
"aku bertemu dengan kak Ming di perjamuan Dewi Bunga". Ucap Fang Yin jujur.
"Aku sudah seperti kekasihnya saja yang ketahuan selingkuh. Batin Fang Yin dalam hati saat menyadari kemarahan laki-laki itu.
Xi Chen terkejut mendengar istrinya bertemu dengan Dewa Neraka di perjamuan Dewi Bunga. Xi Chen beralih menatap cucunya yang saat ini menampilkan wajah kekanak-kanakanya tapi tersirat senyum mengejeknya.
"Jadi si bocah nakal ini serius mengajak Dewa Neraka dan menggunakan pakaian Wanita? " Batin Xi Chen. Dia ingin tertawa tapi kecemburuan yang di rasakanya lebih dominan.
"Masuk" titah Xi Chen tegas kepada Fang Yin dan anehnya wanita itu menurut saja.
"Katakan kenapa kau mendekati istriku'"? tanya Xi Chen datar, dia tidak suka berbasa-basi dan dia ingin tau apa maksud Dewa Neraka yang masih saja mengganggu istrinya.
"Siapa istrimu?" Dewa Neraka pura-pura tidak mengerti.
'"Cihh..Jangan pura-pura bodoh, walaupun kau sebenarnya memang bodoh". ejek Xi Chen.
Dewa Neraka menggertakkan giginya saat mendengar ejekan saingannya itu.
"Aku akan merebut Bao-yu darimu, apalagi dia saat ini telah menjadi sosok yang baru, jadi aku harap kau jangan berbuat curang seperti dulu". Ucap Dewa Neraka tersenyum sinis.
"Kau"..
Xi Chen langsung melayangkan sihirnya dan di tepis langsung oleh Dewa Neraka.
"Ckk..Jadi kekuatanmu hanya segitu Xi Chen, ha-ha-ha? Ciiihh..sama seperti dulu. Ejek Dewa Neraka tertawa sinis.
__ADS_1
"Dun Ming jangan melewati batasanmu ! kau tau aku dan Bao-yu sudah memiliki seorang putri bahkan kami sudah memiliki Cucu, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan mu merebut Bao-yu dariku. Teriak Xi Chen dengan kilatan amarahnya.
"Aku tidak perduli sekalipun Bao-yu memiliki cucu, saat ini dia sudah jiwa yang baru...Dan laki-laki seperti mu tidak pantas untuk Bao-yu ku. Ucap Dewa Neraka yang mengklaim istri raja iblis itu miliknya. Dewa Neraka langsung menghilang dari sana. Belum saatnya dirinya membuat perhitungan dengan sang raja iblis.
Xi Chen menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun.
"Berani-beraninya kau menyebut Bao-yu ku sebagai milikmu. Teriak Xi Chen penuh Prustasi dia takut sang Dewa Neraka itu nekat merebut Fang Yin darinya.
Fang Yin terkejut saat melihat perdebatan Dewa Neraka dengan Xi Chen.
" Jadi mereka memperebutkan satu wanita"? dan wanita itu istrinya Xi Chen"? Guman Fang Yin yang berdiri mematung di jendela pondok sang tabib.
Tidak bisa di pungkiri selama satu bulan ini Fang Yin sudah sedikit tertarik dengan sosok Xi Chen, walaupun Fang Yin terkesan cuek tapi nyatanya hatinya sedikit bergetar saat laki-laki itu menunjukkan perhatianya. Fang Yin tau tidak seharusnya dirinya menyukai laki-laki yang sudah memiliki istri, apalagi laki-laki itu sepertinya sangat mencintai istrinya.
"Aku yakin nenek sudah mulai menyukai Kakek ku. Ucap Ba Xi'O senang, akhirnya perjuangannya membuahkan hasil. pikirnya.
"Aku melihat nenek menunjukkan wajah muramnya dan aku yakin nenek cemburu mendengar perkataan Kakek dan kakek Dewa Neraka". terang Ba Xi'O antusias.
"Tidak sia-sia aku menggunakan gaun wanita" . guman Ba Xi'O.
" Ckk..Belum tentu nenekmu cemburu, aku takutnya nenekmu malah salah paham ". ujar Dewa Takdir, karena seingatnya sosok dua laki-laki yang masih kasmaran itu menyebut nama Dewi Phoenix dulu, bukan Fang Yin nama Dewi Phoenix sekarang ini.
" Bukankah Dewa Neraka dan Raja iblis itu menyebut Bao-yu nama nenekmu dulu? Aku takut Nenek mu salah paham ". Ucapnya kembali mengungkapkan hasil analisanya.
"Yang penting nenek sudah menyukai Kakek. itu yang penting .
__ADS_1
Masalah yang paman bilang barusan itu tidaklah penting. Ucap Ba Xi'O karena menurutnya mau neneknya menjadi Bao-yu atau Fang Yin yang penting orangnya masih tetap sama. Pikirnya.
"Paman terimakasih atas kerja samanya mudah-mudahan paman tidak jera. Ucap Ba Xi'O tersenyum penuh arti, sambil meninggalkan Dewa Takdir yang mengerutkan keningnya.
" Ckk..Anak kecil taunya apa? Entah aku yang berpikir jauh, atau si bocah nakal itu yang belum mengerti tentang perasaan wanita? Guman Dewa Takdir yang tidak ingin memusingkan diri melihat kisah percintaan kakak angkatnya dan pamannya itu. Pekerjaan sudah menumpuk gara-gara di ajak menghadiri perjamuan yang paling gila yang akan di ingatnya seumur hidup.
"Tunggu dulu apa maksud si bocah nakal itu tadi, Tidak jera "?
Ckk..Yang dia kira aku masih mau di tipunya tidak akan, Untangku sudah lunas tanpa denda. Ucap Dewa Takdir berbicara sendiri seperti orang gila, membuat para Dewa pengawal yang berjaga merasa heran.
Xi Chen masih menatap tajam pada sosok yang sudah mengobrak-abrik hatinya itu. Sedari tadi sosok yang dua itu tidak ada yang memulai pembicaraannya. Jika Xi Chen masih kesal melihat istrinya yang pergi bersama saingan cintanya, lain hal dengan Fang Yin yang kini benci melihat laki-laki itu.
"Bisa-bisanya dia masih disini saat dirinya mati-matian membela istrinya tadi. Batin Fang Yin
Fang Yin berusaha untuk tidak larut dalam kecemburuanya yang tidak mendasar itu, walau bagaimanapun dia tidak berhak cemburu pada istri laki-laki yang di depanya ini.
"Kembalilah aku mau istirahat" Lirih Fang Yin yang akhirnya mengalah menghadapi sikap keras kepala laki-laki itu.
"Jika kau mau istirahat, ya istirahat saja, aku masih disini". Ucap Xi Chen datar. Dia akan menemani istrinya itu takut Dewa Neraka mengunjungi istrinya diam-diam.
"Apa ku coba lagi untuk menjebak si Dewa sok tampan itu dengan Dewi Bunga?" batin Xi Chen. Dia tau Dewi Bunga sangat mendambakan Dewa Neraka.
"Sepertinya aku harus bergerak cepat. Monolognya kembali sambil menyeringai.
Di istana Dewa Tinggi Putra Mahkota. Sedari tadi Lian tidak berhenti tertawa melihat putranya Ba Xi'O yang menggunakan gaun wanita, dimana di cermin itu terpampang jelas wajah imut sang putra. Bahkan dia tidak menghiraukan tatapan tajam suaminya yang saat ini sedang menghukum Ba Xi'O lantaran putranya itu melakukan sesuatu di luar batasannya
__ADS_1
Lie Zhu segaja menyimpan gambaran adiknya karena ingin mengerjai sang adik. Ternyata sikap jahilnya itu membawa sang adiknya kena amukan Sang ayah. Adiknya itu saat ini sedang duduk di atas kolam suci.
Ba Xi'O harus memfokuskan dirinya untuk tidak jatuh ke dalam kolam yang sudah di bekukan ayahnya. Jika sampai dirinya jatuh siap-siap lah dia akan menggigil kedinginan selama satu minggu. BA Xi'O bergidik ngeri membayangkan, lantaran dia dan sang kakak sudah pernah merasakannya.