Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 51


__ADS_3

"Wah, kau hebat Yu Wang, kau bisa dekat dengan Dewa Agung," puji Jia Li.


"Sudah-sudah, jangan berdebat lagi, ayo kita mulai latihannya," ucap salah seorang guru yang geleng-geleng kepala melihat murid-muridnya itu.


Saat Yu Wang fokus mengeluarkan tenaga dalamnya, laki-laki yang masih memendam kekesalanya terhadap Yu Wang melemparkan sihir saljunya membuat setengah badan Yu Wang membeku. Yu Wang terkejut dan terdiam di tempat dengan posisi bersila.


"Kau," Yu Wang menatap laki-laki itu dengan tajam, sementara laki-laki itu tersenyum licik.


Para murid yang lain langsung berhenti berlatih melihat teman sejawat mereka yang membeku dari pinggang kebawah.


"Jangan bergerak Yu Wang, aku takut tumpukan es itu pecah dan akan melukai tumbuh," teriak Jia Li yang melihat wajah Yu Wang yang gelisah dan berusaha untuk menyingkirkan es yang membeku di tubuhnya itu.


Fang Yin yang melihat itu seketika emosi. Fang Yin tidak terima sahabatnya menjadi mainan laki-laki angkuh itu. Sekelebat netra emasnya langsung menyala, Fang Yin mengeluarkan cambuk pemberian putrinya Lian, dari tubuhnya keluar api phoenix diikuti jiwa hewan phoenixnya. Para murid itu terbelalak melihat Fang Yin yang berubah seperti Dewi Phoenix putrinya. Kekuatan wanita itu telah keluar.


"Duaar.."


Dalam sekali hentakan laki-laki yang masih menunjukkan wajah sinisnya itu langsung terpental jauh, darah segar merembes dari pelipisnya.


"Uhuk-uhuk," gumpalan darah keluar dari mulutnya, punggungnya terbakar. Laki-laki itu meraung, merasakan sakit yang teramat dalam di sekujur tubuhnya. Dia tidak menyangka Fang Yin memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, padahal dia hanya seorang murid pemula. Walaupun wanita itu reinkarnasi Dewi Phoenix tidak akan mungkin wanita itu langsung memiliki kekuatan yang luar biasa. Fang Yin berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan, dia telah salah memprovokasikan wanita itu.


Fang Yin menyalurkan api phoenixnya ketubuh Yu Wang yang beku. Lama kelamaan es yang membeku itu mencair. Yu Wang bernafas lega saat dirinya merasakan pergerakan di kakai jempolnya.


"Terimakasih Fang Yin," ucapnya dengan keringat yang masih membanjiri pelipisnya. Yu Wang takut dirinya membeku selamanya.


Fang Yin dan Jia Li memapah Yu Wang ke kamarnya.


"Terimakasih, kalian pergilah aku ingin istirahat," usir Yu Wang, berharap sahabatnya Fang Yin melupakan perkataannya tadi.


"Kau mengusir kami? Dasar tidak tau terimakasih," Fang Yin menatap Yu Wang tajam.

__ADS_1


"Katakan kenapa kau membohongi ku?" Ucapnya tanpa basa-basi.


"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti," Yu Wang berusaha bersikap tenang.


"Ckk, kau kira aku bisa kau bodohi? Katakan sejak kapan kau menyembunyikan kebenaran dari identitas ku?" Fang Yin duduk di samping Yu Wang, sengaja dirinya mendekati sahabatnya itu supaya Yu Wang tidak bisa mengelak lagi. Jia Li hanya bisa menatap kedua teman barunya itu secara bergantian, karena dia tidak tau apa yang dibicarakan Fang Yin..


"Aku tidak bermaksud menyembunyikan nya darimu, hanya saja aku tidak berhak memberitahumu. Karena keluargamu saja masih merahasiakan identitas mu," ucap Yu Wang jujur.


"Bukankah kau keluargaku juga," Fang Yin memicingkan matanya, jangan bilang sahabatnya itu melupakan janji mereka yang pernah mereka ucapkan sewaktu mereka kecil saat keluarga mereka meninggalkan mereka berdua. Bahkan janji itu mereka ucapkan kembali saat memasuki sekte matahari.


Yu Wang menghembuskan nafas beratnya.


"Fang Yin, aku tidak ingin merusak rencana keluargamu, aku tau mereka sengaja menyembunyikan identitas mu karena mereka takut kau tidak mempercayainya," ucap Yu Wang berkata bijak.


"Sejak kapan kau mengetahui identitas ku?"


Tanya Fang Yin kembali.


Karena hari sudah sore Fang Yin dan Jia Li pulang ke kediamannya masing-masing. Fang Yin tidak tinggal di akademi teratai lagi semenjak dirinya mempunyai gelar baru yaitu permaisuri dari seorang Xi Chen sang raja iblis. Di pintu masuk Akademi, Fang Yin melihat Xi Chen telah menunggunya. Fang Yin menghembuskan nafas beratnya, niatnya ingin bersembunyi malah terhalang karena laki-laki itu sudah menunggu dirinya.


"Kamu lelah sayang?" Tanya Xi Chen sambil mengusap wajah cantik istrinya.


"Iya," ucap Fang Yin lesu berharap suaminya mengizinkanya istirahat lebih awal.


Xi Chen menarik istrinya kedalam pelukanya dalam sekejap mata mereka menghilang dari pintu masuk akademi teratai.


Fang Yin membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat. Fang Yin tidak menyangka kekuatan yang dikeluarkannya tadi sungguh menguras tenaganya dan membuat tubuhnya terasa lemah.


Selesai mandi Fang Yin menyantap hidangan yang telah di sediakan.

__ADS_1


"Mana Xi Chen?" Tanyanya kepada sosok laki-laki yang baru kali ini dilihatnya.


"Guru tadi pergi ratu bersama paman Kai," ucap laki-laki itu sopan. Dia Jun Hui yang lebih memilih tinggal di istana raja iblis di bandingkan di istana ayahnya sendiri alam Salju.


"Oh"


"Ratu? siapa Ratu?" Tanya Fang Yin, dia yakin laki-laki muda itu pasti menyebut dirinya Ratu tadi.


Jun Hui memicingkan matanya.


"Apakah wanita ini lupa bahwa dia permaisuri dari raja iblis? Dan otomatis dia seorang ratu sekarang" monolog Jun Hui.


"Kau ratu kami sekarang, karena kau sudah menjadi permaisuri sang raja iblis," terang Jun Hui, terkesan tidak sopan. Jun Hui bukanlah sosok yang pandai dalam merangkai kata-kata. Dia hanya bisa mengatakan hal yang bisa di mengerti lawan bicaranya.


Fang Yin mengangguk walaupun sebenarnya dia terkejut karena dirinya di panggil Ratu, dia tidak terbiasa dengan panggilan itu.


Fang Yin memakan makanannya dalam diam entah kenapa saat mengetahui suaminya pergi dia sedikit kesal. Fang Yin sudah mulai terbiasa dengan perlakuan manis suaminya itu.


"Guru sebentar lagi pasti akan kembali Ratu," ucap Jun Hui yang melihat wajah muram ratunya itu.


"Ckk..Dasar pengantin baru tidak bisa pisah sebentar saja," batin Jun Hui dalam hati.


Fang Yin merebahkan tubuh lelahnya di kasur empuk itu. Tidak lama kemudian dia tertidur.


"Guru.. tadi ratu mencari mu," ucap Jun Hui saat melihat wajah datar gurunya.


"Hmm" Xi Chen hanya mengangguk.


"Guru kenapa paman? Tanya Jun Hui kepada Kai.

__ADS_1


"Biasa, ada sebagian penatua alam iblis yang ingin memberontak," balas Kai santai dia menyantap makanan yang baru saja di sediakan langsung oleh para pengawal. Walaupun sang raja iblis tidak makan mereka tetap melayani sosok nomor dua di alam mereka.


"Ciihh..tidak bisakah mereka diam ditempat saja dan menikmati hari tuanya," ucap Jun Hui sinis.


__ADS_2