
Kai langsung menyentuh tubuh Yimin bermain di area yang sangat di gemarinya. Jika rata-rata laki-laki menyukai dua bukit kembar milik wanita, maka Kai lebih menyukai sesuatu yang tepat berada dibawah pusar seorang wanita. Kai cukup lama bermain di sana, setelah jarinya sudah puas bermain dibawah sana Kai hendak ingin memasukkan senjatanya yang sudah siap bertempur dan tiba-tiba.
"Braakk" para pengrebek pun datang, pintu kamar Yimin terbuka lebar dengan menampilkan para Dewa dan Dewi serta para murid Akademi Teratai.
"Shiit" Kai mengumpat sejadi-jadinya karena belum siap menuntaskan hasratnya, dia ingin memakai para Dewa dan Dewi itu karena telah menganggu kesenangannya.
🌸Finished🌸
"Sial..sial" Kai berulang kali memaki dirinya yang begitu bodoh sehingga mau dijerat wanita licik seperti Yimin. Akhirnya Kai mengerti kenapa wanita itu mengodanya, bukan karena wanita itu kepanasan atau benar-benar merelakan tubuhnya di sentuh olehnya, tapi karena wanita itu menunggu dirinya masuk kedalam perangkapnya dan benar, Kai telah masuk kedalam jebakan wanita itu. disinilah dia sekarang, diadili dengan sangat adil-adilnya. Adil untuk perempuan licik itu tapi bukan untuknya.
"Ehem" Dewa gunung kembali berdehem, dewa gunung menunggu raja iblis itu membuka mulutnya, ternyata setelah menunggu lama mulut itu tidak kunjung terbuka, wajah raja iblis itu datar sedatar-datarnya kalah tembok istana miliknya.
"Bagaimana Xi Chen, apa kau mau bertanggung jawab sesuai dengan permintaan putriku? jika kau menurutinya maka aku akan melupakan kesalahan pengawal mu itu dan mempertimbangkan hukuman yang ringan untuknya " ucap dewa gunung melihat sekilas Kai yang saat ini masih mengutuki kebodohannya.
Walaupun perkataan Dewa gunung sedikit aneh dan seakan mengikuti permainan putrinya dewa gunung tetap akan mendukung putrinya dan berusaha memenuhi keinginan putri kesayangannya itu meskipun itu hal yang mustahil.
__ADS_1
Xi Chen tersenyum sinis.
"Apa putrimu layak untukku?" Xi Chen menatap tajam dewa gunung. Dewa gunung terkejut dan menelan salivanya dengan susah payah saat netra merah itu menatapnya dengan dingin. Dia tau, dia telah mengibarkan bendera perang kepada alam iblis dan langsung kepada rajanya.
"Aku baru menikah dengan Fang Yin yaitu istriku dimasa lalu yang telah berinkarnasi saat ini, aku tau, kau sebagai dewa pasti sudah tidak asing lagi dengan kabar reinkarnasi istriku, dan sampai kapanpun aku tidak akan menikahi wanita lain selain istriku, jadi buang jauh-jauh niat buruk mu itu yang ingin menuruti keinginan putrimu yang licik itu" terang Xi Chen penuh penekanan.
Semua orang disana terkejut mendengar raja iblis itu sudah kembali menikahi istrinya dimasa lalu. Semua alam tau raja iblis itu selama ini telah menggila dan mengobrak-abrik setiap alam hanya untuk mencari reinkarnasi dari istrinya Dewi Phoenix. Dan benar saja, raja iblis itu telah selangkah lebih maju. Saat ini laki-laki itu langsung menikahi wanita itu dan kembali mengikatnya dalam tali suci pernikahan. Walaupun terkesan buru-buru mereka tetap mengagumi raja Iblis itu yang kembali berhasil meluluhkan hati wanita itu. Wanita yang terkenal dingin dan angkuh di masa lalunya yaitu Dewi Phoenix.
Yimin mengepal tanganya dengan kuat, kuku-kuku jarinya menembus kulit mulusnya, dia tidak terima jika laki-laki yang di cintainya dan ingin dijadikannya pendamping hidup telah menikahi wanita lain.
"Hahaha" tawa Xi Chen menggelegar ditempat itu, tawa yang begitu menyeramkan bagi semua makhluk hidup tapi bukan untuk Yimin yang telah jatuh kedalam pesona laki-laki itu.
"Sekalipun aku belum menemukan Reinkarnasi istriku, aku tidak akan sudi mengangkatmu menjadi istriku bahkan menjadi gundikku sekalipun. Lebih baik aku menikahi ***-*** di alamku dari pada menikahi wanita ***-*** dari alam lain" ucap Xi Chen menatap wanita itu dengan tajam
"Sampai kapanpun aku hanya akan mencintai istriku dan hanya menjadikanya istriku satu-satunya dan tidak akan ada wanita lain" ujarnya penuh penekanan, aura yang di keluarkan Xi Chen penuh dengan aura membunuh.
__ADS_1
"Jika sedikit saja tangan kotormu itu menyentuh pengawalku maka alammu ini akan kuratakan" Xi Chen menatap dewa gunung yang saat ini juga sedang membalas tatapanya dengan tajam. Sejak Xi Chen menertawakan putri kesayangannya, Dewa gunung tidak suka, dia tidak terima dengan penolakan dan hinaan dari Xi Chen. Tidak ada satupun yang bisa menghina putrinya sekalipun itu raja iblis, raja yang memiliki alam paling hina di alam semesta ini.
"Brakk duaarrr" Xi Chen melayangkan tanganya dan meratakan empat gunung sekaligus.
"Ini hanya peringatan ringan" ucap Xi Chen santai.
"Kau" Dewa gunung tidak terima karena gunungnya di hancurkan begitu saja, disekitar kaki gunung itu ada para rakyatnya yang tidak bersalah. Dewa gunung melepaskan sihirnya mengarahkan kepada Xi Chen dan langsung di tangkis oleh Kai. Pengawal kepercayaan Xi Chen sekaligus biang dari masalahnya.
"Kau, berani-beraninya kau melawanku" teriak dewa gunung menatap Kai dengan tajam.
"Cukup" Xi Chen menatap Kai dan Dewa gunung bergantian lalu menatap Yimin yang juga sedang berlindung di balik punggung ayahnya.
"Kau, brakk, ahhh"
Tubuh Yimin diangkat tinggi di udara, Xi Chen bukan orang yang sabar jadi dia langsung menarik orang pembuat skenario itu. Wanita inilah yang merencanakan hal busuk ini, pikir Xi Chen. Walaupun Xi Chen belum menerima kejadian yang sebenarnya terjadi diantara kedua insan itu, Xi Chen lebih mempercayai pengawalnya sekalipun pengawalnya itu juga bersalah. Xi Chen yakin Kai tidak akan mudah tergoda dengan wanita yang berbeda alam denganya, karena selama ini Kai seakan menjaga jarak dengan wanita-wanita yang berbeda alam denganya terlebih alam atas atau kerajaan langit. Hanya kepada alamnya saja Kai bertindak mesum ataupun melakukan hubungan bebas. Xi Chen juga semakin yakin dengan pemikiranya setelah melihat gelagat aneh dari wanita itu apalagi dengan permintaan gilanya itu, membuat Xi Chen semakin memperkuat keyakinannya bahwa wanita itulah yang menjebak pengawalnya. Dan yang sebenarnya yang harus di hukum adalah wanita itu karena telah lancang menyinggung pengawalnya terlebih sahabat terdekatnya. Bukan malah sahabatnya itu yang di hukum
__ADS_1