Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 44


__ADS_3

Wanita yang mereka anggap sosok wanita yang anggun dan baik hati ternyata wanita yang licik dan penuh dengan tipu muslihat, bahkan wanita itu bersikap murah-aan didepan raja iblis yang notabene berasal dari alam kegelapan yang mungkin sudah hal biasa melihat wanita seperti Yimin, tapi tidak dengan mereka. Mereka semua masih sangat terkejut. Apalagi wanita itu sosok wanita yang mereka puja selama ini dan wanita itu yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi rakyatnya.


"Kenapa? Apa kau malu?" Ucap Xi Chen sinis. Sementara dada Dewa gunung naik turun karena amarahnya yang hampir meledak karena menahan rasa malu yang harus di tanggung nya seumur hidup. Wajahnya saat ini merah padam, ingin sekali dirinya melemparkan putrinya ke gunung apinya tapi dia masih memiliki hati nurani.


"Katakan, dengan apa kau mengembalikan nama baik pengawalku", ucap Xi Chen dengan raut wajah yang serius membuat bibir Kai dan Jun Hui berkedut.


Karena sudah sejak dulu laki-laki itu tidak memiliki harga diri lagi. Selain hidupnya yang jatuh kedunia kegelapan, laki-laki itu hidup dengan bebas dan terkesan brutal karena tidak pernah melibatkan perasaan. Jangankan perasaan, hati nurani juga tidak ada lagi dalam hidup laki-laki itu.


"Ckk..Mau ku apakan lagi harga diri pengawalmu itu, bukankah kau yang lebih tau?" Ucap dewa gunung kesal.


"Setidaknya minta maaflah kepada pengawalku karena telah bersikap semena-mena kepadanya tanpa mendengar penjelasannya. Walaupun kami berasal dari dunia kegelapan bukan berarti kami bersalah selamanya dan tidak memiliki harga diri." Terang Xi Chen tegas sambil menatap tajam Dewa gunung. Dewa gunung menelan salivanya dengan susah payah, dia tau dia salah, bahkan dia sendiri yang memberikan beberapa pukulan kepada Kai.

__ADS_1


"Maafkan aku dan para pengikutku Tuan Kai", ucap Dewa gunung menunduk . Meminta maaf kepada Kai dengan hormat sesuai dengan tradisi alamnya.


"Dan maafkan sikap ke kanak-kanakan dari putriku ini Tuan, dan aku juga meminta maaf kepada Raja iblis yang telah menganggu waktumu" ucap Dewa gunung di ikuti istrinya dan putrinya Yimin. Sekalipun Yimin tidak ikhlas dia tetap mengikutinya karena mendapatkan lirikan tajam dari sang Ibu. Yimin merasa geram karena tidak terima ayahnya dan ibunya menundukkan dirinya dan menurunkan martabatnya demi meminta maaf kepada pengawal sialan itu.


Kai acuh tak acuh, dia tidak tersentuh sama sekali dengan apa yang di lakukan satu keluarga itu. Karena menurut Kai hal itu sudah terlambat. Dewa gunung beserta jajarannya telah mempermalukannya dan memberikan beberapa siksaan kepadanya selama satu malam. Katakanlah dia sombong karena memang dirinya sudah seperti itu sejak memasuki dunia kegelapan. Kai bukan sosok yang gila-gila di hormati atau di hargai.


"Aku akan menerima maafmu tapi bukan dengan kesalahan putrimu. Jika sekali lagi putrimu mencari masalah dengan orang-orang ku maka aku sendiri yang akan melenyapkannya" ucap Xi Chen tegas dan langsung memberikan perjanjian darah kepada Dewa gunung. Dewa gunung tanpa berpikir panjang langsung meneteskan satu tetes darah ke kertas itu. Dewa gunung akan mengurung putrinya sampai putrinya itu benar-benar menyadari kesalahannya.


"Bagus," Xi Chen menyimpan kertas itu, jika berurusan dengan bagian kerajaan langit harus ada bukti yang tertulis supaya hal itu bisa di pertanggung jawabkan di kemudian hari. Walaupun sedikit menyusahkan, tapi apa boleh buat, kini Xi Chen harus lebih waspada mengingat putri dan cucunya bagian dari kerajaan langit.


"Braakk", Dewa Agung meringis saat pohon persik kebangganya yang berbuah lebat dan menjulang tinggi sampai ke angkasa menjadi sasaran empuk kemarahan mantan Ratu Phoenix . Dewa Agung awalnya sudah bersembunyi di perkebunan pohon persik yang ada di belakang istana Dewa Tinggi Putra Mahkota. Tapi tiba-tiba saja muridnya yang baik budi itu mengatakan kepadanya bahwa mantan Ratu Phoenix sedang mengobrak-abrik istananya. Dewa Agung yang tidak terima istananya di masuki sembarangan sekalipun itu sang mantan Ratu Phoenix alias mantannya langsung mendatangi istananya dan sialnya setelah tiba disana istana itu sepi. Dan pada saat dirinya ingin kembali bersembunyi sang mantan Ratu Phoenix langsung tiba tepat di hadapannya dan langsung melayangkan cambuknya. Untung saja Dewa Agung bisa menghindarinya dengan cepat, jika tidak kulitnya yang terawat itu akan melepuh. Melihat Dewa Agung menghindari cambukkan nya membuat mantan ratu Phoenix itu semakin emosi dan langsung menebas pohon persik kesukaan Dewa Agung. Pohon itu dicabutnya sampai ke akar-akarnya. Dewa Agung menatap tajam muridnya itu yang tidak lain Ba Xi'O sendiri. Dewa Agung ingin menjewer telinga mungil itu karena telah berani membohonginya.

__ADS_1


"Bisa-bisanya aku memiliki murid yang selalu membuatku kesusahan, tidak kakek, tidak cucu, semua bikin aku pusing saja", gerutu Dewa Agung kesal. Sementara Ba Xi'O hanya duduk santai saja, dia tidak memperdulikan raut wajah Gurunya yang sudah mode serigala. Ba Xi'O menonton tenang pertengkaran sengit dari kedua insan yang sudah menjadi mantan itu. Ba Xi'O sudah lama memimpikan hal itu, melihat nenek buyutnya dan gurunya adu mulut dan adu kekuatan yang menurutnya sangatlah seru.


"Tidak sia-sia aku terlahir jenius," guman Ba Xi'O bangga.


"Kenapa kau menikahkan putriku dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu", pekik mantan Ratu Phoenix dengan dada yang masih naik turun membuat Dewa Agung menelan salivanya, menurutnya mantan Ratu Phoenix itu semakin seksi jika sedang marah.


"Aku hanya menuruti kemauan menantumu itu", ucap Dewa Agung berusaha tenang dan mengontrol pikiran kotornya.


"Ckk, apakah kau sekarang dalam kendali mantan muridmu itu?" Ujar mantan Ratu Phoenix sinis.


"Aku tidak dalam kendalinya, kau taukan menantumu itu sangat keras kepala. Xi Chen mengancam ku, jika aku tidak menikahkannya dengan Fang Yin maka dia akan menghancurkan altar suci pernikahan milikku. Aku tidak mau hal itu terjadi, ya sudah aku langsung menikahkan mereka, lagian cepat atau lambat mereka akan bersatu juga," terang Dewa Agung santai.

__ADS_1


"Ckk, hanya ancaman kecil itu saja kau sudah ketakutan, dimana nyalimu yang besar itu," mantan Ratu Phoenix tersenyum mengejek.


"Jangan kau mengejekku seperti itu, aku masihlah Dewa Agung yang kuat dan perkasa, aku hanya tidak ingin ada keributan di istanaku, kau juga seharusnya tau jika menantumu itu sudah mengancam, maka dia tidak main-main dengan ancamannya. Bukankah kau lebih tau hal itu dariku? mengingat kau juga pernah berada di posisiku," balas Dewa Agung tak kalah sinis.


__ADS_2