Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 49


__ADS_3

"Apa paman tidak malu mengambil barang yang bukan milik paman?" Ucap Lie Zhu dengan wajah datarnya sambil duduk di pinggiran kolam jernih itu.


"Ckk..batal sudah rencana kita, cucu tampan raja iblis itu telah datang," ujar Dewa Bintang sambil berjalan dan duduk di samping Lie Zhu.


"Apakah kau menyukai gadis kecil yang kemarin?" Bisik Dewa Bintang ke telinga Lie Zhu, membuat netra legam itu melebar sejenak.


"Apa maksud paman, aku tidak mengerti." Lie Zhu berusaha setenang mungkin.


"Ckk, kau kira pamanmu ini bisa kau bohongi?" Ingatlah pangeran tampan, pamanmu ini mempunyai julukan Dewa casanova di kerajaan langit," ucap Dewa Bintang bangga.


" Terserah paman, aku tidak perduli", Lie Zhu pergi dari sana, dia tidak ingin pamanya sang Dewa Bintang berbicara yang bukan-bukan.


"Ckk, dasar gunung es, dibandingkan ayahnya dia itu lebih parah datarnya," guman Dewa Bintang.


"Selamat datang kembali Dewi dan selamat untuk pernikahanmu untuk yang kedua kalinya." Ucap Dewa Salju sambil menatap Raja Iblis dengan sinis.


 "Terimakasih," balas Xi Chen malas.


"Aku tidak menyangka kau masih sama seperti dulu. Pengecut, Cihh ", cibir Dewa Salju.

__ADS_1


"Kenapa? kau cemburu? " Xi Chen tertawa remeh.


"Cemburu? ckkk, untuk apa aku tidak cemburu, aku hanya tidak menyangka laki-laki arogan sepertimu tidak pernah berubah, kau Dulu juga seperti ini, menikahi Bao-yu diam-diam. Sekarang pun kau melakukan hal yang sama," Dewa Salju tersenyum mengejek.


Xi Chen diam, dia tidak menanggapi perkataan Dewa Salju yang memang benar adanya. Sudah tidak asing lagi jika Dewa Salju selalu mencari-cari kesalahannya. Itu hal yang wajar karena dulu Xi Chen merebut putranya Jun Hui dan menjadikan laki-laki itu menjadi muridnya serta menjerumuskannya kedalam dunia kegelapan. Walaupun Dewa Salju tau bahwa itu perbuatan Kai tapi bagi Dewa Salju Xi Chen juga ikut berperan dalam menjerumuskan putranya.


"Aku hanya tidak ingin menodai Fang Yin sebelum sah menjadi istriku kembali. Jadi aku kembali menikahinya diam-diam, supaya kami dapat bersama dan melakukan hubungan suami istri seperti dulu," ucap Xi Chen sedikit memelankan suaranya dan menekan kata terakhir di telinga Dewa Salju.


"Cihhh, kau sok suci padahal sebelum bertemu dengan reinkarnasi Bao-yu kau sudah lebih dulu bermain-main dengan wanita lain." Dewa Salju sedikit meninggikan suaranya berharap Fang Yin mendengar, tapi sayang, wanita itu acuh tak acuh karena tanpa Dewa Salju pun mengatakanya Fang Yin sudah tau, sebab Xi Chen suaminya berasal dari dunia kegelapan hal yang wajar suaminya itu bermain dengan beberapa wanita mengingat suaminya memiliki darah panas, walaupun Fang Yin sedikit cemburu membayangkan suaminya menjajahkan tubuh kokohnya itu pada wanita lain.


"Jangan berharap istriku akan cemburu karena istriku menerimaku apa adanya," bisik Xi Chen kepada Dewa Salju membuat Dewa Salju menggeram. Dewa Salju menatap Fang Yin dan benar saja wanita itu bersikap biasa-biasa saja.


"Aku tidak perlu dia mencintai ku atau tidak, yang penting dia sekarang sudah di genggamanku dan akan kupastikan istriku akan kembali mencintaiku dan tunggulah saatnya tiba maka aku dengan senang hati akan memamerkan itu kepadamu," Xi Chen menyeringai puas saat melihat wajah Dewa Salju yang kesal. Seperti biasa Xi Chen akan menjadi sosok yang penuh percaya diri.


"Wah, kakek ku sungguh sangat hebat," puji Ba Xi'O yang sejak tadi sudah mendengar Xi Chen dan Dewa Salju saling sindir menyindir. Kai yang duduk di samping Ba Xi'O acuh tak acuh, dia tidak perduli dengan Xi Chen yang kadang tidak memperhatikan wibawanya di depan para Dewa dan Dewi kerajaan langit. Kai sibuk meneguk minuman yang sudah lama tidak di cicipinya itu.


Paman bolehkah aku duduk di sampingmu," pinta Lian dengan wajah memelasnya membuat Kai mengerutkan keningnya. Tidak masalah jika wanita itu duduk dekat dengannya tapi yang menjadi masalahnya si dewa balok es itu apakah tidak cemburu? Mengingat Dewa Tinggi Putra Mahkota sangatlah posesif walaupun Kai sudah menganggap Lian sebagai keponakannya.


Lian tidak mau duduk sebelum Kai mempersilahkannya, walaupun laki-laki itu bawahan ayahnya. Kai termasuk laki-laki yang kadang susah ditebak isi hatinya.

__ADS_1


"Jika mau duduk. Duduk saja," ujar Kai sambil menyeduh teh untuk Lian. Lian tersenyum lebar, Lian langsung meneguk teh itu sampai habis.


"Hati-hati, teh itu masih sangat panas," Kai mencoba mengingatkan ibu hamil itu, dia tidak ingin mulut wanita itu melepuh sehingga membuat Yuze murka kepadanya. Bukan karena Kai takut tapi dia malas berurusan dengan kaum-kaum Dewa Tinggi itu.


"Lagi paman, aku suka," Lian tidak memperdulikan larangan Kai. Lian hanya merasa dirinya sangat menyukai pamanya saat ini. Lian ingin lebih lama lagi duduk disamping Kai, berhubung suaminya sedang sibuk dengan yang lainnya.


Lian dan kedua putranya memanggil Kai dengan panggilan yang sama yaitu "Paman" karena Kai tidak mau jika putra kembarnya memanggilnya dengan sebutan kakek karena menurutnya itu terlalu ketuaan, lantaran laki-laki itu masih sangat mudah, seumuran sedang Dewa bintang dan yang lainnya.


Ba Xi'O memicingkan matanya saat melihat tingkah aneh ibunya. Terlebih ibunya itu menatap Kai dengan tatapan memuja.


"Apakah ibu sekarang menyukai paman Kai? Batin Ba Xi'O melihat ibunya dan pamannya secara bergantian.


"Ini tidak bisa dibiarkan, ibu tidak boleh menyukai paman Kai." monolog Ba Xi'O kembali.


Kai memang memiliki ketampanan yang luar biasa. Jika saja laki-laki itu tidak memasuki alam iblis mungkin dia akan memegang predikat laki-laki tertampan di seluruh alam semesta.


"Eheem," Yuze berdehem dan langsung duduk di samping istrinya. Yuze menatap Kai dengan wajah datar andalannya. Yuze sudah sejak tadi melihat interaksi istrinya dengan Kai. Kai dan Yuze bisa di katakan jarang berkomunikasi. Jika saja mertuanya bukan atasan laki-laki itu, Yuze sudah pasti membuat tembok yang tinggi untuk membentengi istrinya dengan pria itu. Sementara Kai tetap tenang dia tidak perduli Dewa Tinggi itu duduk didepannya hal yang tidak pernah dilakukan Dewa dingin itu. Kai cuek saja, karena dirinya merasa tidak melakukan kesalahan.


"Paman tambah lagi tehnya," ucap Lian dengan wajah sumringahnya, meminta teh itu untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak meminumnya, itu tidak bagus untuk putri kita," ucap Yuze, mengambil gelas giok itu lalu meminumnya sampai kandas. Dia tidak ingin Istrinya terlalu banyak minum , karena istrinya sudah meminum teh itu sejak tadi.


__ADS_2