
Suara langkah kaki terdengar saat yang dua sosok itu masih membahas alasan tak masuk akal Xi Chen yang tak ingin menyentuh istrinya yang sedang berlatih menuju Nirwana.
Kai tidak habis pikir, dia tau selama ini Xi Chen termasuk golongan kegelapan yang selalu berpikir dulu saat berbuat dosa. Sementara Kai tidak pernah memikirkan hal itu, karena menurutnya karena sudah terlanjur basah menyelam saja sekalian.
"Aku berharap aku tidak akan pernah jatuh cinta." Batin Kai dalam hati, dirinya tidak ingin bodoh seperti sahabatnya itu.
Xi Chen berdiri saat merasakan aura istrinya yang mendekat.
"Apa kamu mau pulang"? Tanyanya melihat istrinya yang sedang kebingungan, mungkin sedang mencarinya. pikir Xi Chen
"Maaf aku tak segaja keliling pondokmu, aku mencarimu untuk permisi". Ucap Fang Yin sedikit menunduk, dia masih merasa malu jika mengingat adegan panas mereka.
Xi Chen mengangkat dagu istrinya.
"Tatap aku saat kamu berbicara sayang". Ucap Xi Chen dengan suara beratnya, hembusan nafas segarnya menggelitiki wajah Fang Yin membuat jantung Fang Yin semakin berdetak kencang.
"Apa ada sesuatu di bawah yang lebih menarik perhatianmu? Xi Chen mengecup singkat bibir yang masih mekar itu.
"aku..aku harus pulang. Lirih Fang Yin dengan wajah yang bersemu merah membuat Xi Chen ingin membungkus istrinya itu. Istrinya itu bertambah seksi di matanya jika sudah mode malu-malu. Bahkan istrinya sama mudanya dengan putrinya Lian.
Di pondok tabib tua Xi Chen memastikan istrinya masuk kedalam pondok itu, dia juga mengelilingi pondok itu untuk memastikan sosok rivalnya.
"Auranya tidak ada, aman" Gumanya sambil tersenyum simpul, Xi Chen merasa Dewa Neraka tidak akan segegabah dulu dalam mendekati istrinya, apalagi sekarang sudah ada putrinya sebagai penghalang bagi laki-laki itu. Dia akan berpikir seribu kali lipat jika ingin merebut istrinya.
"apa yang kakek lakukan disini"?
"Ckk..Ku kira siapa"? Ucap Dewa Neraka yang hampir saja terkena penyakit jantung, Dewa Neraka terkejut saat sosok yang kecil itu tiba-tiba muncul di depanya.
Dewa Neraka sengaja menutup auranya lantaran keberadaan dirinya tidak ingin di ketahui siraja iblis. Tapi sayang itu tidak berpengaruh bagi sibocah nakal yang sudah duduk santai di sampingnya.
__ADS_1
Dewa Neraka sedang berjemur diri di atap pondok sang tabib Tua. Sambil menunggu kedatangan Sang Dewi pemilik hatinya sampai saat ini, dia juga melihat Raja iblis itu mencium bibir Fang Yin membuat hati Dewa Neraka memanas, tapi apa boleh buat Dewa Neraka hanya bisa gigit jari melihatnya. Dia juga tidak ingin ketahuan oleh saingan beratnya itu.
"Apa kakek masih menempeli nenekku? Tanya Ba Xi'O menatap Dewa Neraka yang gelagapan mencari alasan.
"Ckk..Kau kira aku lintah, kau ini masih anak kecil belum mengerti urusan orang dewasa. ucap Dewa Neraka sambil mengalihkan pandanganya.
"kakek bukan orang dewasa, tapi sudah kakek-kakek". Ujar Ba Xi'O meluruskan ucapan Gurunya.
"Sejak kapan ada laki-laki tampan dan gagah seperti aku ini di panggil kakek, asal kau tau saja, jika aku sedang menyamar menjadi manusia fana, banyak gadis muda yang memanggilku pangeran tampan". Ucap Dewa Neraka bangga.
"Itu karena mata batin mereka di tutup langit, jadi mereka tidak menyadari bahwa kakek itu sudah sangat tua. Ucap Ba Xi'O sambil mengikuti Dewa Neraka yang sedang menatap awan biru yang ada di atasnya.
Dewa Neraka kesal mendengar perkataan Ba Xi'O, Sampai kapanpun dirinya tidak akan menang melawan bocah nakal itu.
"Kakek kenapa tidak menikahi Dewi Bunga saja, Dewi Bunga cantik dan anggun, aku dengar Dewi Bunga sangat mencintai kakek. Ucap Ba Xi'O yang sudah seperti orang dewasa memberi saran kepada seumurannya.
"Aku tidak menyukainya walaupun dia seorang Dewi yang cantik. Jawab Dewa Neraka sambil membayangkan sosok Dewi Bunga, bahkan keningnya berkerut saat sosok itu tiba-tiba muncul di benaknya.
"Apa kau bilang? melamarnya? Pekik Dewa Neraka dan langsung terduduk.
"Kenapa sikap kakek berlebihan sekali saat mendengar Dewi itu akan menikah? Bukankah barusan kakek yang mengatakan tidak menyukai Dewi itu!" Ba Xi'O memicingkan matanya.
"Aku hanya takut dia melupakanku dan pengagum rahasiaku berkurang. Ucap Dewa Neraka santai dan kembali telentang. Tapi perasaanya sekarang sedang tidak nyaman.
"Apa secepat itu dia melupakanku". Batinya
Ba Xi'O yang mendengar itu menghembuskan nafas beratnya, dia akan lebih berkerja keras lagi untuk menjodohkan gurunya itu dengan Dewi Bunga.
"Fang Yin" Teriak Yu Wang dengan semangat empat lima membuat dua orang yang masih di atas sana terkejut mendengar suara lantang Yu Wang.
__ADS_1
"Ckk..bocah itu tidak tau apa, bahwa Dewa Neraka sedang istirahat. Ucap Dewa Neraka yang tiba-tiba mengerutkan keningnya saat melihat seorang laki-laki yang cukup familiar baginya.
"Syaapp.
Dewa Neraka langsung muncul di depan Yu Wang.
Yu Wang terkejut dan ingin mengumpat laki-laki itu seketika Yu Wang menghentikan niatnya.
"Tuan penolong?" Panggil Yu Wang dengan wajah sumringahnya.
"Tuan penolong". Ucap Ba Xi'O dan Fang Yin bersamaan.
"Fang Yin, dia adalah tuan penolong yang ku ceritakan kepadamu, dia yang menolongmu di hutan dan memulihkan jiwa abadimu. Terang Yu Wang .
"Benarkah, jadi Kak Ming yang menolongku? pekik Fang Yin terkejut.
"Kak Ming". Ucap Yu Wang.
"Kak Ming adalah Dewa Neraka Yu Wang. Jelas Fang Yin antusias.
"Dewa Neraka?" Yu Wang terkejut, entah kenapa akhir-akhir ini dirinya bertemu Dewa-dewa yang berkedudukan tinggi.
Di pondok tabib tua Fang Yin menjelaskan awal pertemuanya dengan Dewa Neraka. Yu Wang langsung mengerti. Tapi ada yang mengganjal di hatinya saat sang Dewa itu menyuruh Fang Yin memanggilnya dengan sebutan kakak.
"Apa Dewa Neraka bernasib sepertiku? mencintai Fang Yin tapi tidak bisa memilikinya. batin Yu Wang. Dia menatap Dewa Neraka, Yu Wang sungguh kasihan kepadanya.
"berhentilah mengasihani ku. Ucap Dewa Neraka kepada Yu Wang, nampak sekali wajah laki-laki itu yang merasa miris melihatnya.
"Ckk.. bisa-bisanya manusia abadi lemah ini mengasihani ku. Batin Dewa Neraka tidak terima. Dewa Neraka langsung pergi dari sana.
__ADS_1
temperamen Dewa Neraka tidak beda jauh dari Xi Chen.
Jika Xi Chen marah maka dia akan mencari pelampiasan emosinya. Sedangkan Dewa Neraka akan menghindari sumber kemarahannya, Tetapi jika dirinya sudah tidak tahan dia akan membumi hanguskan semuanya seperti kejadian dulu. Dimana semua klan Dewa Naga Hitam di hancurkan tanpa sisa. Dan untung alam itu sekarang masih di isolasi oleh Kaisar Langit jika tidak, mungkin Dewa Neraka akan melenyapkan alam itu juga.