
Di sekte matahari saat ini murid-murid yang sudah di buka jalanya menuju nirwana akan menuju alam petir. Di sana mereka akan merasakan ujian petir untuk yang pertama kalinya. Di tempat itu juga akan berkumpul para utusan sekte dari setiap alam. Dewi Petir yang akan menjadi jurinya dan memantau setiap perkembangan mereka. Dan beberapa dewa dan dewi akan hadir untuk mengajari mereka berkultivasi.
Fang Yin dan Yu Wang sudah jantungan sedari tadi, mereka takut tidak lolos. Fang Yin dan Yu Wang tidak menyangka mereka akan melalui hari ini, dimana hari ini yang akan menjadi penentu untuk masuk ke tahap ujian selanjutnya.
"Jadi ini wanita yang disanjung-sanjung alam matahari? katanya mereka mempunyai murid yang memiliki jiwa phoenix, kukira wanita itu dari keluarga bangsawan, ternyata berasal dari keluarga yang melarat, bahkan kedua orangtuanya sudah tiada." Ejek wanita itu sambil tersenyum sinis, dia benci melihat wajah Fang Yin yang memiliki daya tarik tersendiri.
Fang Yin berusaha menulikan telinganya, dia tidak ingin mempermalukan sektenya, tapi tidak bagi Yu Wang, dia tidak akan membiarkan sahabatnya di injak-injak orang lain, apalagi mereka tidak kenal dengan gadis itu.
"Jika kami berasal dari keluar yang tidak mampu, memangnya kenapa? di depan kaisar kerajaan langit semuanya sama, lagian jika Fang Yin berhasil melalui ujian ini, bukankah derajatnya akan naik?" ucap Yu Wang kesal.
"Andai saja mereka tau Fang Yin reinkarnasi dewi phoenix, aku yakin mereka akan berbalik menjilat" batin Yu Wang dalam hati.
"cihh..dia ataupun kau tidak pantas naik ke nirwana" ucap wanita itu dengan angkuhnya, dia dari sekte alam bintang.
"ckk..lihat rakyatmu itu, mulutnya sepertinya perlu di beri cabe, tidak ada lembut-lembutnya dalam berbicara" gerutu dewa matahari kepada dewa bintang. Dia kesal lantaran rakyatnya dihina oleh rakyat dewa bintang.
"Lakukan saja, dia tidak pantas menjadi penghuni kerajaan langit, malu-maluin" ucap dewa bintang menyetujui perkataan dewa matahari.
"Paman sama saja dengan rakyatmu itu, sama-sama sombong" Ba Xi'O kesal dan memanyunkan bibirnya membuat dewa bintang terkekeh.
"Jangan samakan paman mu yang tampan ini dengan mereka, paman sudah berusaha semampu paman untuk membimbing mereka, mereka saja yang tak sadar-sadar" ucap dewa bintang. Walaupun selama ini dirinya di cap sebagai dewa perayu ulung, namun dia menjalani tugasnya dengan baik. Dia bertanggung jawab dengan tugas yang sudah di titiskan langit untuknya, bahkan dirinya sampai saat ini masih melajang gara-gara tanggung jawab yang besar itu belum bisa dilepaskannya.
__ADS_1
Semua orang seketika terdiam saat kedatangan sekte iblis. Xi Chen menyeringai saat para dewa itu terkejut melihat kedatangannya.
"Masalah apa lagi yang akan di timbulkan kakek mu itu" bisik dewa bintang.
"paman jangan berburuk sangka terus kepada kakekku" ujar Ba Xi'O membela sang kakek.
"Salam kepada raja iblis". ucap mereka sentak.
"salam untuk dewi tinggi dan dewa tinggi" balas Xi Chen. Walaupun mereka beda alam, mereka saling menghargai.
"Apa yang membuat seorang raja iblis yang sangat sibuk menyempatkan diri datang ke alam ku yang sederhana ini?" tanya dewi petir kepada sosok yang sangat di sayangi menantunya itu.
"hahaha, aku tidak sesibuk yang Dewi katakan, hidupku selama ini santai-santai saja, jadi dewi petir jangan berlebihan" ucap Xi Chen sambil tertawa, dia merasa besanya itu sedang mengolok-oloknya.
"Aku datang kesini memang khusus untuk melihat wanitaku menjalani ujiannya, dan aku juga sekalian ingin melihat para calon muridku" ucap Xi Chen tersenyum licik.
Semua dewa dan dewi di sana berharap para rakyatnya tidak jatuh ketangan laki-laki kejam itu, jika hal itu terjadi maka alam iblis akan semakin merajalela dan semakin berkuasa, mereka takut sang raja iblis itu suatu saat berubah dan kembali mengobrak-abrik alam semesta.
Fang Yin mengerjap matanya berulang-ulang. memastikan penglihatanya dan pendengarannya tidaklah salah.
"Jadi Xi Chen raja iblis?" batinya terkejut batin, sosok yang pernah menciumnya dengan brutal, bahkan hampir merenggut kesuciannya, ternyata sosok nomor satu di alam iblis, sosok yang selama ini membuat setiap alam akan berpikir seribu kali untuk menyinggungnya. Fang Yin memutar ingatanya dengan beberapa kejadian yang sudah lewat, termasuk kematian yang di alami keluarga Tao. Keluarga itu seakan di telan dunia, tidak ada jejaknya sama sekali, awalnya Fang Yin tak percaya jika keluarga bangsawan itu di bunuh raja iblis karena telah melenyapkan klan burung kecil sekitar lima ratus tahun yang lalu. Tetapi setelah mengetahui status Xi Chen kini Fang Yin percaya bahwa yang dikatakan orang-orang itu benar.
__ADS_1
"Apa semua ini ada hubungannya denganku?" batin Fang Yin dalam hati, jika hal itu benar, Fang Yin akan merasa bersalah karena selalu berprasangka buruk kepada laki-laki itu termasuk kepada alamnya.
"Aku memang sedang sibuk mengejar cinta istriku" ucap Xi Chen sambil tersenyum tipis, matanya melirik sosok yang bergaun putih tulang yaitu Fang Yin. Fang Yin semakin membeku saat sosok yang membuatnya berdebar-debar itu menatapnya dengan intens.
"Paman jangan buat bibi hilang kendalinya" dewa matahari mengingatkan Xi Chen.
"cihh..kau ini masih bocah ingusan, belum tau apa-apa" ucap Xi Chen sinis. dewa matahari kesal mendengar perkataan Xi Chen, dia tidak terima dirinya di katain bocah ingusan.
"setidaknya umurku lebih tua dari putrimu" batin dewa matahari bermonolog dalam hati.
Para murid wanita itu terkagum-kagum melihat ketampanan para dewa termasuk ketampanan sang raja iblis.
Dahulu kala saat raja iblis itu masih dewa dari alam naga hitam tidak ada yang bisa mengalahkan pesona dan ketampanannya, bahkan dewi phoenix yang selalu bersikap cuek bisa bertekuk lutut dan mencintai sosok itu.
Fang Yin sedikit kesal saat melihat tatapan memuja para gadis itu kepada Xi Chen, Fang Yin yang sudah mulai tertarik pada Xi Chen merasa cemburu melihatnya.
"Andaikan ayahku mengizinkan aku masuk ke alam iblis, maka aku sudah melamar menjadi permaisuri raja iblis itu" ucap seorang gadis tepat di belakang Fang Yin.
"Kalian tidak akan pernah bisa meluluhkan hati raja kami, karena raja kami sangat mencintai permaisurinya sejak dulu" ucap seorang wanita dari sekte iblis, dia memandang remeh gadis itu.
Fang Yin kembali tersadar dari hayalanya, walaupun Xi Chen pernah mengakui perasaanya, Fang Yin merasa laki-laki itu sedang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"jadi ngapain laki-laki itu mengungkapkan perasaannya jika dia sangat mencintai istrinya" ucap Fang Yin dalam hati.