
"Ibu, lirih Lian saat melihat ibu dan ayahnya keluar. Jantung Fang Yin berdetak hangat saat bibir mungil itu memanggilnya dengan sebutan ibu, walaupun suaranya kqecil Fang Yin yakin tidak salah dengar. Fang Yin memeluk Lian dengan erat entah kenapa setelah melihat netra keemasan Lian yang mengeluarkan air mata haru membuat Fang Yin tidak tega.
"Aku belum mengingat semuanya dan aku belum sepenuhnya percaya dengan apa yang kudengar. Kasih aku waktu." Bisik Fang Yin dan di angguki oleh Lian, itu semua sudah lebih cukup, ibunya mau menerima penjelasan sang ayah walaupun belum sepenuhnya mempercayainya.
"Apa bisa Chang'er memanggil ibu?" Tanya Lian dengan nada yang memohon.
"Panggil aku ibu sepuasmu" ucap Fang Yin sambil tersenyum.
Dewi petir dan yang lainnya merasa terharu, mereka tidak menyangka Fang Yin akan mempercayai Xi Chen sang raja iblis.
Setelah melalui kejadian yang penuh keharuan itu. Kini sosok yang masih menyimpan amarahnya menghampiri seorang wanita.
"Braakk" pengawal wanita itu langsung terjatuh dan tak berdaya saat Xi Chen mengeluarkan sihir iblisnya.
"Akhirnya kau datang menemuiku sayang, aku sungguh sangat merindukanmu" ucap ratu iblis dengan nada sensualnya, dia meliuk-liukkan pinggangnya yang ramping di hadapan Xi Chen.
Xi Chen menggertakkan giginya dan mencekik leher ratu iblis.
"Aa..Apa ya..yang kau lakukan? Tanya ratu iblis dengan bola mata yang seakan keluar karena terkejut dan merasakan gengaman yang kuat di lehernya.
__ADS_1
"Cihh..jangan kau kira aku tidak tau apa yang kau lakukan di belakangku selama ini. Aku diam karena aku masih menghargai mu sebagai ratu iblis, bahkan aku menutup mata dengan apa yang sudah kau lakukan kepada putriku, kau membunuh putriku dengan menyuruh pelayan rendahanmu yang serakah itu. Asal kau tau kematian anakmu tujuh ratus tahun yang lalu akulah yang membuatnya, kau tau kan prinsipku, nyawa harus di bayar nyawa. Kau membunuh putriku maka aku membunuh putrimu juga." Ucap Xi Chen dengan seringai liciknya.
"Aaapaa..?" Ratu iblis terkejut batin, dia tidak menyangka kematian putri tercintanya adalah ulah dari laki-laki yang di hadapannya itu, laki-laki yang di cintainya sedari dulu.
"Kenapa kau terkejut?"
"Braakkk..uhuk-uhuk" darah segar mengalir dari hidung dan mulut ratu iblis.
"Kau keterlaluan Xi Chen, kau membunuh putriku, putriku yang sangat aku sayangi" lirih ratu iblis sambil menghirup udara kuat-kuat.
"Hahaha...lalu bagaiman dengan putriku Chang'er, bukankah kau yang membunuhnya dulu. Bedanya putriku sekarang berinkarnasi sementara putrimu tidak". Ucap Xi Chen menatap tajam wanita yang sudah tak berdaya itu.
"Tidak..tidaaakkk" teriak ratu iblis, walaupun putrinya lahir dari benih laki-laki yang tidak di cintainya tapi dia sangat menyayangi putrinya itu. Putrinya yang polos dan juga lucu.
"Kenapa kau melakukan hal sekejam ini kepadaku Xi Chen. Bahkan putriku pernah memanggilmu ayah" Jerit ratu iblis sambil menangis histeris .
Xi Chen terdiam, dia akui dulu dia sedikit menyayangi putri dari raja iblis terdahulu mengingat dirinya yang kehilangan putri kandungnya. Tapi karena dendamnya kepada sang raja iblis yang sudah membunuh istrinya Bao-yu dan kepada ratu iblis yang sudah membunuh putrinya Chang Lian. Membuat Xi Chen menutup hati nuraninya, dia membunuh putri sang raja iblis dengan bantuan pengawalnya Kai.
"Bukankah aku sudah menjawabnya, nyawa di bayar dengan nyawa. Dulu suamimu yang membunuh Bao-yu ku dan kau membunuh putriku, haruskan ku jabarkan satu persatu" . Ucap Xi Chen sinis.
__ADS_1
"Tapi putrimu dan Bao-yu sekarang sudah kembali Xi cheeenn. Teriak ratu iblis prustasi.
"Sementara aku, jiwa suamiku entah kemana mengingat kau yang sudah memiliki raganya, aku yakin dia tidak akan berinkarnasi. Tapi putriku..putriku Xi Chen dia anak yang baik dan juga polos tapi kenapa langit tidak mengembalikanya. Jawab aku Xi Chen " pekik ratu phoenix sambil menjambak rambutnya, kuku panjang tertancap di kulit kepalanya.
Ratu iblis menangis sejadi-jadinya mengingat putrinya yang lugu dan juga polos. Membuat hati ratu iblis terasa sesak. Ratu iblis tidak menyangka dia memiliki seorang putri yang sangat baik, bahkan dia tidak memiliki inti api iblis mengingat dia dan suaminya adalah sosok iblis yang sangat kejam dan serakah.
"Jangan tanyakan hal itu kepadaku, tanyakan kepada kaisar langit". Ucap Xi Chen pergi dari hadapan ratu ibli, Xi Chen langsung menyuruh Kai memasukkan sang ratu iblis ke penjara api iblis yang ada di alamnya, Xi Chen tidak ingin gegabah lagi jadi dia mengurung wanita itu sampai ajal menjemputnya.
Xi Chen menatap kabut hitam tebal yang ada di depan istananya, istana yang di bangunya semenjak dirinya memikul tanggung jawab sebagai raja iblis, istana itu terasa sep. Sampai sekarang Xi Chen masih merasa bersalah saat memerintahkan para pengawalnya membunuh putri dari raja iblis yang saat itu berusia sembilan ratus tahun, jika masih hidup mungkin umurnya sama dengan putrinya Chang'er.
"Maafkan aku" Lirihnya.
"Yang Mulia ratu iblis sudah kami masukkan ke penjara, kini wanita itu sudah mulai tenang, tapi dia sesekali menangis dan berteriak. Aku yakin dia sudah mulai gila". Terang Kai, dia tau saat ini sang rajanya sedang bersedih mengingat pembicaraannya dengan sang ratu iblis. Jujur Kai pun sedikit merasa bersalah kepada gadis kecil itu, hanya karena dendam kepada kedua orang tuanya gadis itu harus menanggung amarah dari seorang Xi Chen dan juga dirinya. Kai tersenyum tipis saat mengingat gadis itu selalu memanggilnya paman tampan. Kai merindukan panggilan itu.
Di alam dewi petir kini tinggal murid yang di nyatakan lolos dari ujian petir. Lebih dari setengah murid itu berkurang dan telah di kembalikan ke alamnya masing-masing. Murid yang lolos akan melanjutkan ke tahap atas yaitu kerajaan langit, disana ada para dewa-dewi senior yang akan membimbing para murid itu termasuk sang mantan ratu phoenix dan dewa Agung.
Kini Fang Yin dan yang lainnya telah tiba di kerajaan langit lebih tepatnya di Akademi Teratai.
"Wah indah sekali" Fang Yin terkagum-kagum melihat keindahan di akademi itu. Yu Wang juga sang sahabat sampai meneteskan air liurnya melihat pemandangan yang di depanya. Jika Fang Yin kagum dengan keindahan yang ada di Akademi Teratai, Yu Wang kagum melihat calon dewi-dewi yang ada di Akademi Teratai.
__ADS_1
"Putih, bersih , harum..Ahh..sungguh sangat indah" Ucap Yu Wang. Fang Yin menganggukkan kepalanya dia menyetujui perkataan Sahabatnya itu.