Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 59


__ADS_3

"Ckk, salah lagi," gumanya.


Kini rombongan Xi Chen memasuki dunia bawah. Aura di dunia bawah sedikit pekat. Kehidupan disana sangat suram. Disepanjang jalan yang mereka lalui banyak pasang mata yang melihat kearah kreta kuda Xi Chen dengan tatapan lapar sekaligus tatapan membunuh. Dewa Takdir bergidik ngeri melihat para manusia di dunia bawah itu. Dewa takdir belum pernah kedunia bawah dan wajar jika dirinya terkejut batin. Walaupun dirinya yang memegang kendali para takdir seluruh alam tapi Dewa takdir hanya lebih memfokuskan dirinya kehidupan takdir para Dewa dan Dewi.


"Brakkk," kreta yang mereka tumpangi tiba-tiba bergoyang. Kai dan Jun Hui menghilang dari dalam kreta dan memastikan siapa yang begitu berani mengusik perjalanan mereka.


"Duarr, Jduaarr, "


"Aauuuuungg." auman suara binatang buas menggelegar di samping kreta kuda milik Xi Chen. Kreta kuda berhenti dan sepertinya sedang ditahan sesuatu.


"Tetaplah kalian didalam, aku akan memeriksanya," ucap Xi Chen menggertakkan giginya. siapa yang telah berani mengusik perjalanannya. Istrinya terbangun gara-gara mendengar suara jelek binatang buas itu.


"Awas saja tidak akan kubiarkan kalian lolos," batinya.


Xi Chen mengedarkan pandangannya. Kabut tebal telah mengelilingi tempat itu. Aura Kai dan Jun Hui bisa dirasakannya.


"Mungkin mereka sedang bertarung didepan," Gumanya.


"Braaak, Braakkk, Duaarrr.


Kreta kuda miliknya langsung ditelan pusaran pasir hidup.

__ADS_1


"Shitt" Mata Xi Chen menggelap.


"Yang Mulia kenapa keluar?" Teriak Kai yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran rajanya itu.


Dia rasa rajanya itu jadi bodoh setelah bersama dengan wanitanya. Sudah jelas-jelas mereka berada didunia bawah yang terkenal dengan kelicikan para rakyatnya.


Xi Chen hanya diam tanganya dilayangkannya di udara dalam sekejap kabut itu hancur dan tinggallah para mayat-mayat yang kini menyisahkan kerangka. Jun Hui terkejut. Gurunya sedang murka.


Xi Chen mengangkat sedikit pasir yang dipijaknya membuat formasi disana dalam sekejap Xi Chen dan diikuti Kai serta Jun Hui menghilang.


Sementara dibawah tanah pusaran pasir hidup itu kreta kuda yang sedang ditarik terparkir dengan mulus ditempat itu seakan itu hal yang disengaja.


Suara tawa yang bersahut-sahutan terdengar, dan lama-kelamaan tawa itu semakin menggelegar dan semakin dekat dengan telinga.


Sosok beberapa bayangan mengelilingi kreta itu.


"Selamat datang Raja iblis, Oh bukan, mantan raja iblis karena sebentar lagi posisimu akan tergantikan. hahahaha." Dia tertawa seakan alam semesta sebentar lagi akan digenggamnya.


Sementara penghuni dalam kreta tidak bergeming. Mereka duduk diam dan tenang, hanya satu orang yang sedikit gelisah yaitu Fang Yin. Dia sangat cemas sekaligus takut, Fang Yin belum pernah berhadapan dengan musuh yang mengerikan seperti saat ini. Fang Yin takut putri dan cucunya dalam bahaya. Dia bukan meremehkan Dewa Tinggi Putra Mahkota dan Dewa Takdir tapi saat ini kekuatan menantunya dan yang lain sedang terkunci.


"Ibu tenanglah," Lian menggenggam tangan ibunya dengan erat. Dia tau ibunya pasti ketakutan. Tirai yang menjadi pembatas di kreta kuda itu terangkat sehingga memperlihatkan semua wajah didalam kreta. Mereka melihat satu sama lain. Heng Yuze memejamkan matanya, ingin sekali dirinya langsung melemparkan para bayangan hitam itu ke lautan. Tapi Yuze masih menghargai mertuanya dan berharap mertuanya itu cepat menyelesaikan tugasnya. Saat ini istrinya Lian seperti ciri-ciri mau melahirkan. Yuze tidak ingin putrinya lahir didunia bawah. Apa kata dunia jika putrinya lahir disini.

__ADS_1


"Tuan sepertinya mereka tidak berani keluar tuan," seorang laki-laki berjubah hitam dengan wajah yang sangat suram. Sesuram kehidupanya.


"Xi Chen keluarlah, aku akan memaafkan mu jika kau menyerahkan tahta raja iblis kepadaku," ucap laki-laki yang sudah berumur itu dengan seringai liciknya membuat para pengikutnya tertawa.


"Hahaha,"


Mereka tidak takut menghadapi Xi Chen yang notabene masih sah menjadi raja mereka. Mereka membenci Xi Chen karena mereka tidak menyukai cara kepemimpinan Xi Chen yang semakin lama semakin buruk Dimata mereka. Sehingga mereka tidak lagi menghargai sosok yang nomor satu itu.


"Pengecut, keluarlah," suara lantang laki-laki itu kembali menggema di dalam ruangan dibawah pusaran pasir hidup itu. Didalamnya terdapat gua yang sudah di bentuk sedemikian rupa. Gua itu tempat mereka untuk menangkap dan membunuh para alam lain yang datang berkunjung ke alam mereka. Mereka tidak menyukai alam lain yang datang ketempat mereka. Mereka juga tidak takut perbuatan mereka diketahui sang raja iblis, karena hal itulah salah satu yang menjadi cara mereka untuk melawan penguasa alam kegelapan itu.


"Syaap,"


Xi Chen, Kai dan Jun Hui berdiri tegap dihadapan para pemberontak itu.


"Kau," salah seorang yang menjadi pemimpin pemberontak itu terkejut saat Xi Chen tiba-tiba hadir didepan mereka. Laki-laki itu tidak keluar dari dalam kreta. Pemimpin itu melirik kearah kreta kuda dia yakin ada orang didalam kreta kuda itu.


"Katakan, hukuman apa yang cocok bagi penghianat seperti kalian," ucap Xi Chen datar membuat para pemberontak itu yang awalnya terkejut tiba-tiba tertawa.


"Hahahaha," Mereka semakin menertawakan kebodohan Xi Chen. Mereka tidak menyangka raja mereka memang sudah bodoh sejak dulu. Mereka jelas-jelas mengelabui raja iblis itu untuk masuk kedalam jebakan mereka.


"Brakkk," Xi Chen, Kai dan Jun Hui langsung terkurung di penjara iblis itu. Xi Chen mengetatkan rahangnya.

__ADS_1


"Hahahaha," Mereka tertawa senang, tidak menyangka semudah itu untuk menangkap raja Iblis. Mereka sengaja menghadirkan puluhan prajurit untuk membuat kedua pengawal raja iblis itu sibuk bahkan mereka menaruh beberapa binatang buas untuk menyibukkan kedua pengawal itu. Tapi dalam sekejap kedua pengawal itu bisa melenyapkan para prajurit dan binatang buas yang terkenal dengan keberingasannya dan kedua sosok itu sudah berdiri tegap didepan mereka. Tapi bagus juga ketiga sosok yang paling berpengaruh dialam iblis itu terperangkap didalam penjara iblis.


Pemimpin pemberontak itu senang melihat wajah Xi Chen yang menampakkan kemurkaannya sekaligus ketidak berdayaanya. Para pemberontak itu merasa puas karena bisa membuat raja mereka marah tapi sosok raja yang lemah itu tidak bisa berkutik hanya bisa menahan kekesalannya seumur hidupnya di dalam penjara. Mareka yakin sebentar lagi raja iblis itu akan hancur karena penjara itu bukanlah penjara biasa. Mereka telah memindahkan penjara yang ada di lembah iblis ke dalam gua itu. Mereka mencurinya dengan menumbalkan ribuan pengawal untuk mengambil satu penjara besi yang sudah dilapisi sihir surgawi itu. Penjara yang dikhususkan untuk para iblis dan sampai sekarang belum ada yang lolos dari dalam penjara itu jika bukan sang Dewa atau Dewi tinggi yang membukanya. Sementara saat ini sang raja iblis telah terperangkap didalam beserta kedua pengawalnya.


__ADS_2