusaha menunjukkan senyum manisnya walau hatinya sedikit tidak nyaman.
"Silahkan duduk, buatlah dirimu santai," mantan Dewi rubah menyeduh teh untuk Fang Yin.
" Biarkan aku yang melakukannya, pergilah menyambut tamu mu yang lain," Fang Yin menghentikan gerakan temanya itu.
"Ckk, kau tidak berubah, tidak suka dilayani," mantan Dewi rubah tersenyum. Dan akhirnya meninggalkan Fang Yin.
Fang Yin menikmati pertunjukan yang ada didepannya. Tarian yang dipersembahkan para Dewi pengawal rubah itu begitu menghipnotis dirinya sehingga dia tidak tau bahwa suaminya saat ini sedang menggila didepan istana mantan Dewi rubah.
Xi Chen menatap tajam para dewa pengawal yang berjaga didepan istana itu. Sebagian istana alam rubah itu telah di hanguskan ya, paviliun sebelah kanan dan kiri kini terbakar habis.
"Yang Mulia Raja iblis sedang mengamuk didepan istana," bisik Dewi pengawal disampingnya
"Mengamuk? Kenapa dia mengamuk? " mantan Dewi rubah itu sedikit bingung. Jika penguasa alam kegelapan itu mau masuk ke istananya tinggal masuk saja tanpa membuat keributan. Lagian dia juga mengirim undangannya kepada Xi Chen. Mantan Dewi rubah beranjak dari kursi kebesarannya dia tidak ingin perjamuan yang tentram itu kacau akibat laki-laki kejam itu.
"Apa yang kau lakukan Xi Chen?" mantan Dewi rubah menatap nyalang raja iblis itu. Paviliunnya tinggal tanah. Taman bunganya hangus tak tersisa. Mantan Dewi rubah yang melihat itu tidak bisa menahan amarahnya.
"Kau tidak tau kesalahan mu? Kau telah menyembunyikan istriku. Katakan di mana istriku?" Xi Chen ingin menelan hidup-hidup istri sahabatnya itu.
"Apa kau gila? Aku tidak ada menyembunyikan Fang Yin," Ucap mantan Dewi rubah yang belum tau permasalahan suami istri itu.
__ADS_1
"Terus kenapa istriku ada di istanamu?"
"Itu karena dia datang menghadiri undangan ku. Kau juga ku undang tapi dengan gila kau menghancurkan istanaku," Mantan Dewi rubah kekesalannya yang sudah di ubun-ubun.
"Bukankah perjamuan yang kau lakukan hari ini? Lalu kenapa istriku sudah pergi sejak semalam pagi," Xi Chen melayangkan protesnya. Kai yang berdiri tenang kembali mengusap wajahnya dengan kasar. Sahabatnya itu memang sangat bodoh.
Mantan Dewi rubah mengerutkan keningnya. Jika Fang Yin pergi dari istananya semalam pagi, apa hubungannya denganya?
"Kau sudah gila Xi Chen istrimu pergi semalam pagi, lalu kenapa kau bertanya dan marah kepadaku?"
"Karena kau yang membuat istriku pergi, aku yakin jika kau tidak mengadakan perjamuan sialan ini istriku tidak akan pergi meninggalkan ku."
Mantan Dewi rubah langsung menggelap, dia bukan sosok wanita yang penuh kelembutan. Akibat perkataan Xi Chen barusan membuat mantan Dewi rubah mengamuk.
"Braakk, jedduuaar," mantan Dewi rubah melayangkan cambuknya kearah Xi Chen membuat Kai langsung mengambil alih dan menangkisnya.
"Hentikanlah, dan panggil Fang Yin kesini," Kai melepaskan pegangannya dari cambuk mantan Dewi rubah.
Sementara Xi Chen masih berkobar mata merahnya semakin menyala. Jika menyangkut wanitanya dia akan menggila dan kehilangan akal sehat
"Braakk, Duaarrr," Xi Chen kembali melayangkan api iblisnya beberapa pohon rindang yang menjadi sumber udara segar alam rubah kini hangus dan roboh.
"Xi Chen," mantan Dewi rubah meneriaki nama raja iblis itu dengan suara khasnya membuat para penghuni istana yang didalam terkaget dan langsung berbondong-bondong keluar. Fang Yin yang penasaran juga ikut keluar. Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat suaminya sedang beradu kekuatan dengan temanya dulu yaitu mantan Dewi rubah.
Tubuh Fang Yin membeku saat melihat bola mata merah itu. Bola mata yang sangat menyeramkan seakan mengalir deras darah segar dari sana.
__ADS_1
"Fang Yin," Kai meneriaki nama Fang Yin saat netranya tidak sengaja melihat Fang Yin yang mundur secara berlahan karena ketakutan melihat wajah suaminya yang penuh dengan gumpalan asap hitam yang siap menelan mangsanya.
Xi Chen langsung menghentikan kekuatannya saat nama istrinya didengar. Pandanganya menyapu seluruh dewa-dewi yang sedang menontonnya dengan mantan Dewi rubah.
Netranya langsung menatap sosok berbadan kecil yang sedang meringkuk ke sudut seakan ingin bersembunyi.
"Fang Yin," gumanya. Tapi bagi Fang Yin suara berat laki-laki itu bagaikan ledakan yang dahsyat yang memekakkan telinganya.
"Maaf, aku minta maaf ," Fang Yin langsung menunduk tiga kali dan meminta maaf kepada mantan Dewi rubah. Mantan Dewi rubah yang melihat teman lamanya ketakutan semakin binggung. " Apa mereka sedang bertengkar? Dan nasibku yang sial hari ini menjadi pelampiasan laki-laki gila itu?" Batin mantan Dewi rubah semakin jengkel.
Fang Yin langsung menghilang dari sana Xi Chen yang melihat itu semakin mengetatkan rahangnya. Dia hendak menghilang mengikuti jejak istrinya. Namun dihentikan mantan Dewi Rubah. Dia tidak terima ditinggalkan Xi Chen setelah istananya hancur dan perjamuanya kacau.
"Kau mau kemana Xi Chen, jangan kau lari setelah kau membuat istanaku hancur dan perjamuan ku kacau," mantan Dewi rubah langsung menghadang dengan pedangnya.
"Pergilah, aku yang akan mengurusnya," ucap Kai membuat mantan Dewi rubah tidak senang.
Xi Chen langsung menghilang.
"Apa maksud mu Kai, aku tidak ada urusan denganmu," ucap mantan Dewi rubah ketus.
"Kau tidak lupakan aku bawahan Xi Chen di alam iblis," Kai menjawab acuh tak acuh. Melihat para Dewa dan Dewi kerajaan lagi disana membuat Kai menggertakkan giginya.
Fang Yin memasuki kamar. Dia tidak ke alam Phoenix karena dirinya takut alamnya berakhir seperti istana mantan Dewi rubah.
"Xi Chen sangat menyeramkan, apa dia masih laki-laki yang ku cintai? " Fang Yin bertanya dalam hati sambil melilit kan tubuhnya dengan selimut tebal entah beberapa lapis membuat dirinya sesak dan kepanasan tapi demi menghindari amukan Xi Chen dan tatapan tajamnya Fang Yin tidak memperdulikan tubuhnya yang kepanasan didalam selimut itu. Menutupi dirinya.
__ADS_1
"Syaap," bola mata merah itu menyapu semua yang di dalam kamar, dia yakin istrinya berada di kamar mereka karena aura wanitanya ada di dalam kamar. Xi Chen mengerutkan keningnya saat melihat gundukan di atas tempat tidur yang cukup tinggi.
Telinga tajamnya samar-samar mendengar hembusan nafas yang berat.